
TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengultimatum PT Pertamina untuk menyelesaikan pusat industri petrokimia yang terintegrasi dengan kilang minyak bekas PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jokowi memberi tenggat waktu hingga tiga tahun ke depan atau pada 2023.
“Saya sampaikan kepada Menteri BUMN, Direktur Utama Pertamina, dan Komisaris Utama Pertamina agar tidak lebih dari 3 tahun harus rampung semuanya. Mintanya tadi 4 tahun, tapi 3 tahun harus rampung semuanya,” tegas Jokowi seusai meninjau kilang minyak di Tuban, dilansir Bisnis.com, Sabtu (21/12/19).
Baca juga: Disindir Jokowi ‘Terlibat’ Kisruh Jiwasraya, Demokrat: SBY Sih Ketawa Aja
Jokowi mengatakan, kilang TPPI merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia. Rencananya, pusat industri di Tuban ini mengintegrasikan kilang petrokimia dengan salah satu kilang Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar di Indonesia. Produk yang dihasilkan tidak hanya BBM, seperti pertamax, premium, dan solar. Namun juga beragam produk petrokimia yang diperlukan industri, seperti paraxylene, yakni bahan baku utama purified terephthalic acid, olefin, dan toluene.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










