
TIKTAK.ID – Belakangan ini viral di media sosial video yang menunjukkan rombongan pria berambut cepak mendatangi Polda Metro Jaya malam-malam. Akan tetapi, TNI membantah ada prajurit yang datang ke Polda Metro.
“Tidak benar TNI mendatangi Polda,” ujar Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas ketika dimintai konfirmasi, pada Kamis (9/7/26), seperti dilansir detikcom.
Nas menyampaikan bantahan tersebut ketika ditanya mengenai video yang menunjukkan kedatangan sejumlah pria berambut cepak, mengenakan seragam loreng hijau, dan membawa senjata ke Polda Metro. Dalam video tersebut, tampak pria-pria itu sedang berdiri di halaman Polda Metro.
Baca juga : Komisi III DPR Sebut Publik Ingin Hasil Kasus Batu Bara, Bukan Polemik Antarlembaga
Kemudian terlihat ada sejumlah polisi yang berjaga di lokasi itu. Terdapat pula video lain yang menunjukkan pria-pria memakai seragam loreng tengah berjalan di dalam lingkungan Polda Metro.
Nas mengeklaim tidak ada anggota TNI yang datang ke Polda Metro. Dia menyebut TNI menghormati proses hukum.
“Itu sangat tidak mungkin. Jika ada kasus pasti TNI sangat menghargai proses. Lagipula kalau ada yang mengaku sebagai personel BAIS, diragukan kebenarannya,” ucap Nas.
Baca juga : Serikat Buruh Umumkan Dukung Polri Usut Tuntas Korupsi, Dorong Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu
Mengutip Tempo.co, berdasarkan konfirmasi dua petinggi Polri, beberapa petinggi TNI yang datang ke Polda Metro Jaya pada Kamis dini hari adalah Brigjen Wahyo Yuniartoto dari kesatuan BAIS TNI, Brigjen Anggiat Napitupulu dari Satgas PKH, seorang kolonel angkatan 2001, 10 personel TNI berseragam dan bersenjata, serta lima personel Kejaksaan berpakaian sipil.
Untuk diketahui, sehari sebelumnya, pada Rabu (8/7/26), tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan perkara korupsi, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan suap.
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan suap di PT Asabri, korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan padamnya listrik atau blackout di Sumatera, serta perkara PT Krakatau Steel.
Baca juga : SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Dapat Ancaman Bom, MPLS Dibubarkan
“Terdapat sejumlah lokasi yang secara serempak dilaksanakan penggeledahan,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto pada Rabu (8/7/26).
Selain itu, penyidik juga menggeledah Kafe de’Clan Signature di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/26). Kepala Kortastipidkor Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto mengakui kalau penggeledahan itu berkaitan dengan ketiga perkara tersebut.










