TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Beijing Peringatkan Washington Tak Lewati ‘Garis Merah’

Beijing Peringatkan Washington Tak Lewati ‘Garis Merah’

By William Putra Wijaya
28 Juni 2020
602
0
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo

TIKTAK.ID – Setelah melewati fase pertama perjanjian dagang antara Beijing dan Washington, kini hubungan kedua negara mengalami penurunan. Sehingga mimpi untuk menuju kesepakatan perdagangan yang komprehensif harus dilupakan sejenak.

Buruknya hubungan Amerika dan China terjadi setelah Washington menuduh Beijiing sebagai penyebar pandemi Covid-19 hingga merusak ekonomi Amerika, tulis Sputnik News, Jumat (26/6/20).

Beijing “diam-diam” mengancam Washington bahwa kesepakatan fase pertama yang meliputi produk pertanian Amerika, dapat dihentikan jika Amerika sudah kelewat keterlaluan atau melewati “garis merah”. Maksud Beijing adalah jika Washington ikut campur dalam masalah yang dianggap China “terlarang”, tulis Wall Street Journal.

Ancaman itu menurut Wall Street Journal disampaikan oleh pejabat anonim, bahwa diplomat utama China, Yang Jiechi memperingatkan delegasi Amerika yang dipimpin Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

“Amerika harus menahan diri untuk tidak bertindak terlalu jauh dengan ikut campur tangan. Garis merah tidak boleh dilintasi,” kata seorang pejabat Cina yang tidak disebutkan namanya kepada WSJ.

Isu-isu sensitif bagi China yang Amerika ikut campur tangan menurut Beijing salah satunya adalah situasi Hongkong dan hubungan dengan Taiwan. Washington mengecam Beijing yang menerapkan Undang-Undang Keamanan di Hongkong. Bagi Washington aturan itu akan membuat Hongkong kehilangan status wilayah otonomnya sebagai “satu negara dua sistem”.

Merespons keputusan Beijing atas Hongkong, Washington mengesahkan undang-undang untuk menjatuhkan sanksi kepada individu atau perusahaan yang membantu Beijing yang diduga membatasi otonomi Hongkong.

Terkait dengan Taiwan, sebuah pulau yang dianggap sebagai bagian dari “Satu China”, namun saat ini tidak dalam kontrol Beijing, Washington mempertahankan hubungan dekat dengan pulau itu. Bahkan Amerika telah membahas penjualan senjata dengan Taiwan dan menekan China untuk mengizinkan pulau itu memiliki perwakilan sendiri di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sepak terjang Washington ini, Beijing bilang jelas mencederai kebijakan “Satu-China” yang telah diadopsi Ameriksa dan mayoritas masyarakat internasional pada masa lalu.

Ditambah lagi serangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke Beijing terkait pandemi Covid-19. Trump, tanpa menyertakan bukti apa pun menuduh Beijing tanpa sengaja telah melepaskan virus Corona dari laboratorium biologi di Wuhan, China. Tempat yang Trump bilang sebagai tempat uji coba virus Corona.

Trump juga menuding Beijing sengaja menyembunyikan informasi sebenarnya terkait kemunculan pertama wabah Covid-19, termasuk informasi virus itu dapat menular dari manusia ke manusia. Namun, Beijing berkeras membatah semua tuduhan tersebut.

TagsAmerika SerikatAncaman ChinaBeijingBerita Dunia Hari IniMenteri Luar Negeri ASMike Pompeoperang dagang

Related articles More from author

  • Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran
    Internasional

    Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran

    17 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Aksi Penikaman di Inggris Tewaskan Satu Orang dan Lukai Dua Lainnya
    Internasional

    Aksi Penikaman di Inggris Tewaskan Satu Orang dan Lukai Dua Lainnya

    7 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Presiden Brasil Ramal Sendiri Nasibnya di Masa Depan: Ditangkap, Dibunuh atau Menang
    Internasional

    Presiden Brasil Ramal Sendiri Nasibnya di Masa Depan: Ditangkap, Dibunuh atau Menang

    30 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Iran Tangkap Pembunuh Ilmuwan Nuklir Syahid Fakhrizadeh
    Internasional

    Iran Tangkap Pembunuh Ilmuwan Nuklir Syahid Fakhrizadeh

    10 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Junta Militer Myanmar Umumkan Amnesti
    Internasional

    Junta Militer Myanmar Umumkan Amnesti

    20 Februari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Setelah Propaganda Soal 'Invasi' Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina
    Internasional

    Setelah Propaganda Soal ‘Invasi’ Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina

    22 Februari 2022
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Anies Sebut IKN Tak Sesuai Tujuan Pemerataan Ekonomi RI
    Nasional

    Anies Sebut IKN Tak Sesuai Tujuan Pemerataan Ekonomi RI

  • AS Tarik Separuh Pasukannya dari Afghanistan
    Internasional

    AS Tarik Separuh Pasukannya dari Afghanistan

  • Atasi Obesitas, Ini Buah yang Cocok untuk Diet
    Tips & Tutorial

    Atasi Obesitas, Ini Buah yang Cocok untuk Diet

  • Seperti Halnya ke Habib Rizieq, KNPI Tantang Nyali Polisi Tetapkan Bos Lippo James Riady Tersangka Kerumunan Massa
    Nasional

    Seperti Halnya ke Habib Rizieq, KNPI Tantang Nyali Polisi Tetapkan Bos Lippo James Riady Tersangka Kerumunan Massa

  • Pemerintah Terkesan 'Tak Mau Ambil Pusing' Soal Kisruh Partai Demokrat
    Nasional

    Pemerintah Terkesan ‘Tak Mau Ambil Pusing’ Soal Kisruh Partai Demokrat

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.