Pemprov Jatim berharap, museum yang berada di Pacitan itu bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.
“Kalau semakin banyak yang wisata ke Pacitan kan, devisanya akan bertambah,” ujar Indartato.
Namun, berbeda dengan pemberitaan yang selama ini beredar, ternyata dana hibah senilai Rp9 miliar itu meski telah dicairkan Pemprov Jatim, tapi belum diserahkan ke Yudhoyono Foundation.
Indartato menegaskan, masih ada urusan administrasi yang perlu diselesaikan sebelum dana itu dikirim.
Baca juga : Usulkan DPR Revisi UU ITE, Jokowi: Hapus Pasal-pasal Karet!
“Alhamdulillah uangnya keluar. Keluarnya sesuai dengan peraturan Pemprov Jatim. Dan sampai hari ini uangnya belum diserahkan,” terang Indartato.
Museum dan Galeri SBY-ANI dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare di Jalan Lintas Selatan, Kelurahan Ploso, Pacitan. Luas total bangunan museum sekitar 7.500 meter persegi.
Sementara itu, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio membernarkan Yudhoyono Foundation mendapatkan dana hibah dari Pemprov Jatim untuk pembangunan museum di Pacitan.
Baca juga : Kabar Terkini Banjir Bandang dan Longsor Nganjuk, Tim SAR Surabaya Evakuasi 26 Korban Tertimbun
Meski begitu, Renville memastikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah meminta dana tersebut.
“Pak SBY tidak pernah meminta dana tersebut, kami justru berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan Pemkab Pacitan,” kata Renville di Surabaya, Selasa (16/2/21).
Meski untuk pembangunan museum kepresidenan, SBY tak pernah secara resmi meminta dana kepada Pemerintah.
“Kami tidak pernah mengirim surat, atau mengirim proposal untuk pembangunan museum,” jelasnya.
Baca juga : Satreskrim Polres Blora Tangkap Pelaku Pembalakan Liar dan Penganiaayan Mantri Hutan
Menurutnya, Pemprov Jawa Timur justru berharap agar pembangunan museum tersebut bisa menunjang pariwisata di Pacitan.










