
TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat kritikan akibat aksinya blusukan malam hari di perkampungan Sempur, Bogor, untuk memberikan bantuan langsung sembako kepada warga pada Minggu (26/4/20). Sejumlah pihak menilai Jokowi pencitraan karena urusan bagi-bagi sembako harusnya tak perlu presiden turun langsung, serta bisa memicu kerumunan warga di tengah wabah Corona.
Namun, politikus PDIP, Arteria Dahlan mengatakan dalam aksi blusukan Jokowi ada gaya khas kepemimpinan yang sudah lama melekat. Arteria pun membandingkan Jokowi dengan kisah sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khattab.
Baca juga: Rumahnya Didatangi Jokowi untuk Diberi Bantuan Sembako, Begini Respons Warga
“Dalam perspektif keislaman, kita mempunyai gaya kepemimpinan egaliter sebagaimana telah dicontohkan Khalifah Umar bin Khattab. Tidak bermaksud menyamakan, namun ada kemiripan-kemiripan dalam hal kepemimpinan mereka,” ujar Arteria, seperti dilansir Kumparan, Jumat (1/5/20).
Seperti diketahui, kisah Umar yang termasyhur adalah saat dia menggotong sekarung gandum untuk seorang ibu dan anaknya yang kelaparan di sebuah tenda. Saat itu, Umar terpukul karena mendapati ada masyarakat yang kelaparan.
Arteria menyebut aksi blusukan Jokowi dengan menemui langsung warga sudah dilakukan sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden RI. Ia menyatakan aksi tersebut seharusnya diapresiasi.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










