
TIKTAK.ID – Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menyikapi pencegahan virus Corona memang harus diakui lebih baik ketimbang Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.
Meski Mardani enggan berburuk sangka, tapi faktanya Pemerintah memang terlambat memberikan kabar terkait masuknya virus Corona ke Indonesia.
“Anies Baswedan justru proaktif serta bersikap profesional. Daripada apa yang publik lihat dari Menkes. Saya tidak mau su’uzan (buruk sangka), namun gugus tugas dan protokol penanganan belum tersosialisasi pada semua pihak, bahkan Pemda (Pemerintah Daerah),” ujar Mardani kepada Tagar, Rabu (4/3/20).
Mardani lalu menyoroti langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura dalam pencegahan virus Corona di negaranya. Menurutnya, Negeri Singa itu melakukan langkah-langkah taktis, yang bahkan diapresiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedangkan langkah Indonesia justru dipertanyakan.
Baca juga: Rocky Gerung: Percuma Saja Bully Anies Kalau Faktanya Tak Ada Kandidat Sekuat Anies
“Kita lain dengan Singapura yang dapat ditangani Kemenkesnya. Kita butuh serta wajib melibatkan Pemda,” ujarnya.
Anggota Komisi II DPR ini menuturkan, Menkes Terawan sepatutnya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna memerintahkan seluruh stakeholder bersinergi melakukan pencegahan Corona berkembang.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










