TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Negara Berkembang Tuntut Akses Setara Negara Maju terhadap Vaksin Covid-19

Negara Berkembang Tuntut Akses Setara Negara Maju terhadap Vaksin Covid-19

By William Putra Wijaya
11 Maret 2021
554
0
Negara Berkembang Tuntut Akses Setara Negara Maju terhadap Vaksin Covid-19

TIKTAK.ID – Afrika Selatan, India, dan lebih dari 100 negara lain telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk sementara waktu mencabut hak paten atas vaksin Covid-19, dengan alasan aturan itu menghalangi mereka untuk memvaksin warganya.

Kedua negara pertama kali mengajukan banding pada Oktober tahun lalu, menyerukan WTO untuk mengesampingkan ketentuan dalam perjanjian perdagangan yang mengatur hak kekayaan intelektual sehingga produk medis dapat lebih mudah diakses oleh negara berkembang. Lebih dari 100 negara telah bergabung untuk mendesak WTO.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mendukung permintaan pengabaian itu. Ia mengatakan awal bulan ini: “Jika pengesampingan paten sementara tidak dapat dikeluarkan sekarang, selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kapan waktu yang tepat?”

Inti dari diskusi adalah proposal yang diajukan pada bulan Oktober oleh Afrika Selatan dan India untuk menangguhkan perjanjian WTO tentang Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) selama pandemi virus Corona, tulis Al Jazeera, Rabu (10/3/21)

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi transfer teknologi dan pengetahuan ilmiah ke negara-negara berkembang untuk meningkatkan produksi global vaksin dan peralatan lain yang diperlukan.

Bulan lalu, lebih dari 400 organisasi di Amerika Serikat bergabung menyerukan Presiden Joe Biden untuk mendukung pengabaian tersebut, sementara 115 anggota Komisi Eropa mengeluarkan deklarasi yang mendesak Uni Eropa untuk mencabut penentangannya terhadap penangguhan sementara.

Uni Afrika juga mendukung pelonggaran aturan tentang kekayaan intelektual (IP), menyebutnya sebagai “win-win for everyone”.

Menurut kelompok kampanye bernama ONE, negara-negara kaya menimbun kelebihan dosis vaksin Covid-19 dan membeli satu miliar lebih banyak daripada yang dibutuhkan warganya, hal itu membuat negara-negara miskin, gagal melakukan vaksinasi tahun ini.

“Kelebihan vaksin yang sangat besar ini merupakan perwujudan nasionalisme vaksin, dengan negara-negara memprioritaskan kebutuhan vaksinasi mereka sendiri dengan mengorbankan negara lain dan pemulihan global,” kata ONE dalam laporannya bulan lalu.

Tim kebijakan ONE menambahkan bahwa “koreksi jalur besar-besaran” dalam distribusi diperlukan jika dunia ingin melindungi dan menyelamatkan nyawa saat jumlah kematian akibat pandemi mendekati 2,5 juta.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan bulan lalu hanya 10 negara yang sejauh ini telah memberikan 75 persen dari semua vaksinasi, menggambarkannya sebagai “sangat tidak merata dan tidak adil”.

Setidaknya 130 negara belum menerima satu pun dosis vaksin Covid-19, kata Guterres.

“Pada saat kritis ini, pemerataan vaksin merupakan ujian moral terbesar di hadapan masyarakat global,” ujarnya.

TagsBerita Dunia Hari Ininegara berkembangPandemi CoronaVaksin CoronaVaksin Covid-19WTO

Related articles More from author

  • Patung Cristiano Ronaldo di India Memicu Kontroversi
    Internasional

    Patung Cristiano Ronaldo di India Memicu Kontroversi

    31 Desember 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jenderal Tinggi Inggris Sebut Potensi Perang Barat vs Rusia Makin Besar
    Internasional

    Jenderal Tinggi Inggris Sebut Potensi Perang Barat vs Rusia Makin Besar

    15 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand
    Internasional

    Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

    12 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis
    Internasional

    Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis

    31 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Korea Utara sebut Inggris 'Boneka Amerika'
    Internasional

    Korea Utara sebut Inggris ‘Boneka Amerika’

    14 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pentagon Sebut Penempatan Pasukannya di Timur Jauh untuk 'Mencegah' Serangan Rusia
    Internasional

    Pentagon Sebut Penempatan Pasukannya di Timur Jauh untuk ‘Mencegah’ Serangan Rusia

    11 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Cara Alami Atasi Mata Lelah
    Tips & Tutorial

    Cara Alami Atasi Mata Lelah

  • Szczesny Beberkan Kesalahan Juventus Saat Tumbang Dihajar Lyon
    Olahraga

    Szczesny Beberkan Kesalahan Juventus Saat Tumbang Dihajar Lyon

  • Xiaomi Luncurkan Ponsel Lipat Mix Fold 2, Saingi Galaxy Z Fold4
    Teknologi

    Xiaomi Luncurkan Ponsel Lipat Mix Fold 2, Saingi Galaxy Z Fold4

  • Pakar Sosiolog Bencana Sentil Mahfud MD: Tak Perlu Meromantisasi Pandemi
    Nasional

    Pakar Sosiolog Bencana Sentil Mahfud MD: Tak Perlu Meromantisasi Pandemi

  • Top! Perum Peruri Menang Tender Cetak Mata Uang Peru, Kalahkan Perancis Inggris Jerman Rusia dan Polandia
    InternasionalNasional

    Top! Perum Peruri Menang Tender Cetak Mata Uang Peru, Kalahkan Perancis Inggris Jerman Rusia dan Polandia

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.