
Buya mengatakan, apabila permasalahan tersebut tidak diatasi, maka kondisi “negara dalam negara” tak bisa terelakkan lagi.
“Saya belum sempat bicara langsung kepada Pak Jokowi ya, tapi ini kalau tidak bisa diatasi, sudah negara dalam negara. Petral sudah dibubarkan,” ucap Buya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam merespons harapan sejumlah pihak yang ingin dirinya bisa memberantas mafia migas di tubuh PT Pertamina (Persero), mengaku tidak mengerti soal mafia migas yang dimaksudkan tersebut.
Baca juga: Ahok Yakin Mampu Angkat Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia
“Saya enggak tahu maksud mafia migas tuh apa ya. Saya kan bukan godfather,” kata Ahok saat di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/19).
Meski begitu, Ahok berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat di tubuh Pertamina. Dengan begitu diharapkan kinerja perusahaan minyak negara tersebut bisa lebih baik ke depan.
Baca juga: Jokowi Tugasi Ahok Kawal Pembangunan Kilang Minyak Baru yang 34 Tahun Gagal Dibangun Pertamina
Halaman selanjutnya…










