TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Bandingkan Sistem Pileg Proporsional Terbuka dan Tertutup, PKB: Sama-sama Punya Celah Politik Uang

Bandingkan Sistem Pileg Proporsional Terbuka dan Tertutup, PKB: Sama-sama Punya Celah Politik Uang

By Joni Sitohang
12 Februari 2023
423
0
Bandingkan Sistem Pileg Proporsional Terbuka dan Tertutup, PKB: Sama-sama Punya Celah Politik Uang

TIKTAK.ID – Perdebatan mengenai sistem pemilihan legislatif (Pileg) yang paling ideal diterapkan di Indonesia, apakah proporsional terbuka atau tertutup, kini terus bergulir. Sementara perdebatan berkutat mengenai kelebihan masing-masing sistem, pandangan berbeda datang dari anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim.

Luqman menilai hal terpenting dalam memperbaiki sistem Pileg atau Pemilu yaitu menutup celah politik uang. Dia mengatakan kedua sistem Pileg itu sama-sama memiliki ruang untuk praktik culas tersebut.

Menurut Luqman, dalam sistem proporsional terbuka, politik uang terjadi di level akar rumput. Dia menyebut para calon anggota legislatif (Caleg) marak membeli suara pemilih atau memberikan uang supaya dirinya dipilih.

Baca juga : Paspamres Beri Bantahan Usai Pria Ngaku Dianiaya Saat Ingin Ketemu Jokowi

Luqman melanjutkan bahwa dalam sistem proporsional tertutup, politik uang terjadi di level elite. Dia menyatakan para Caleg memberikan uang kepada elite parpol agar dapat dicalonkan dan memperoleh nomor urut teratas. Untuk itu, dia mengaku tidak mempersoalkan sistem yang hendak dipakai, asalkan celah politik uangnya ditutup.

“Yang paling pokok yaitu bagaimana upaya-upaya untuk memastikan kedua pilihan sistem itu, celah politik transaksionalnya dapat ditutup dari sisi regulasi maupun penegakan hukum,” terang Luqman dalam sebuah diskusi daring, pada Kamis (9/2/23), seperti dilansir Republika.co.id.

Luqman menyatakan kecewa dengan sistem proporsional terbuka yang diterapkan sejak Pemilu 2009, lantaran membuka ruang politik uang di akar rumput. Namun dia tidak ingin kalau tiba-tiba kembali ke sistem proporsional tertutup, jika belum ada regulasi yang mampu menutup praktik politik uang di level elite.

Baca juga : JK Minta Aktivis Muda Sempurnakan urusan Duniawi Sebelum Terjun ke Politik, Kenapa?

“Bila tiba-tiba kembali balik ke proporsional tertutup tanpa menyempurnakan regulasi untuk mencegah praktik transnasional di level elite partai, itu artinya sama saja,” ucap Luqman.

Untuk diketahui, dalam sistem proporsional tertutup, pemilih hanya mencoblos partai. Pemenang kursi anggota dewan ditentukan oleh partai melalui nomor urut Caleg yang telah ditetapkan sebelum hari pencoblosan. Sistem tersebut digunakan sejak Pemilu 1955 hingga Pemilu 1999 silam.

Sementara dalam sistem proporsional terbuka, pemilih bisa mencoblos Caleg yang diinginkan ataupun partainya. Caleg yang memperoleh suara terbanyak akan memenangkan kursi parlemen. Sistem tersebut sudah diterapkan sejak Pemilu 2009 hingga Pemilu 2019.

TagsPilegPKB

Related articles More from author

  • Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Jazilul: Selanjutnya Gabung PKB
    Nasional

    Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Jazilul: Selanjutnya Gabung PKB

    4 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • Ketum Parpol Minta Rutin Bertemu Prabowo, Buat Apa?
    Nasional

    Ketum Parpol Minta Rutin Bertemu Prabowo, Buat Apa?

    8 November 2024
    By Joni Sitohang
  • Sandiaga Uno Mau Gabung ke Jokowi karena Isyarat Langit
    Nasional

    Sandiaga Uno Mau Gabung ke Jokowi karena Isyarat Langit

    29 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Tegaskan Koalisi Indonesia Raya Tak Pernah Bahas Duet Prabowo-Ganjar, PKB: Koalisi Semu, Tak Usah Dibahas Lagi
    Nasional

    Tegaskan Koalisi Indonesia Raya Tak Pernah Bahas Duet Prabowo-Ganjar, PKB: Koalisi Semu, Tak Usah Dibahas Lagi

    3 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Gerindra: Tergantung Gus Muhaimin
    Nasional

    Soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Gerindra: Tergantung Gus Muhaimin

    10 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Koreksi Pernyataan Yahya Staquf, Said Aqil: Tak Bisa Diingkari PKB Dilahirkan PBNU
    Nasional

    Koreksi Pernyataan Yahya Staquf, Said Aqil: Tak Bisa Diingkari PKB Dilahirkan PBNU

    10 September 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • BGN: Kasus Keracunan MBG Turun, tapi Belum ‘Zero Accident’
    Nasional

    BGN: Kasus Keracunan MBG Turun, tapi Belum ‘Zero Accident’

  • Soal 600 Akun Medsos Terindikasi Radikal Temuan BNPT, Ada yang Terkait Pendanaan Terorisme
    Nasional

    Soal 600 Akun Medsos Terindikasi Radikal Temuan BNPT, Ada yang Terkait Pendanaan Terorisme

  • TIKTAK.ID - Tak Kebagian Jatah Jabatan, Yusril Tetap Loyal Dukung Jokowi
    Nasional

    Tak Kebagian Jatah Jabatan, Yusril Tetap Loyal Dukung Jokowi

  • Beri Sambutan di Forum Ijtima Ulama MUI, Mahfud MD Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama
    Nasional

    Beri Sambutan di Forum Ijtima Ulama MUI, Mahfud MD Tegaskan Indonesia Bukan Negara Agama

  • Dukung 9 Kiai Sepuh soal Muktamar NU Ditunda, Panitia: Tak Ada Mudaratnya
    Nasional

    Dukung 9 Kiai Sepuh soal Muktamar NU Ditunda, Panitia: Tak Ada Mudaratnya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.