Makan Daging Kambing Bikin Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

TIKTAK.ID – Banyak orang meyakini daging kambing bersifat panas dan menjadi penyebab utama hipertensi, sehingga hidangan lezat ini kerap dijauhi, walaupun tanpa bukti ilmiah yang kuat. Namun bagaimana faktanya?
“Sebagaimana halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tak menjadi pemicu hipertensi,” tulis Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, MRur.Sc, dalam situs resmi universitas, seperti dilansir Kompas.com, pada Minggu (5/4/26).
Ronny mengatakan peningkatan tekanan darah setelah makan sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, bukan dagingnya.
Baca juga : Kenali Gejala Cacar Api, Diawali Nyeri di Bagian Tubuh Tertentu
Sementara kualitas nutrisi ternak ditentukan oleh jenis, fakor genetik, dan manajemen pemeliharaannya. Hewan yang digembalakan di alam bebas mampu memproduksi daging yang lebih sehat.
“Kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya juga lebih sedikit ketimbang ternak yang dihasilkan dari sistem penggemukan,” tutur Ronny.
Daging kambing, atau chevon, merupakan alternatif daging merah terbaik. Pasalnya, daging ini menyajikan lebih sedikit lemak, kepadatan protein yang lebih tinggi, dan profil kolesterol ramah tubuh daripada sapi dan domba.
Baca juga : Mengenal Fenomena Super Flu
“Daging kambing mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan dengan daging merah lainnya yang bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung. Selain itu, daging kambing kaya zat besi dan protein yang mendukung kesehatan secara keseluruhan,” jelas Ronny.
Adapun kolesterol di dalamnya masih berada di batas sedang. Oleh sebab itu, menyantapnya dalam porsi wajar tak akan serta-merta melambungkan tekanan darah maupun kadar kolesterol.
Untuk diketahui, setiap 100 gram daging kambing hanya menyumbang 122 kalori. Angka tersebut sangat baik untuk menstabilkan berat badan dibandingkan kalori sapi (190 gram) atau domba (175 gram).
Baca juga : Ketahui Risiko dan Aturan Pakai Obat Dexamethasone
“Nilai gizi yang paling menonjol dari daging kambing yakni kandungan total lemaknya yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daging merah lainnya,” terang Ronny.
Selain itu, lemak pada kambing hanya tercatat sebesar 2,6 gram, kontras dengan sapi (7,9 gram) dan domba (8,1 gram). Lemak jenuhnya juga paling rendah, yakni di angka 0,79 gram.
“Untuk kandungan protein daging kambing, hampir seimbang dengan daging sapi dan daging domba pada kisaran 23–25 gram,” kata Ronny.
Baca juga : Ketahui Perbedaan Jalan Kaki di Luar Ruangan dan di Treadmill untuk Kesehatan Tubuh
“Akan tetapi, daging kambing lebih unggul dari sisi kandungan zat besinya, yaitu sebesar 3,2 miligram, daripada daging sapi dan daging domba yang masing-masing hanya mengandung 2,9 miligram dan 1,4 miligram saja,” imbuhnya.










