TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Inginkan Negara Republik, Barbados akan Copot Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara

Inginkan Negara Republik, Barbados akan Copot Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara

By Bagas F Sinaga
17 September 2020
657
0
Inginkan Negara Republik, Barbados akan Copot Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara

TIKTAK.ID – Barbados mengumumkan niatnya untuk berlepas diri dari Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara dan mengubah sistem pemerintahan negaranya menjadi Republik.

“Waktunya telah tiba untuk sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonial kita,” kata Pemerintah negara pulau Karibia itu, seperti yang dilaporkan BBC, Rabu (16/9/20).

Rencananya, perubahan negara itu dari sistem monarki dengan Ratu Inggris sebagai Kepala Negara menjadi Republik akan dilakukan pada peringatan 55 tahun kemerdekaannya dari Inggris, pada November 2021.

Pidato yang ditulis Perdana Menteri Mia Mottley mengatakan bahwa orang Barbad di Karibia menginginkan seorang Kepala Negara Barbadian.

“Ini adalah pernyataan keyakinan tertinggi pada siapa kami dan apa yang mampu kami capai”, bunyi pidato itu.

Pidato itu ditulis oleh Perdana Menteri negara itu dan dibacakan oleh Gubernur Jenderal.

Merespons keinginan itu, Istana Buckingham mengatakan bahwa keputusan itu adalah urusan Pemerintah dan rakyat Barbados.

Sebuah sumber di Istana Buckingham mengatakan bahwa gagasan itu “tidak tiba-tiba” dan “telah diperdebatkan dan dibicarakan secara terbuka berkali-kali”, kata koresponden BBC di Kerajaan, Jonny Dymond.

Pernyataan itu merupakan bagian dari Pidato Tahta, yang menguraikan kebijakan dan program Pemerintah menjelang sidang baru parlemen.

Pidato itu juga mengutip peringatan dari Errol Barrow, Perdana Menteri pertama Barbados setelah memperoleh kemerdekaan, yang mengatakan bahwa negara itu tidak boleh “berkeliaran di bawah kolonial”.

Dia bukan satu-satunya yang buka suara di Barbados untuk menyarankan pindah dari monarki ke Republik. Komisi peninjau konstitusi merekomendasikan status Republik untuk Barbados pada 1998 lalu.

Dan pendahulu Ms Mottley dalam militer, Freundel Stuart, juga berpendapat untuk “perpindahan dari sistem monarki ke bentuk pemerintahan Republik dalam waktu dekat”.

Barbados merupakan negara kepulauan yang terletak di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Terletak di bagian timur salah satu gugusan pulau-pulau Atlantis Kecil.

Negara dengan populasi 300-an ribu jiwa itu masyhur dengan industri pariwisata dan dikenal sebagai Little England (Inggris Kecil) yang kuat di kepulauan Karibia. Pulau Barbados terletak 2.585 km sebelah tenggara Miami, Amerika Serikat dan 860 km dari Caracas, Venezuela.

Barbados bukanlah bekas jajahan Inggris pertama di Karibia yang ingin menjadi Republik. Guyana mengambil langkah itu pada 1970, kurang dari empat tahun setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Trinidad dan Tobago mengikutinya pada 1976 dan Dominika pada 1978.

TagsBarbadosKepala NegaraMia MottleyNegara RepublikPerdana MenteriRatu Elizabeth

Related articles More from author

  • TOP! Hanya Gara-gara Tiga Orang Positif Covid-19, Kota Terbesar di Selandia Baru Langsung Dilockdown
    Internasional

    TOP! Hanya Gara-gara Tiga Orang Positif Covid-19, Kota Terbesar di Selandia Baru Langsung Dilockdown

    15 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Kolektor Jual Nintendo Wii Emas Ratu Elizabeth, Harga 4,3 Miliar
    Teknologi

    Kolektor Jual Nintendo Wii Emas Ratu Elizabeth, Harga 4,3 Miliar

    3 Mei 2021
    By Alfan Mahardika
  • Jarang Terjadi, Ribuan Demonstran Bangkok Turun ke Jalan Gugat Monarki
    Internasional

    Jarang Terjadi, Ribuan Demonstran Bangkok Turun ke Jalan Gugat Monarki

    17 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Gak Main-main, Rencana 'Kudeta' PM Malaysia Diungkap Sendiri oleh Mahathir Lewat Akun Twitternya
    Internasional

    Gak Main-main, Rencana ‘Kudeta’ PM Malaysia Diungkap Sendiri oleh Mahathir Lewat Akun Twitternya

    11 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Duchess of Sussex Inggris Meghan Markel Sebut Kasus Rasisme Telah ‘Menghancurkan’ Amerika
    Internasional

    Duchess of Sussex Inggris Meghan Markel Sebut Kasus Rasisme Telah ‘Menghancurkan’ Amerika

    5 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Ribuan Warga Zionis Tuntut Perdana Menteri Israel Mundur
    Internasional

    Ribuan Warga Zionis Tuntut Perdana Menteri Israel Mundur

    27 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kesal Lihat Antrean Padat di Bandara Soetta Saat Pandemi, Aming: Mbok Ya Terapkan Protokoler yang Benar
    Selebriti

    Kesal Lihat Antrean Padat di Bandara Soetta Saat Pandemi, Aming: Mbok Ya Terapkan Protokoler yang Benar

  • Bentrokan di Penjara Ekuador Tewaskan 100 Tahanan
    Internasional

    Bentrokan di Penjara Ekuador Tewaskan 100 Tahanan

  • Hadapi Corona Virus, Paus Fransiskus Serukan Doa Bersama Seluruh Umat di Dunia
    Internasional

    Hadapi Virus Corona, Paus Fransiskus Serukan Doa Bersama Seluruh Umat di Dunia

  • PKB Buka Suara Soal Wacana Duet Prabowo-Puan
    Nasional

    PKB Sebut Koalisi Pendukung Anies Baswedan Rawan Pecah Kongsi

  • Terus Curigai Perpanjangan PSBB Ketat oleh Anies, PDIP DKI: Baunya Sangat Politis
    Nasional

    Anies Banding PTUN, PDIP: Tak Peka Persoalan Masyarakat

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.