TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›PM Hongaria: Akibat Sanksi ke Rusia, Eropa dalam Masalah

PM Hongaria: Akibat Sanksi ke Rusia, Eropa dalam Masalah

By Bagas F Sinaga
25 Juli 2022
479
0
PM Hongaria: Akibat Sanksi ke Rusia, Eropa dalam Masalah

TIKTAK.ID – Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban mengatakan pada Sabtu (23/7/22), bahwa sanksi terhadap Rusia tak membuat Moskow runtuh, malah Eropa telah kehilangan empat Pemerintah di tengah krisis ekonomi dan politik.

“Strategi Barat seperti mobil dengan ban kempes di keempat rodanya… Sanksi tidak membuat Moskow tidak stabil. Eropa dalam masalah, secara ekonomi dan politik, dan empat Pemerintah telah menjadi korban: Inggris, Bulgaria, Italia, dan Estonia… Rakyat akan menghadapi kenaikan harga yang tajam. Dan bagian dunia yang lebih baik dengan sengaja tidak mendukung kami juga — China, India, Brasil, Afrika Selatan, dunia Arab, Afrika — semua orang menjauh dari konflik ini, mereka tertarik pada urusan mereka sendiri,” kata Orban, menyampaikan pidato di kota Baile Tusnad, Rumania, seperti yang dilansir Sputniknews.

Lebih lanjut, Orban mencatat bahwa konflik Ukraina kemungkinan akan “mengakhiri hegemoni Barat, yang dapat menyatukan dunia melawan seseorang” dan bahwa “tatanan global multipolar akan mengetuk pintu”.

Orban menegaskan bahwa Eropa membutuhkan strategi baru yang ditujukan untuk perdamaian dalam konflik Ukraina.

“Hongaria tidak boleh berada di bawah ilusi bahwa kita dapat memengaruhi strategi Barat. Namun demikian, adalah masalah kehormatan dan moralitas bagi kita untuk menyatakan posisi kita bahwa diperlukan strategi baru, yang tujuannya adalah perdamaian dan perdamaian, perumusan proposal yang baik untuk perdamaian. Tugas Uni Eropa bukan untuk memihak, tetapi untuk berdiri di antara Rusia dan Ukraina,” kata Orban di kota Baile Tusnad, Rumania.

Orban mencatat bahwa untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, Eropa sekali lagi tidak memiliki suara terkait masalah keamanan penting karena keputusan dibuat oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Perdamaian di Ukraina dapat dibangun hanya setelah negosiasi antara Rusia dan Amerika Serikat, dan Eropa telah kehilangan kesempatan untuk melakukan mediasi karena gagal memastikan pemenuhan perjanjian Minsk.

“Ketika kita berbicara tentang perang, itu menimbulkan pertanyaan: apa yang harus kita lakukan? Pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina tidak akan terjadi. Orang-orang yang menunggu mereka, mereka menunggu dengan sia-sia. Rusia menginginkan jaminan keamanan, yaitu mengapa hanya pembicaraan antara Rusia dan AS yang dapat mengakhiri perang ini. Sampai negosiasi Rusia-Amerika berlangsung, tidak akan ada perdamaian,” kata Orban.

Orban mencatat bahwa Eropa tidak dapat menengahi proses lagi karena Moskow tidak mau mendengarkan Uni Eropa setelah kegagalan perjanjian Minsk.

“Kami kehilangan kepercayaan setelah 2014 ketika kami tidak dapat memastikan pemenuhan perjanjian Minsk yang berisi jaminan dari Prancis dan Jerman. Dan Rusia tidak ingin melakukan pembicaraan dengan kami lagi,” tandasnya.

Pada 24 Februari, Rusia memulai operasi militer di Ukraina menanggapi permintaan bantuan dari Republik Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri.

Amerika Serikat dan sekutunya menanggapi dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Rusia sambil juga meningkatkan dukungan militer mereka terhadap Ukraina.

TagsEropaHongariaKrisis EropaPM Hongariasanksi anti-RusiaViktor Orban

Related articles More from author

  • Eropa Ancam Tutup Aliran Minyak Rusia ke Serbia
    Internasional

    Eropa Ancam Tutup Aliran Minyak Rusia ke Serbia

    3 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Serangan Corona Meningkat, Krisdayanti Sekeluarga Nekat Plesir ke Eropa
    Selebriti

    Serangan Corona Meningkat, Krisdayanti Sekeluarga Nekat Plesir ke Eropa

    18 Maret 2020
    By
  • Hungaria Sebut Sanksi terhadap Rusia Ibarat ‘Jatuhkan Bom Atom’ ke Negaranya
    Internasional

    Hungaria Sebut Sanksi terhadap Rusia Ibarat ‘Jatuhkan Bom Atom’ ke Negaranya

    23 Mei 2022
    By William Putra Wijaya
  • Strain Omicron ‘Hantui’ Eropa
    Internasional

    Strain Omicron ‘Hantui’ Eropa

    2 Desember 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Bankir Terkemuka Jerman Khawatir Krisis Ekonomi Bakal Landa Eropa
    Internasional

    Bankir Terkemuka Jerman Khawatir Krisis Ekonomi Bakal Landa Eropa

    8 Juli 2022
    By Bagas F Sinaga
  • AS Sewot, Usulan Sanksi PBB ke Iran Dicuekin Rusia, China dan Eropa
    Internasional

    AS Sewot, Usulan Sanksi PBB ke Iran Dicuekin Rusia, China dan Eropa

    20 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Saingi Dominasi Huawei dan ZTE, Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger
    Teknologi

    Saingi Dominasi Huawei dan ZTE, Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger

  • PDIP Beri Syarat Khusus Sambut Permintaan SBY Bertemu Mega
    Nasional

    PDIP Beri Syarat Khusus Sambut Permintaan SBY Bertemu Mega

  • TIKTAK.ID - Tanggapan Ahok Soal Demo Tuntut Mundur Anies Baswedan
    Nasional

    Ahok: Pertamina Beri Cashback 50 Persen Pembelian BBM Untuk Ojol

  • Elektabilitas NasDem Beda Jauh Dibanding Hasil Pemilu 2019, SMRC: Deklarasi Anies Belum Berefek
    Nasional

    Elektabilitas NasDem Beda Jauh Dibanding Hasil Pemilu 2019, SMRC: Deklarasi Anies Belum Berefek

  • Pelosi Desak Panglima Militer AS Jauhkan Tangan Trump dari Tombol Nuklir karena Kondisi Kejiwaannya sedang Labil
    Internasional

    Pelosi Desak Panglima Militer AS Jauhkan Tangan Trump dari Tombol Nuklir karena Kondisi Kejiwaannya sedang Labil

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.