Hanung Bramantyo Kritik Tajam Film Animasi ‘Merah Putih One For All’

TIKTAK.ID – Belakangan ini film animasi “Merah Putih One For All” menuai kritik tajam. Film yang dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025 tersebut dianggap kurang layak dalam hal kualitas visualnya. Film tersebut pun dibanding-bandingkan dengan film animasi “JUMBO” yang meraih kesuksesan dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Film yang diproduksi oleh Perfiki Kreasindo tersebut juga mengeklaim telah menghabiskan dana sebesar Rp6,7 miliar dan proses produksi dilakukan hanya dalam kurun waktu 1 bulan.
Sutradara Hanung Bramantyo turut melontarkan kritik tajam. Pria berusia 49 tahun ini menyoroti anggaran produksi film yang dinilainya terlampau kecil untuk menghasilkan karya animasi berkualitas.
Baca juga : Jo Yuri Ungkap Pengalaman Perdana Akting Jadi Ibu di ‘Squid Game 3’
Baca juga : Hanung Bramantyo Kritik Tajam Film Animasi ‘Merah Putih One For All’
“Budget 7M untuk Film Animasi, potong pajak 13% kisaran 6M, meski tidak dikorupsi, hasilnya tetap saja JELEK!!! FYI, Budget pembuatan Film Animasi minimal di 30-40M di luar Promosi, dan dikerjakan dalam jangka waktu 4-5 tahun,” tulis Hanung melalui unggahan Threads miliknya, seperti dilansir Kumparan.com.
Sementara itu, di tengah polemik yang terjadi, produser “Merah Putih All for One”, Toto Soegriwo, sempat menyatakan kalau pihaknya tidak memperoleh kucuran dana dari Pemerintah sepeser pun.
Pernyataan tersebut sontak semakin memicu kegeraman Hanung. Ia mempertanyakan alasan film itu bisa mendapatkan slot tayang di bioskop, di tengah banyaknya antrean film-film Indonesia lainnya.
Baca juga : Bill Hader Jadi Pengisi Suara Film Animasi ‘The Cat In The Hat’
“Mengapa harus buru-buru tayang? Ironisnya, kok bisa mendapat tanggal tayang, di tengah 200 judul film Indonesia yang antre tayang? Kopet”, tulis Hanung lewat IG Story.
Sutradara film “Ayat-Ayat Cinta” tersebut bahkan secara terbuka meminta kepada Menteri Kebudayaan dan Wakilnya, Fadli Zon dan Giring Ganesha, agar turun tangan membantu.
Ia mendesak penayangan film “Merah Putih One For All” ditunda. Tujuannya, kata Hanung, untuk memberikan waktu bagi para kreator menyempurnakan karyanya, sehingga lebih layak dinikmati penonton.
Baca juga : Imbas Kecam Tentara Israel di Panggung Glastonbury, Bob Vylan Dikeluarkan dari Agensi
Untuk diketahui, film “Merah Putih One For All” mengusung misi menyebarkan semangat persatuan melalui petualangan delapan anak dari berbagai suku di Indonesia. Pada hari kemerdekaan, 17 Agustus 2025, harga tiket film ini ditawarkan dengan harga spesial, yakni Rp17.000.










