TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Prabowo: Ciri Negara Gagal adalah Bila Tentara dan Polisinya Gagal

Prabowo: Ciri Negara Gagal adalah Bila Tentara dan Polisinya Gagal

By Joni Sitohang
4 Februari 2025
241
0
Prabowo: Ciri Negara Gagal adalah Bila Tentara dan Polisinya Gagalv

TIKTAK.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa salah satu ciri negara gagal dapat dilihat dari kondisi tentara dan polisinya.

“Karena itu biasanya ciri khas negara yang gagal yakni tentara dan polisi yang gagal,” ujar Prabowo di hadapan ratusan prajurit TNI-Polri dalam acara Rapim TNI-Polri di gedung The Tribrata, Jakarta, pada Kamis (30/1/25), seperti dilansir CNN Indonesia.

Prabowo menyebut tentara dan polisi adalah bagian dari negara yang punya kekuasaan khusus. Salah satunya, kata Prabowo, dibekali kekuasaan untuk memegang monopoli fisik dan senjata. Dia menilai kekuasaan yang dipegang polisi dan tentara ini sangat besar.

Baca juga : PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Pagar Laut Tangerangv

Kemudian Prabowo mengingatkan kalau rakyat menuntut dedikasi tinggi dari setiap prajurit TNI dan Polri, lantaran merekalah yang menggaji dan menghidupi para aparat tersebut dari uang pajak.

“Rakyat yang memberi makan kepada tentara dan polisi, dan rakyat juga yang memberi kuasa kepada tentara dan polisi untuk memegang monopoli senjata,” ungkap Prabowo.

“Saudara-saudara diharapkan dituntut dari Saudara-saudara pengabdian yang setinggi-tingginya. Diberi kekuasaan ke Saudara artinya rakyat kita menuntut dari Saudara-saudara dedikasi yang sangat tinggi, serta pengorbanan yang sangat tinggi,” imbuh Prabowo.

Baca juga : Kejagung Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Penerbitan HGB Pagar Laut Tangerang

Prabowo lantas menyebut pangkat tinggi yang dipegang oleh prajurit TNI/Polri artinya penghormatan dari rakyat. Pasalnya, lanjut Prabowo, rakyat menyerahkan nasib keamanan dan perlindungan jiwa raganya kepada prajurit TNI/Polri.

“Bila Saudara-saudara berani menggunakan pangkat Jenderal, artinya saudara harus yang pertama berani memberi nyawa Saudara untuk kepentingan bangsa dan negara. Itu arti pangkat yang diberikan,” tegas Prabowo.

Di sisi lain, sejumlah kalangan menyorot kinerja 100 hari Pemerintahan Prabowo. Mereka khawatir lantaran melihat Pemerintahan Prabowo berusaha menghidupkan kembali militerisme dan melanggengkan impunitas negara dalam hal penegakan hak asasi manusia (HAM).

Baca juga : Nilai Penegak Hukum Takut Tindak HGB Pagar Laut, Mahfud MD: Mencurigakan

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritik Prabowo yang melibatkan begitu banyak personel militer dalam menjalankan proyek-proyek ambisius pemerintahannya. Dalam rentang 100 hari kepemimpinannya, Prabowo memberikan ruang kepada militer untuk merangsak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

YLBHI melaporkan pengerahan tentara melalui pembentukan kesatuan batalyon infanteri (Yonif) atau Yonif Penyangga Daerah Rawan di lima daerah Papua untuk mendukung proyek mercusuar Food Estate Merauke. Mobilisasi militer turut dikerahkan dalam proyek PSN Rempang Eco City lewat pertemuan BP Batam dengan Komando Resor Militer (Korem) 033 Wira Pratama.

“Pola-pola ini bakal diperluas ke proyek-proyek strategis nasional lainnya”, tulis YLBHI dalam kajian resmi mereka berjudul “Melangkah Mundur untuk Menghancurkan Demokrasi: Catatan 100 Hari Kekuasaan Rezim Prabowo” yang dirilis pada Jumat (20/1/25) lalu, mengutip Tempo.co.

TagsPolriPrabowoPresiden PrabowoTNITNI/PolriYLBHI

Related articles More from author

  • Ajudan Pribadi Prabowo Bocorkan Rencana Bosnya Tangani Covid-19
    Nasional

    Ajudan Pribadi Prabowo Bocorkan Rencana Bosnya Tangani Covid-19

    6 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Ternyata Gibran Belum Urus SKCK di Polda Jateng
    Nasional

    Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Ternyata Gibran Belum Urus SKCK di Polda Jateng

    22 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Pengamat: Manuver PSI Dukung Prabowo Atas Restu Jokowi
    Nasional

    Pengamat: Manuver PSI Dukung Prabowo Atas Restu Jokowi

    6 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Akui Tulis Perjanjian Anies-Prabowo, Fadli Zon: Itu Urusan Pilkada
    Nasional

    Akui Tulis Perjanjian Anies-Prabowo, Fadli Zon: Itu Urusan Pilkada

    8 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Yusril Sebut Putusan MK Bikin Aturan Jabatan Polisi Aktif Sah Secara Hukum
    Nasional

    Yusril Sebut Putusan MK Bikin Aturan Jabatan Polisi Aktif Sah Secara Hukum

    28 Januari 2026
    By Johan Arif
  • Demokrat Bocorkan 4 Kandidat Kuat Pendamping Prabowo di 2024, Tidak Ada Nama AHY
    Nasional

    Demokrat Bocorkan 4 Kandidat Kuat Pendamping Prabowo di 2024, Tidak Ada Nama AHY

    13 Oktober 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Hashim: Prabowo Marah Besar Dikhianati Edhy 'Si Anak Pungut dari Selokan'
    Nasional

    Adik Prabowo Garap Sejumlah Proyek di IKN Nusantara, Berapa Nilainya?

  • TIKTAK.ID - Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong
    Internasional

    Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong

  • Pilkada Serentak 2024, Masa Jabatan Anies Baswedan Bisa Diperpanjang
    Nasional

    Tanggapi Deklarasi Capres Dirinya, Anies: Kalau Belum Waktunya Jangan Adzan Dulu

  • Pramono Beberkan Dampak Kebijakan Pusat Pangkas Dana Transfer Daerah
    Nasional

    Pramono Beberkan Dampak Kebijakan Pusat Pangkas Dana Transfer Daerah

  • Lionel Messi: Usia Bikin Susah Main di Piala Dunia 2026
    Olahraga

    Lionel Messi: Usia Bikin Susah Main di Piala Dunia 2026

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.