TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Jokowi Tegaskan Tak Akan Impor Beras Sampai Juni, Susi Nekat Cuit Begini

Jokowi Tegaskan Tak Akan Impor Beras Sampai Juni, Susi Nekat Cuit Begini

By Johan Arif
30 Maret 2021
489
0
Jokowi Tegaskan Tak Akan Impor Beras Sampai Juni, Susi Nekat Cuit Begini

TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga pertengahan tahun ini. Ia pun mengakui bahwa Pemerintah menjalin MoU dengan Thailand dan Vietnam terkait pengadaan beras. Jokowi menyampaikan hal itu untuk meredam perdebatan polemik impor beras yang telanjur mencuat ke publik.

Meski begitu, Jokowi mengklaim kerja sama itu dibuat hanya untuk berjaga-jaga, mengingat situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian. Ia mengatakan hingga saat ini beras tersebut masih belum masuk ke Tanah Air.

Merespons hal itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai pernyataan Jokowi itu multitafsir, apakah setelah Juni impor beras tetap dilanjutkan atau tidak.

“Setelah Juni?” cuit Susi melalui akun Twitter-nya @susipudjiastuti pada Senin (29/3/21), seperti dilansir Kompas.com.

“Dan Juni Juli, petani mulai panen lagi, Pak Presiden,” imbuh Susi.

Perlu diketahui, dalam cuitan lainnya, Susi menyinggung PBB yang pernah menyebut Indonesia sebetulnya mencatatkan produksi beras yang besar.

“Padahal, FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) sempat bilang begini, mantap! Indonesia peringkat 3 penghasil beras terbesar di dunia,” terang Susi.

Sebelumnya, Jokowi buka suara terkait polemik impor beras pada tahun ini. Menurut Jokowi, Indonesia sudah hampir tiga tahun tidak melakukan impor beras.

“Saya pastikan hingga Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia. Kita tahu, sudah hampir tiga tahun ini kita tidak pernah impor beras,” tegas Jokowi saat memberikan keterangan, mengutip YouTube Sekretariat Presiden.

Kemudian Jokowi mengakui saat ini memang ada MoU dengan Thailand dan Vietnam. Meski begitu, kata Jokowi, kerja sama untuk impor beras dari Thailand dan Vietnam itu hanya untuk berjaga-jaga, mengingat situasi pandemi penuh ketidakpastian.

“Saya tegaskan lagi, berasnya masih belum masuk,” ucapnya.

Kemudian Jokowi meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk menyiapkan anggaran agar Perum Bulog bisa menyerap lebih banyak beras dari petani. Ia menganggap hal itu dibutuhkan karena saat ini sedang memasuki harga panen dan harga beras di tingkat petani masih rendah atau belum sesuai yang diharapkan.

Namun cuitan Jokowi tersebut dinilai banyak pihak tidak sesuai fakta, atau dengan kata lain cenderung sengaja membohongi publik. Karena menurut data resmi BPS, dari tahun 2000 hingga tahun 2019 lalu saja, Indonesia tercatat masih melakukan impor beras dari Vietnam, Thailand, Tiongkok, India, Pakistan, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Myanmar, dan beberapa negara lain, bahkan dalam jumlah ratusan ribu hingga jutaan ton per tahun.

Data resmi BPS menyebutkan total impor beras yakni 1,35 juta ton (tahun 2000), 644,73 ribu ton (tahun 2001), 1,80 juta ton (tahun 2002), 1,42 juta ton (tahun 2003), 236,86 ribu ton (tahun 2004), 189,61 ribu ton (tahun 2005), 436,10 ribu ton (tahun 2006), 1,40 juta ton (tahun 2007), 289,68 ribu ton (tahun 2008), 250,47 ribu ton (tahun 2009), 687,58 ribu ton (tahun 2010).

Selanjutnya Indonesia impor sebanyak 2,75 juta ton (tahun 2011), kemudian 1,81 juta ton (tahun 2012), 472,66 ribu ton (tahun 2013), 844,16 ribu ton (tahun 2014), 861,60 ribu ton (tahun 2015), 1,28 juta ton (tahun 2016), 305,27 ribu ton (tahun 2017), 2,25 juta ton (tahun 2018), dan 444,50 ribu ton (tahun 2019).

Adapun nilai impor beras sejak tahun 2000 adalah sebagai berikut:

  1. US$ 319,13 juta (2000)
  2. US$ 134,91 juta (2001).
  3. US$ 342,52 juta (2002)
  4. US$ 291,42 juta (2003)
  5. US$ 61,75 juta (2004)
  6. US$ 51,49 juta (2005)
  7. US$ 132,62 juta (2006)
  8. US$ 467,71 jutan (2007)
  9. US$ 124,14 juta (2008)
  10. US$ 108,15 juta (2009)
  11. US$ 360,78 juta (2010)
  12. US$ 1,51 miliar (2011)
  13. US$ 945,62 juta (2012)
  14. US$ 246,00 juta (2013)
  15. US$ 388,17 juta (2014)
  16. US$ 351,60 juta (2015)
  17. US$ 531,84 juta (2016)
  18. US$ 143,64 juta (2017)
  19. US$ 1,03 miliar (2018)
  20. US$ 184,2 juta (2019).
TagsBeras ImporImpor BerasJokowisusi pudjiastuti

Related articles More from author

  • Said Iqbal Ketua KSPI
    Nasional

    Presiden KSPI Ungkap Alasan Ribuan Buruh Murka atas RUU Omnibus Law ‘Cilaka’ yang Disiapkan Jokowi untuk Mereka

    23 Januari 2020
    By Adam Humain
  • Jokowi Belum Ada Niatan Rombak Kabinet, Begini Respons PAN
    Nasional

    Pimpinan PAN Sarankan Jokowi Dirikan ‘Jokowi Institute’ Setelah Selesai Jabat Presiden

    16 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Amien Rais Curiga, Jokowi Bisa Terpilih Tiga Periode Lewat Cara Ini
    Nasional

    Amien Rais Curiga, Jokowi Bisa Terpilih Tiga Periode Lewat Cara Ini

    16 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Aktivis Lingkungan Nekat Aksi Jalan Kaki Sumut-Jakarta untuk Desak Jokowi, Soal Apa?
    Nasional

    Aktivis Lingkungan Nekat Aksi Jalan Kaki Sumut-Jakarta untuk Desak Jokowi, Soal Apa?

    30 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Perbandingan Besaran Utang Pemerintah Sebelum dan Saat Dipimpin Jokowi
    Nasional

    Perbandingan Besaran Utang Pemerintah Sebelum dan Saat Dipimpin Jokowi

    6 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Istana Tuding Aksi Pendukung Ganjar Saat Kunker Jokowi Disengaja
    Nasional

    Istana Tuding Aksi Pendukung Ganjar Saat Kunker Jokowi Disengaja

    2 Februari 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jepang Larang Pengungsi Ukraina Bekerja di Tempat Hiburan Dewasa
    Internasional

    Jepang Larang Pengungsi Ukraina Bekerja di Tempat Hiburan Dewasa

  • Tips Penuhi Kebutuhan Gizi untuk Anak Kos
    Tips & Tutorial

    Tips Penuhi Kebutuhan Gizi untuk Anak Kos

  • Survei SSC: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Jatim
    Nasional

    Survei SSC: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Jatim

  • Sandi Bakal Temui Prabowo Bahas Langkah Politik Jelang Pilpres 2024
    Nasional

    Sandi Bakal Temui Prabowo Bahas Langkah Politik Jelang Pilpres 2024

  • Ingin Program Nawacita Terwujud, Relawan Ganjar Doakan Jokowi Jadi Ketum PDIP 2024
    Nasional

    Ingin Program Nawacita Terwujud, Relawan Ganjar Doakan Jokowi Jadi Ketum PDIP 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.