TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anggota DPR Sentil Pemerintah soal Bechi Bebas di Kasus Cabuli Santri

Anggota DPR Sentil Pemerintah soal Bechi Bebas di Kasus Cabuli Santri

By Johan Arif
22 September 2026
0
0
Anggota DPR Sentil Pemerintah soal Bechi Bebas di Kasus Cabuli Santri

Anggota DPR-RI Komisi XIII, Rieke Diah Pitaloka, meminta Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Kemenimipas) tidak menutup-nutupi proses pembebasan bersyarat Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, anak kiai yang terpidana kasus cabul terhadap santri. Tuntutan itu ia sampaikan lewat keterangan tertulis, Senin (21/9).

Remisi Bechi Belum Dibuka untuk Publik

Menurut Rieke, sejauh ini Kemenimipas belum mengungkapkan kepada publik soal pengurangan masa hukuman atau remisi yang telah diterima Bechi. Karena itu, ia meminta seluruh detail proses tersebut dibuka, mulai dari total remisi yang diberikan, waktu pemberiannya, dasar setiap pengurangan, hingga instrumen asesmen yang dipakai untuk menyatakan bahwa tingkat risiko Bechi menurun.

Korban Dilaporkan Tak Mendapat Informasi Pembebasan

Rieke juga menyatakan kekecewaannya karena Kemenimipas tidak memberitahukan informasi pembebasan Bechi kepada korban. Ia mengutip laporan bahwa korban yang kini berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tidak menerima kabar apa pun mengenai pembebasan tersebut.

Sikap LPSK sendiri sejalan dengan pandangan Rieke. Lembaga itu menilai informasi mengenai pembebasan terpidana merupakan hak korban, dan ketentuan tersebut masih berlaku. Namun, di sisi lain, Kemenimipas berdalih bahwa pemberitahuan tidak diperlukan karena Bechi masih menyandang status pembebasan bersyarat.

Bagi Rieke, perbedaan penafsiran antara kedua lembaga ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menegaskan persoalan tersebut wajib dijelaskan, sebab reintegrasi pelaku tidak boleh menghapus hak korban untuk memperoleh keamanan dan informasi.

Tiga Tuntutan untuk Ditjen Pemasyarakatan

Lebih jauh, Rieke menyampaikan tiga tuntutan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

1. Buka Peta Nasional Pelaku Kekerasan Seksual

Tuntutan pertama adalah membuka peta nasional pelaku kekerasan seksual di seluruh lapas hingga rutan. Data yang diminta mencakup jumlah tahanan dan narapidana, pasal yang dipakai dalam pemidanaan, lamanya pidana, lokasi lapas atau rutan tempat mereka mendekam, remisi yang diterima, jumlah yang memperoleh pembebasan bersyarat, hingga yang sedang menjalani pembimbingan di balai pemasyarakatan (bapas).

Meski begitu, Rieke menekankan bahwa data korban serta data pribadi yang dilindungi tetap harus dirahasiakan. Yang perlu dibuka secara transparan hanyalah data pemidanaan, agar pengawasan oleh DPR dan publik dapat berjalan.

2. Audit Kasus Bechi

Khusus untuk kasus Bechi, ia meminta dilakukan audit serta rincian atas remisi yang diberikan, asesmen risiko, dasar pembebasan bersyarat, dan pengawasan terhadap Bechi sejak Agustus 2025.

3. Protokol Khusus sebelum Pidana Kerja Sosial

Tuntutan ketiga berkaitan dengan penerapan pidana kerja sosial. Rieke ingin ditetapkan protokol khusus beserta exclusion criteria sebelum jenis pidana itu diterapkan pada kasus kekerasan seksual.

Sebenarnya, ia mendukung pidana kerja sosial dan pidana non-penjara sebagai bagian dari pembaruan sistem pemidanaan. Namun, ia mengingatkan bahwa overkapasitas lapas tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlonggar pemidanaan kekerasan seksual, setidaknya sampai sistem, asesmen, data, dan pengawasan benar-benar siap.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Nasional

    Anies Potong 25 Persen Tunjangan PNS DKI Akibat Covid-19

    3 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Barikade 98 Jatim Dukung Erick Thohir Maju Capres 2024
    Nasional

    Barikade 98 Jatim Dukung Erick Thohir Maju Capres 2024

    31 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Pidato Gibran di YouTube Ditonton Hampir Sejuta kali dan Panen Komentar
    Nasional

    Pidato Gibran di YouTube Ditonton Hampir Sejuta kali dan Panen Komentar

    13 November 2024
    By Joni Sitohang
  • Prabowo Didesak Buka-Bukaan Soal Anggaran Super Besar Alpalhankam Rp1.700 Triliun
    Nasional

    Prabowo Didesak Buka-Bukaan Soal Anggaran Super Besar Alpalhankam Rp1.700 Triliun

    10 Juni 2021
    By Johan Arif
  • Puan Ingatkan Anak Muda Harus Punya Etika, Sindir Gibran?
    Nasional

    Puan Ingatkan Anak Muda Harus Punya Etika, Sindir Gibran?

    1 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Iluni dan BEM UI Kecam Pengeroyokan terhadap Ade Armando
    Nasional

    Iluni dan BEM UI Kecam Pengeroyokan terhadap Ade Armando

    13 April 2022
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Sederet Tokoh Nonparpol yang Masuk Bursa Capres 2024
    Nasional

    Sederet Tokoh Nonparpol yang Masuk Bursa Capres 2024

  • Mengerikan, Begini Prediksi Anies Soal Peningkatan Kasus Corona di DKI Hingga November
    Nasional

    Mengerikan, Begini Prediksi Anies Soal Peningkatan Kasus Corona di DKI Hingga November

  • Anies Ridwan Kamil dan Wahidin Mangkir Rapat Banjir
    Nasional

    Mangkir Rapat Bahas Banjir di DPR, Anies, Ridwan Kamil dan Wahidin Dicap Tak Punya Hati

  • Mantan Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansur Hadi
    Internasional

    WSJ Sebut Mantan Presiden Yaman Menjadi Tahanan Rumah di Saudi

  • Sebut Jokowi dalam Misi Perdamaian Dunia, PBNU Minta Masyarakat Dukung dan Berdoa
    Nasional

    Sebut Jokowi dalam Misi Perdamaian Dunia, PBNU Minta Masyarakat Dukung dan Berdoa

Artikel Terbaru

  • Putin Konfirmasi Dialog Rusia-AS-Ukraina Digelar di Abu Dhabi Pekan Depan 7 November 2026
  • Senyum Bahlil Usai Ditelepon Prabowo di Tengah Pidato Gubernur Maluku 7 November 2026
  • KDM Soroti Kasus Jari Karyawati di Cikarang Putus Terjepit Mesin 7 November 2026
  • DKPP Terima 5 Aduan Terhadap KPU Terkait Syarat Pencalonan Gibran 7 November 2026
  • Politikus NasDem dan Demokrat Bakal Berebut Kursi Wagub Sulbar 7 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,062)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,322)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.