TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Kemensos Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Iprahumas Award 2026

Kemensos Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Iprahumas Award 2026

By Johan Arif
24 September 2026
0
0
Kemensos Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Iprahumas Award 2026

Contents

  • 1. Kemensos Raih Tiga Penghargaan Sekaligus di Iprahumas Award 2026
    • 1.1. Prestasi Kemensos di Iprahumas Award 2026
    • 1.2. Humas Diminta Terlibat Sejak Kebijakan Dirumuskan
    • 1.3. Konten Media Sosial Kemensos yang Beragam
    • 1.4. Media Sosial Bukan Sekadar Kanal Satu Arah
    • 1.5. Digelar dalam Rangkaian Konvensi Humas Pemerintah 2026

Kemensos Raih Tiga Penghargaan Sekaligus di Iprahumas Award 2026

Prestasi Kemensos di Iprahumas Award 2026

Kementerian Sosial (Kemensos) membawa pulang tiga trofi sekaligus dari Iprahumas Award 2026, ajang apresiasi yang digelar Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas). Ketiganya diraih Kemensos pada kategori berbeda, yaitu Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Media Sosial Produktif, Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Performa Media Sosial, serta Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Resonansi Program Prioritas.

Capaian tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi atas pengelolaan media sosial Kemensos yang dipandang produktif dan relevan sebagai kanal komunikasi publik, sekaligus memperkuat penyampaian program prioritas pemerintah kepada masyarakat. Prestasi ini juga tidak lepas dari kolaborasi tim komunikasi di tingkat kementerian, unit-unit kerja, hingga satuan pelaksana yang berada di garis depan lapangan.

Humas Diminta Terlibat Sejak Kebijakan Dirumuskan

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli J. Indarto, menegaskan bahwa peran humas pemerintah sangat menentukan dalam menghadirkan pesan yang menarik dan tetap mampu bersaing di tengah ruang digital yang semakin rumit.

“Kami ingin melihat Pranata Humas yang menjadi orkestrator komunikasi di tingkat nasional yang sudah diajak bicara (terlibat) sejak kebijakan dirumuskan, bukan setelah kebijakan diumumkan. Ruang digital boleh semakin kompleks, namun dengan strategi yang tepat dan proporsional, pesan kita mudah-mudahan akan tepat sasaran,” ujar Marroli, Kamis (24/9/2026).

Konten Media Sosial Kemensos yang Beragam

Dalam praktiknya, media sosial Kemensos dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi seputar program rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial. Cakupan itu termasuk program prioritas Presiden seperti Sekolah Rakyat, bantuan sosial, DTSEN, layanan sosial, hingga kisah para penerima manfaat.

Kontennya pun dikemas dalam aneka format, mulai dari video pendek, informasi layanan, infografis, sampai cerita human interest yang memperlihatkan manfaat program dari jarak lebih dekat. Salah satu contohnya adalah menghadirkan narasi Sekolah Rakyat lewat cerita dan aktivitas para siswa.

Menurut Marroli, cara pengemasan seperti itu memungkinkan masyarakat menyaksikan langsung bagaimana program dijalankan, sekaligus memahami tujuan dan manfaatnya melalui cerita yang relevan dengan keseharian mereka.

Media Sosial Bukan Sekadar Kanal Satu Arah

Marroli menambahkan bahwa penguatan komunikasi publik semakin penting seiring berkembangnya teknologi dan bergesernya pola masyarakat dalam mengakses informasi. Baginya, media sosial tidak berhenti sebagai saluran penyebarluasan informasi saja, melainkan juga ruang bagi pemerintah untuk membaca respons publik, menjelaskan kebijakan, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

Digelar dalam Rangkaian Konvensi Humas Pemerintah 2026

Sebagai catatan, Iprahumas Award 2026 diserahkan dalam acara Konvensi Humas Pemerintah (KHP) 2026 yang berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Selasa (22/9/2026). KHP tahun ini mengusung tema “Transformasi Humas Pemerintah: Bersinergi dan Berdampak dalam Komunikasi Publik Indonesia” dengan subtema “Strategi Komunikasi sebagai Fondasi Humas Pemerintah yang Berdampak”.

Baca juga: cara mengatasi kecanduan media sosial

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Janji Ajak Bicara Relawan Soal Capres 2024, Jokowi: Tak Usah Grasah-grusuh
    Nasional

    Janji Ajak Bicara Relawan Soal Capres 2024, Jokowi: Tak Usah Grasah-grusuh

    13 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Diisukan Lompat ke Golkar, Gibran Buka Suara
    Nasional

    Diisukan Lompat ke Golkar, Gibran Buka Suara

    20 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Presiden KSPI Sebut Ada Capres yang Akan Hadir Demo May Day, Siapa?
    Nasional

    Presiden Partai Buruh Ungkap Alasan Dukung Prabowo di Pilpres 2024: Beliau Ingat Kami

    5 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Buntut Dangdutan Saat Pandemi, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot, Wakil Ketua DPRD Terancam Pidana
    Nasional

    Buntut Dangdutan Saat Pandemi, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot, Wakil Ketua DPRD Terancam Pidana

    27 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Arief Poyuono Sebut Gibran Putra Jokowi Pesaing Kuat Anies di Pilpres 2024
    Nasional

    Arief Poyuono Sebut Gibran Putra Jokowi Pesaing Kuat Anies di Pilpres 2024

    9 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Pengamat: Langkah AHY Bersurat ke Jokowi, Bisa Redam Kudeta tapi Bukan Jaminan Rongrongan Berakhir
    Nasional

    Pengamat: Langkah AHY Bersurat ke Jokowi, Bisa Redam Kudeta tapi Bukan Jaminan Rongrongan Berakhir

    3 Februari 2021
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Digadang-gadang Jadi Cawapres, Apa Saja Keunggulan Erick Thohir?
    Nasional

    Digadang-gadang Jadi Cawapres, Apa Saja Keunggulan Erick Thohir?

  • TIKTAK.ID - Kenali Perbedaan yang Tampak antara Kulit Kering dan Dehidrasi
    Tips & Tutorial

    Kenali Perbedaan yang Tampak antara Kulit Kering dan Dehidrasi

  • Pengamat: Jokowi Minta Kritik Pedas-Keras tapi Novel Baswedan Baru Kritik Ringan Langsung Dipolisikan, Apa Nggak Ngeri?
    Nasional

    Pengamat: Jokowi Minta Kritik Pedas-Keras tapi Novel Baswedan Baru Kritik Ringan Langsung Dipolisikan, Apa Nggak Ngeri?

  • Tips Atasi Jerawat Akibat Pakai Masker
    Tips & Tutorial

    Tips Atasi Jerawat Akibat Pakai Masker

  • PKS Yakin AHY Tak Akan Bawa Demokrat Gabung ke PDIP
    Nasional

    PKS Yakin AHY Tak Akan Bawa Demokrat Gabung ke PDIP

Artikel Terbaru

  • Cacar Air: Gejala, Tahapan, dan Cara Mengatasi di Rumah 17 Oktober 2026
  • Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, Rano Karno Minta Warga Tak Panik 17 Oktober 2026
  • Panduan Mencetak Dokumen dari HP ke Printer Tanpa Ribet 17 Oktober 2026
  • Menkum Diberi Tugas Khusus dari Presiden untuk Sederhanakan Regulasi 17 Oktober 2026
  • Cara Mengatasi Keringat Berlebih di Badan Secara Alami 17 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (77)
  • Keuangan (17)
  • Kuliner (1,064)
  • Nasional (7,989)
  • Olahraga (1,141)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,258)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.