TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Keputusan Anies Sering Dicap Kontroversial, Benarkah Akibat Tanpa Partai dan Wagub?

Keputusan Anies Sering Dicap Kontroversial, Benarkah Akibat Tanpa Partai dan Wagub?

By Rusli Qomar
3 Februari 2020
858
0

TIKTAK.ID – Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sering menuai kontroversi. Mulai dari penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta, hingga yang terbaru revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) yang dikritik banyak pihak.

Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai Anies memang terkesan tergopoh-gopoh dalam memimpin DKI Jakarta. Menurutnya, hal itu akibat beberapa faktor.

Pertama, kata Wasisto, sejak awal diusung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera di Pilkada DKI Jakarta, Anies dan Sandiaga Uno tidak difavoritkan. Ia menyatakan elektabilitas Anies dan Sandi semula kalah dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Namun Anies dan Sandi bisa terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. Meski demikian, menurut Wasisto, Anies hanya ditempatkan sebagai kontestan elektoral dadakan yang tujuannya hanya mereduksi popularitas Ahok ketika itu.

“Karena sejak awal lebih kuat unsur politik praktisnya. Maka yang terjadi Anies juga ‘kaget’ ketika menang dan terpilih jadi gubernur,” ujar Wasisto seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Wasisto mengatakan Anies juga bukan tipikal pemimpin pengambil risiko, namun lebih pada seorang yang hanya punya ide atau gagasan. Ia menyatakan Anies terkadang antimainstream, yang tak sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga seakan tergopoh-gopoh merealisasikan ide.

Wasisto melanjutkan, faktor lainnya adalah Anies seperti memiliki sindrom inferior ketika dibandingkan dengan Ahok yang dianggap banyak pihak “berhasil” saat memimpin Jakarta. Sindrom inferior itu menurutnya terlihat dari Anies yang kerap terbentur sana-sini dan gagap dalam lobi-lobi sehingga dia sulit untuk mengeksekusi kebijakan maupun programnya.

“Dalam konteks ini, Anies seperti limbung untuk mengeksekusi kebijakan dan negosiasi dengan para pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal kebijakan,” kata Wasisto.

Ia menambahkan, hal ini semakin diperburuk dengan kondisi Anies tak punya partai. Anies bukan kader Gerindra dan PKS yang mengusungnya di Pilkada, meski selama ini dua partai itu kerap membela Anies.

Namun Gerindra dan PKS dianggap bukan sebagai penyokong utama. Kursi dua parpol itu juga bila digabungkan bukan mayoritas di DPRD, yakni 35 dari 106 kursi di DPRD.

Tidak hanya itu, Wasisto mengungkapkan Sandi yang mundur dari wakil gubernur Jakarta karena mengikuti Pilpres 2019, turut mempengaruhi kinerja Anies. Ia menyebut ketika masih ada Sandi, progam-program kampanye Anies sempat jalan. Namun ketika Sandiaga sibuk urusan Pilpres dan mundur dari wagub, Anies sepertinya “kedodoran” dalam kinerjanya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin berpendapat Anies perlu membuka komunikasi dengan partai politik pemilik kursi di DPRD DKI. Ia menyatakan komunikasi itu penting dilakukan Anies agar program kerja yang direncanakan bisa diterima dan akhirnya dapat dieksekusi.

“Hanya dengan itulah kebijakan-kebijakan Anies akan mudah diterima dan agar tak disalahkan terus oleh DPRD,” ucap Ujang.

Ia memaparkan banyak orang partai yang tak suka dengan Anies dan tak sedikit pula yang ingin menjatuhkannya. Terlebih Anies dikabarkan sebagai calon presiden potensial pada 2024 mendatang. Akibatnya, sedikit saja Anies melakukan kesalahan dalam mengeluarkan kebijakan, maka akan serta-merta langsung diserang secara rombongan.

TagsAniesAnies Rasyid BaswedanPilkada DKI Jakartaproyek reklamasirevitalisasi kawasan Monas

Related articles More from author

  • Pilkada 2022 Bakal Ditiadakan Hanya untuk Gagalkan Anies Baswedan? Begini Kata Refly Harun
    Nasional

    Pilkada 2022 Bakal Ditiadakan Hanya untuk Gagalkan Anies Baswedan? Begini Kata Refly Harun

    27 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Anies Ganti Istilah RSUD Jadi Rumah Sehat, Ketua DPRD DKI: Setop Kebijakan Ngawur!
    Nasional

    Anies Ganti Istilah RSUD Jadi Rumah Sehat, Ketua DPRD DKI: Setop Kebijakan Ngawur!

    5 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Anies Kembali Perpanjang Masa PSBB Transisi hingga 22 November, Apa Alasannya?
    Nasional

    Anies Kembali Perpanjang Masa PSBB Transisi hingga 22 November, Apa Alasannya?

    9 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Politisi NasDem Ungkap Sosok yang Biayai Anies Lakukan Safari Politik
    Nasional

    Survei Indopol: Anies Baswedan Puncaki Elektabilitas Capres 2024

    30 Desember 2022
    By Joni Sitohang
  • Ferdinand Soraki Anies yang Izinkan PKL Jualan di Trotoar
    Nasional

    Soal Banjir, Ferdinand Hutahaean Sebut Anies Baswedan Sesat Pikir

    29 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Puan Buka Suara Soal Naik Haji Bareng Anies Baswedan
    Nasional

    Puan Buka Suara Soal Naik Haji Bareng Anies Baswedan

    22 Juni 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pemuda Muhammadiyah Usulkan Jokowi Diberi Gelar 'Bapak Pemuda Indonesia'
    Nasional

    Pemuda Muhammadiyah Usulkan Jokowi Diberi Gelar ‘Bapak Pemuda Indonesia’

  • Petinggi PPP Beri Respons Usai Diisukan Duetkan Ganjar-Sandiaga di Pilpres 2024
    Nasional

    Petinggi PPP Beri Respons Usai Diisukan Duetkan Ganjar-Sandiaga di Pilpres 2024

  • Pengamat Ungkap Kenapa Prabowo Unggul di Jatim: Dukungan Kiai dan Ulama NU
    Nasional

    Pengamat Ungkap Kenapa Prabowo Unggul di Jatim: Dukungan Kiai dan Ulama NU

  • MAKI Minta Tiket Rp90 Juta per Penumpang Dibayar Kaesang, Usai KPK Tetapkan ‘Nebeng’ Jet Pribadi Bukan Gratifikasi
    Nasional

    MAKI Minta Tiket Rp90 Juta per Penumpang Dibayar Kaesang, Usai KPK Tetapkan ‘Nebeng’ Jet Pribadi Bukan Gratifikasi

  • Samsung Luncurkan Family Hub, Kulkas Pintar dengan Layar Ukuran Tablet
    Teknologi

    Samsung Luncurkan Family Hub, Kulkas Pintar dengan Layar Ukuran Tablet

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.