
Program pembinaan Bela Negara yang tengah diikuti sejumlah pelajar tidak dimaksudkan sebagai hukuman atas keterlibatan mereka dalam demonstrasi 27 Agustus. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).
121 Pelajar Ikuti Program Bela Negara KKRI
Keterangan soal program tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait. Ia menuturkan bahwa saat ini terdapat 121 pelajar yang mengikuti pembinaan Bela Negara KKRI yang diselenggarakan Kemhan.
Pelaksanaannya berupa rangkaian pembinaan selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan pembekalan antara lain digelar di lingkungan Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), Sentul, Bogor.
Rico menegaskan tidak seluruh peserta berasal dari kelompok pelajar yang diamankan aparat dalam peristiwa unjuk rasa Agustus. Sebagian dari mereka memang pelajar yang diamankan pihak kepolisian pada aksi saat itu.
“Mereka merupakan bagian dari keseluruhan peserta program, bukan seluruhnya. Keikutsertaan dalam pembekalan ini juga bukan dimaksudkan sebagai hukuman karena mengikuti demonstrasi atau menyampaikan pendapat,” kata Rico saat dihubungi, Jumat (11/9).
Bukan Komcad, Bukan Juga Diklat Militer
Rico menyatakan program ini bukan komponen cadangan (Komcad) dan bukan pula pendidikan atau diklat militer. Artinya, keikutsertaan pelajar dalam pembekalan ini tidak mengubah status mereka menjadi komponen cadangan maupun peserta pendidikan militer.
Tujuan utamanya adalah pembinaan karakter generasi muda. Pembekalan diarahkan pada penguatan nilai dasar bela negara, Pancasila, wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan bangsa, budi pekerti, pembinaan mental, kedisiplinan, pembinaan jasmani, hingga dinamika kelompok.
Materi Relevan dengan Kebutuhan Generasi Muda
Selain materi kebangsaan, isi program juga diarahkan pada kemampuan yang relevan bagi anak muda masa kini. Beberapa di antaranya meliputi literasi digital, pelatihan IT, dan desain grafis. Peserta juga dibekali pemahaman soal konflik sosial, bahaya narkoba, dan terorisme, dilengkapi beragam kegiatan edukatif lainnya.
“Jadi pendekatannya tidak semata-mata soal kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter, kemandirian dan keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka ke depan,” ujar Rico.
Pada prinsipnya, lanjut dia, Kemhan ingin kegiatan pembekalan ini menjadi ruang pembinaan yang positif bagi generasi muda.
“Hak untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati dan program Bela Negara tidak ditempatkan sebagai sanksi terhadap pelajar yang pernah mengikuti aksi demonstrasi,” tegasnya.
Pramono Anung Apresiasi Program Bela Negara
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa 27 siswa asal DKI Jakarta yang terjaring polisi saat demonstrasi 27 Agustus ikut menjalani pembekalan bela negara. Ia menyambut baik program yang diinisiasi Kemhan dan Polda Metro Jaya tersebut.
Dari sisi peserta, Pramono merinci bahwa dari 29 siswa Jakarta yang diberangkatkan, hanya 27 yang akhirnya mengikuti program. Pembinaan ini juga diikuti siswa lain yang berasal dari luar Jakarta.
“Menurut saya program ini baik karena apa, untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi negaranya sendiri,” kata Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
File tersimpan: /root/jarvis-agents/articles/kemhan-bela-negara-bukan-hukuman-pelajar-demo.md (±435 kata)
Sumber: cnnindonesia.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










