TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›98 Resolution Network Bicara Kekuatan Senyap Daur Ulang Aksi Agustus 2025

98 Resolution Network Bicara Kekuatan Senyap Daur Ulang Aksi Agustus 2025

By Adam Humain
26 Agustus 2026
0
0
98 Resolution Network Bicara Kekuatan Senyap Daur Ulang Aksi Agustus 2025

98 Resolution Network: Ada Kekuatan Senyap Daur Ulang Aksi Agustus 2025 Jelang Demo 27 Agustus

Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menilai demonstrasi yang digelar di Jakarta pada 27 Agustus 2026 dengan tema pemberantasan korupsi justru sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Meski begitu, ia mencium adanya kekuatan senyap yang berusaha mendaur ulang suasana aksi Agustus 2025 menjelang agenda tersebut.

Aksi 27 Agustus Dinilai Sejalan dengan Kebijakan Prabowo

Saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (26/8/2026), Haris mengatakan tuntutan yang diusung massa pada aksi 27 Agustus 2026, mulai dari pemberantasan korupsi hingga penyitaan aset koruptor, masih selaras dengan tekad serta arah kebijakan Presiden Prabowo.

Menurutnya, langkah yang diambil kepala negara bahkan tergolong sangat mendasar dan melampaui apa yang diminta gerakan massa. Ia menyebut Prabowo berupaya menutup celah kebocoran kekayaan negara, termasuk dengan menyita aset hasil korupsi milik oligarki di sektor pertambangan, kehutanan, dan lahan.

Haris menambahkan bahwa Presiden tidak membelakangi aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu buktinya adalah penindakan tegas terhadap pelaku korupsi program Makan Bergizi Gratis, sekaligus aparat penegak hukum yang menyalahgunakan kewenangan demi memperkaya diri sendiri.

Ia juga menilai tata kelola program MBG yang sempat dikritik berbagai kalangan kini mengalami perbaikan cukup signifikan secara bertahap berkat pergantian pimpinan.

Kekuatan Senyap Daur Ulang Suasana Aksi Agustus 2025

Di sisi lain, Haris menilai cara memilih momentum dan isu untuk aksi 27 Agustus itu terkesan sangat provokatif. Ia menduga ada kelompok kekuatan senyap yang obsesif ingin menghidupkan kembali suasana aksi Agustus 2025, peristiwa yang justru meninggalkan duka. Pengemudi ojek online Affan Kurniawan menjadi salah satu korban jiwa, disertai rangkaian kerusuhan dan penjarahan rumah sejumlah pejabat saat itu.

Haris menyebut fenomena ini sebagai gejala halusinasi politik dari segelintir pihak yang mengkampanyekan kekacauan sosial dengan menumpangi gerakan massa. Tujuannya, kata dia, membangun krisis kepercayaan sekaligus mendelegitimasi kebijakan progresif dan populis Presiden Prabowo. Haris sendiri bukan figur baru di kubu pemerintahan karena pernah dipercaya sebagai Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran.

Momentum Wafatnya Affan Kurniawan Sengaja Ditumpangi

Hal lain yang mencurigakan bagi Haris adalah pemilihan momentum satu tahun wafatnya Affan Kurniawan. Menurut dugaannya, momen duka itu sengaja dipakai untuk memancing amarah para driver ojol dan masyarakat luas agar terjebak dalam pembangkangan sosial.

Meski demikian, ia optimistis komunitas driver ojol tidak akan mudah terprovokasi. Alasannya, DPR RI bersama pemerintahan Prabowo telah mengakomodasi berbagai tuntutan mereka. Bahkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tercatat beberapa kali menerima dan mendengar langsung aspirasi yang dibawa delegasi komunitas driver ojol.

Waspadai Teknik Information Laundering Jelang Aksi Massa

Pada kesempatan yang sama, Haris mengingatkan publik soal teknik information laundering atau pencucian informasi. Metode ini dipakai untuk mencuci dan mendaur ulang disinformasi guna menebar hasutan serta provokasi kepada masyarakat. Ia menduga kekuatan senyap tersebut sedang menerapkannya demi memanaskan situasi menjelang aksi massa 27 Agustus 2026.

Cara kerjanya, konten disinformasi atau berita palsu terlebih dahulu diorkestrasi secara masif oleh akun-akun media sosial. Setelah tersebar, narasi palsu itu kemudian dicuci agar tampak kredibel dengan jalur penyebarannya dialihkan ke saluran media arus utama atau mainstream. Dengan begitu, hoaks yang semula lahir dari media sosial dapat terlihat sah di mata publik karena seolah diliput media besar.

Haris menuturkan, disinformasi dan berita palsu sesungguhnya merupakan kontennya sendiri, sementara pencucian informasi adalah proses membungkus konten itu supaya tampak meyakinkan di hadapan masyarakat.


📄 File tersimpan: /root/jarvis-agents/articles/98-resolution-network-kekuatan-senyap-daur-ulang-aksi-agustus-2025.md (~550 kata)

Sumber: detik.

Related articles More from author

  • Peran Penting Jokowi di Balik Ditekennya Perjanjian Dagang 15 Negara
    Nasional

    Peran Penting Jokowi di Balik Ditekennya Perjanjian Dagang 15 Negara

    17 November 2020
    By Joni Sitohang
  • RI Capai Lonjakan Kasus Covid-19 Tertinggi di Era New Normal, Jokowi Akui 'Sudah Lampu Merah Lagi'
    Nasional

    RI Capai Lonjakan Kasus Covid-19 Tertinggi di Era New Normal, Jokowi Akui ‘Sudah Lampu Merah Lagi’

    10 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Riza Patria: Pertemuan Anies dengan 7 Fraksi Tak Bahas Upaya Cegah Interpelasi
    Nasional

    Riza Patria: Pertemuan Anies dengan 7 Fraksi Tak Bahas Upaya Cegah Interpelasi

    30 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • SBY Berpesan ini ke Penguasa, Apa Maksudnya?
    Nasional

    SBY Berpesan ini ke Penguasa, Apa Maksudnya?

    1 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • MUI Jabar Kritik Wali Kota Bandung Usai Peresmian Gedung ANNAS Ramai Kecaman
    Nasional

    MUI Jabar Kritik Wali Kota Bandung Usai Peresmian Gedung ANNAS Ramai Kecaman

    1 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Lembaga Survei Ungkap Penolakan Publik Bantah Big Data Luhut
    Nasional

    Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Lembaga Survei Ungkap Penolakan Publik Bantah Big Data Luhut

    16 Maret 2022
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Nasib Donasi yang Masih Dikelola Setelah ACT Dilarang Pemerintah
    Nasional

    Nasib Donasi yang Masih Dikelola Setelah ACT Dilarang Pemerintah

  • Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung
    Tips & Tutorial

    Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung

  • Tips Cegah Kelebihan Gula Saat Musim Liburan
    Tips & Tutorial

    Tips Cegah Kelebihan Gula Saat Musim Liburan

  • PPP Upayakan Sandiaga Diumumkan Jadi Cawapres Ganjar Bulan Depan
    Nasional

    PPP Upayakan Sandiaga Diumumkan Jadi Cawapres Ganjar Bulan Depan

  • Benarkah WHO Kurang Yakin dengan Vaksin Covid-19, Ini Penjelasannya
    Internasional

    Benarkah WHO Kurang Yakin dengan Vaksin Covid-19, Ini Penjelasannya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.