TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›AS dan Taliban akan Bertemu untuk Pertama Kalinya

AS dan Taliban akan Bertemu untuk Pertama Kalinya

By Bagas F Sinaga
10 Oktober 2021
383
0
AS dan Taliban akan Bertemu untuk Pertama Kalinya

TIKTAK.ID – Pejabat senior Taliban dan perwakilan AS akan mengadakan pembicaraan pada Sabtu dan Minggu ini terkait kelompok-kelompok ekstremis di Afghanistan dan evakuasi warga asing dan warga Afghanistan dari negara itu, kata para pejabat dari kedua belah pihak.

Ini adalah pertemuan pertama sejak pasukan AS menarik diri dari Afghanistan pada akhir Agustus, mengakhiri pendudukan mereka selama 20 tahun di sana, dan kebangkitan Taliban ke tampuk kekuasaan di negara itu. Pembicaraan akan berlangsung di Doha, Ibu Kota negara Teluk Persia, Qatar.

Jubir Taliban yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen mengatakan kepada The Associated Press pada Sabtu (9/10/21) bahwa pembicaraan juga akan meninjau kembali perjanjian damai yang ditandatangani Taliban dengan Washington pada 2020. Perjanjian tersebut telah membuka jalan bagi AS untuk menarik pasukannya dari Afghanistan.

“Ya ada pertemuan… tentang hubungan bilateral dan implementasi perjanjian Doha,” kata Shaheen. “Ini mencakup berbagai topik.”

Persoalan tentang terorisme juga akan menjadi topik dalam pembicaraan, kata seorang pejabat kedua yang berbicara dengan syarat anonim karena dia merasa tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan, kelompok ISIS telah meningkatkan serangan terhadap Taliban, serta etnis dan agama minoritas. Pada Jumat kemarin seorang pembom bunuh diri ISIS menewaskan sedikitnya 46 minoritas Muslim Syiah dan melukai puluhan lainnya dalam serangan paling mematikan sejak Taliban berkuasa.

ISIS telah melakukan serangan tanpa henti terhadap Muslim Syiah di negara itu sejak muncul di Afghanistan timur pada tahun 2014. ISIS juga dipandang sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat.

Perjanjian AS-Taliban tahun 2020, yang dinegosiasikan oleh Pemerintahan Trump, menuntut Taliban memutuskan hubungan dengan kelompok teroris dan menjamin Afghanistan tidak akan lagi menampung teroris yang dapat menyerang Amerika Serikat dan sekutunya.

Tampaknya pasti kedua belah pihak akan membahas dalam pembicaraan akhir pekan bagaimana mengatasi ancaman yang berkembang. Taliban mengatakan mereka tidak menginginkan bantuan anti-terorisme AS dan telah memperingatkan Washington terhadap apa yang disebut serangan “over-the-horizon” di wilayah Afghanistan dari luar perbatasan negara itu.

Amerika Serikat, sementara itu, akan berusaha untuk membuat para pemimpin Taliban berkomitmen bahwa mereka akan mengizinkan orang Amerika dan warga negara asing lainnya meninggalkan Afghanistan, bersama dengan orang Afghanistan yang pernah bekerja untuk militer atau Pemerintah AS dan sekutu Afghanistan lainnya, kata seorang pejabat AS.

Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara tentang pertemuan tersebut.

Pemerintahan Biden telah mempertanyakan dan mengeluhkan lambatnya evakuasi yang difasilitasi AS dari Afghanistan yang dikuasai Taliban sejak penarikan pasukan AS.

Jubir Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan pada Kamis kemarin bahwa 105 warga AS dan 95 pemegang kartu hijau telah meninggalkan negara itu dalam penerbangan yang difasilitasi oleh AS. Jumlah itu tidak berubah selama lebih dari seminggu.

Lusinan warga Amerika masih berusaha untuk keluar, menurut Departemen Luar Negeri, bersama dengan ribuan pemegang kartu hijau dan warga Afghanistan serta anggota keluarga yang diyakini memenuhi syarat untuk mendapatkan visa AS.

Para pejabat AS telah menyebutkan kesulitan memverifikasi manifes penerbangan tanpa ada pejabat Amerika di lapangan di Afghanistan untuk membantu, bersama dengan penangguhan lainnya.

TagsAfghanistanAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahTaliban

Related articles More from author

  • Pemimpin Tertinggi Iran Kecam Dukungan Bodoh Emmanuel Macron kepada Penghina Nabi
    Internasional

    Pemimpin Tertinggi Iran Kecam Dukungan Bodoh Emmanuel Macron kepada Penghina Nabi

    31 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sangkal Tuduhan Trump Soal Asal Mula Virus Corona, Pejabat Laboratorium Wuhan Angkat Suara
    Internasional

    Sangkal Tuduhan Trump Soal Asal Mula Virus Corona, Pejabat Laboratorium Wuhan Angkat Suara

    22 April 2020
    By Bagas F Sinaga
  • China: AS Menghina Pengorbanan Rakyat China
    Internasional

    China: AS Menghina Pengorbanan Rakyat China

    22 Maret 2020
    By William Putra Wijaya
  • Mantan Inspektur Senjata PBB: Eropa Berkhianat Kepada Iran
    Internasional

    Mantan Inspektur Senjata PBB: Eropa Berkhianat Kepada Iran

    16 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Covid-19 Mulai Merangsek ke Area Gedung Putih, Tingkatkan Kekhawatiran Trump dan Keluarganya Menyusul Tertular
    Internasional

    Covid-19 Mulai Merangsek ke Area Gedung Putih, Tingkatkan Kekhawatiran Trump dan Keluarganya Menyusul Tertular

    11 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Presiden China Ingatkan Dunia Terutama AS Tak Bawa Asia-Pasifik Kembali ke Era Perang Dingin
    Internasional

    Presiden China Ingatkan Dunia Terutama AS Tak Bawa Asia-Pasifik Kembali ke Era Perang Dingin

    13 November 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Apple Tuntut NSO Group Asal Israel
    Internasional

    Apple Tuntut NSO Group Asal Israel

  • Moskow: AS dan NATO Panggil Warga Rusia yang Berinteraksi dengan Diplomat di Luar Negeri
    Internasional

    Moskow: AS dan NATO Panggil Warga Rusia yang Berinteraksi dengan Diplomat di Luar Negeri

  • Jokowi Tegaskan Indonesia Tak Bisa Didikte Negara Mana pun, tapi Siap Kontribusi bagi Dunia
    Nasional

    Jokowi Tegaskan Indonesia Tak Bisa Didikte Negara Mana pun, tapi Siap Kontribusi bagi Dunia

  • Ma'ruf Amin Sebut Amerika dan China Mulai Berdialog, KTT G-20 di Bali Berhasil?
    Nasional

    Ma’ruf Amin Sebut Amerika dan China Mulai Berdialog, KTT G-20 di Bali Berhasil?

  • Sukses di ‘The Glory’, Lim Ji Yeon Digaet ‘Tale of Mrs Ok’
    Selebriti

    Sukses di ‘The Glory’, Lim Ji Yeon Digaet ‘Tale of Mrs Ok’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.