
TIKTAK.ID – Beberapa hari ke depan, proses karantina dan observasi 238 WNI yang berada di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau akan segera berakhir. Para WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China ini pun siap untuk dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
“Hingga hari ini, semuanya berada dalam keadaan sehat dan tidak ada keluhan yang mengarah ke infeksi virus Corona (COVID-19),” ungkap Kepala Rumah Sakit Integrasi TNI Natuna, dr. Randy Zainubun, FS, SpEM, saat dihubungi Alodokter pada hari Rabu (12/2/20).
Berdasarkan keterangan dr. Randy, sejak awal karantina, tidak ada keluhan kesehatan serius yang dialami oleh ke-238 WNI yang dikarantina.
“Beberapa ada yang mengeluhkan gatal, alergi, atau keluhan kesehatan kulit lainnya. Tapi itu bisa langsung ditangani oleh tim kesehatan di sini,” terangnya.
Randy mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait proses pemulangan para WNI. Pasalnya, Pemerintah akan memastikan bahwa para WNI yang dipulangkan dari Wuhan ini berada dalam kondisi yang sehat dan bebas dari virus Corona, sehingga bisa kembali berbaur dengan masyarakat.
“Jadi, setelah masa karantina dan observasi ini selesai, saudara-saudara kita ini akan diperiksa kembali kesehatannya secara menyeluruh sebelum mereka kembali ke rumah dan keluarganya masing-masing,” tambahnya.
Menjelang selesainya karantina dan observasi, banyak hal yang telah dipersiapkan Pemerintah.
Selain memastikan bahwa para WNI yang dipulangkan dari Wuhan ini dalam kondisi sehat, Pemerintah juga telah menyiapkan pesawat dan prasarana lainnya untuk pemulangan mereka.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










