
TIKTAK.ID – Pameran otomotif Indonesia berskala internasional pertama pada 2020, akan digelar April mendatang. Pameran bernama Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 itu seharusnya bisa menjadi panggung bagi Esemka untuk mengenalkan produknya ke masyarakat luas.
Saat peluncuran Infinite Programs IIMS 2020, di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (12/2/20), terdapat sekitar 20 nama Agen Pemegang Merek (APM) yang dirilis oleh PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS 2020. Namun, dari 20 APM tersebut, tidak ada nama Esemka.
Esemka sendiri merupakan merek mobil nasional, yang sudah diperkenalkan di Indonesia sejak akhir 2019 lalu. Saat itu, Esemka melakukan pengenalan produk di pabriknya di Boyolali, Jawa Tengah.
Baca juga: Terungkap, Ternyata ini Penyebab Jokowi Telat Respons Kasus Gereja Karimun dan Musala Minahasa
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, mengaku pihaknya sudah mengundang Esemka supaya bisa berpartisipasi di pameran otomotif tahunan itu. Namun, ia mengatakan respons Esemka selalu normatif.
Menurut dia tim pemasaran Dyandra sudah berulang kali memberi penawaran kepada Esemka, namun jawaban yang diperoleh tetap sama. Hendra bilang ada dua perwakilan Esemka yang dihubungi pihak Dyandra terkait IIMS 2020.
“Ya begitu mereka kami tawari, menolak tidak dan mengiyakan juga tidak. Setiap di-follow up sama tim pasti jawabannya sedang dipelajari pimpinan,” ungkap Hendra yang lebih akrab dipanggil Kohen itu di Jakarta, Kamis (13/2/20).
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










