
MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menargetkan pembangunan Puskesmas Glugur Darat di Kecamatan Medan Timur selesai pada minggu ketiga Desember 2026. Target itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi proyek di Jalan Pendidikan, Kamis (24/9).
Dari hasil peninjauan, bangunan lama puskesmas sudah dibongkar dan pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap pemasangan fondasi. Kehadiran wali kota di lokasi merupakan cara untuk memastikan progres pembangunan tetap sesuai jadwal yang ditetapkan.
Salah Satu dari Tiga Puskesmas Baru di Medan
Puskesmas Glugur Darat menjadi satu dari tiga fasilitas kesehatan baru yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Dua lainnya adalah Puskesmas Jalan Bunga Melati di Medan Tuntungan dan Puskesmas Jalan Rengas Pulau di Medan Marelan.
Ketiganya dirancang dengan spesifikasi yang serupa: bangunan dua lantai dengan luas sekitar 1.200 meter persegi dan dilengkapi unit gawat darat (IGD) yang beroperasi 24 jam. Keberadaan IGD nonstop ini diharapkan mampu memperluas akses layanan darurat bagi warga di sekitar masing-masing puskesmas.
Selama masa pembangunan berlangsung, pelayanan Puskesmas Glugur Darat dipindahkan sementara ke Jalan Mustafa No. 4, Medan, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa terputus.
“Pembenahan puskesmas bukan hanya bangunannya, tetapi juga kualitas pelayanannya. Kami ingin wajah dunia kesehatan Kota Medan semakin baik,” ujar Rico.
Operasional IGD 24 Jam Diterapkan Bertahap
Terkait rencana operasional IGD selama 24 jam, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Syahputra Pulungan, menjelaskan bahwa penerapannya akan dilakukan secara bertahap. Penahapan tersebut menyesuaikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), mulai dari dokter hingga tenaga kesehatan pendukung.
Dengan kata lain, meski fisik bangunan segera rampung, keberlangsungan layanan gawat darat nonstop tetap bergantung pada kesiapan personel medis di lapangan. Pendekatan bertahap ini dinilai lebih realistis agar kualitas layanan tetap terjaga sejak hari pertama IGD beroperasi penuh.
Selain Membangun Baru, 28 Puskesmas Direhabilitasi
Pembangunan tiga puskesmas baru bukan satu-satunya program yang sedang dijalankan Pemkot Medan. Pemerintah kota juga melakukan rehabilitasi 28 puskesmas lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan.
Rico menegaskan bahwa peningkatan fasilitas fisik harus selaras dengan peningkatan kualitas tenaga kesehatan. Hal itu mencakup kompetensi personel, standar pelayanan, serta pemenuhan kebutuhan SDM di setiap puskesmas.
Bagi warga, wali kota juga membuka ruang partisipasi. Ia meminta masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan pelayanan tenaga kesehatan yang tidak baik, agar penanganan dan evaluasi dapat segera dilakukan.
“Kalau tenaga medisnya tidak bagus, tinggal laporkan ke kita. Kita benahi,” pungkas Rico.
Makna bagi Warga Medan Timur
Bagi masyarakat Glugur Darat dan sekitarnya, rampungnya puskesmas baru ini diharapkan membawa perubahan nyata: gedung yang lebih layak, layanan yang lebih lengkap, dan IGD yang siap melayani sepanjang hari. Namun sebagaimana disebutkan wali kota, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari bangunan yang megah, melainkan dari pengalaman masyarakat saat dilayani.
Dengan target rampung Desember 2026, masyarakat tinggal menunggu progres pekerjaan di lapangan. Laporan warga, baik berupa apresiasi maupun kritik atas layanan, akan menjadi bahan evaluasi Pemkot Medan dalam membenahi dunia kesehatan di kota ini.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










