Mantan Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak yang Terlibat Korupsi MBG

TIKTAK.ID – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, diketahui telah secara resmi mengajukan permohonan menjadi Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Sony mengaku siap membongkar keterlibatan pihak lain yang diduga ikut “bermain” dalam program MBG.
“Kami baru saja dari rutan untuk memperoleh pernyataan dari klien kami, di mana klien kami menyatakan akan mengajukan JC,” ujar kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti di Kejagung, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6/26), seperti dilansir detikcom.
Krisna menjelaskan, langkah JC ini diambil bukan sebagai upaya untuk menghindar dari jeratan hukum. Sebaliknya, Krisna menyebut Sony ingin bersikap kooperatif guna mengungkap siapa saja aktor yang turut bermain dalam program strategis tersebut.
Baca juga : Nanik Deyang Sebut Dewan Pengarah BGN Bakal Diisi Ahli Gizi hingga Dokter Anak
“Kita bukan menghindar dari permasalahan hukum. Namun kita ingin kooperatif mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan Presiden ini. Jadi, sekali lagi kita bukan ingin menghindar,” terang Krisna.
Kemudian ketika ditanya soal siapa saja pihak yang dimaksud, Krisna mengatakan Sony sudah mulai menyebutkan nama-nama yang terlibat. Dia menyatakan setidaknya sudah ada lebih dari 20 nama yang disebutkan oleh Sony.
“Ada lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuma klien kami bilang itu baru sebagian. Sebab, kemarin pemeriksaan cukup lelah, jadi akan diungkap lagi pada pemeriksaan lanjutan. Intinya baru sebagian saja nama-nama tersebut,” tutur Krisna.
Baca juga : Said Iqbal Ungkap Alasan Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Lebih lanjut, Krisna memaparkan alasan Sony enggan “pasang badan” sendirian dalam kasus ini. Dia mengeklaim ada banyak pihak yang menjabat Person in Charge (PIC), tapi diduga menyalahgunakan dana dan wewenang.
“Contohnya, klien kami memberikan titik ini, contohnya 50 kepada A, 100 kepada B. Ternyata yang dibangun hanya sedikit, dan sisanya dijual, lalu mereka (PIC) mengatakan PIC klien kami. Masa uangnya masuk ke mereka semua, tapi dibebankan pada klien kita?” jelas Krisna.
Selain tentang pembagian titik lokasi, lanjut Krisna, Sony juga berencana membongkar dugaan penyimpangan dalam berbagai proses pengadaan barang dalam proyek di BGN.
Baca juga : Usai Disinggung Dino, Prabowo Terima 8 Dubes yang Bakal Serahkan Surat Kepercayaan
“Dalam pemeriksaan besok, klien kami bakal mengungkap bagaimana proses tender seperti motor, lalu IT, tablet, pengadaan kaos kaki, dan sebagainya. Itu akan diungkap lebih besar lagi dan dipastikan kalau klien kami tidak membidangi pengadaan-pengadaan tersebut,” imbuhnya.










