TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Hujan Deras Berubah Gerimis Saat MotoGP karena Pawang? BMKG: Kebetulan, Memang Waktunya Selesai

Hujan Deras Berubah Gerimis Saat MotoGP karena Pawang? BMKG: Kebetulan, Memang Waktunya Selesai

By Joni Sitohang
22 Maret 2022
802
0
Hujan Deras Berubah Gerimis Saat MotoGP karena Pawang? BMKG: Kebetulan, Memang Waktunya Selesai

TIKTAK.ID – Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan bahwa hujan yang semula deras dan berubah jadi gerimis saat gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu (20/3/22) lalu, bukan karena pawang hujan.

Guswanto mengatakan momen hujan jadi reda ketika pawang hujan bekerja di dalam lintasan Sirkuit Mandalika, hanyalah kebetulan. Dia menjelaskan, hujan reda karena faktor durasi hujan yang memang sudah selesai.

“Buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi enggak berhenti juga. Artinya, kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan, melainkan durasi waktunya sudah selesai,” ujar Guswanto, seperti dilansir Detik.com, Senin (21/3/22).

Baca juga : Puan Ingatkan Parlemen Dunia Tak Lupakan Palestina di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina.

“Jika dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Sekitar jam 16.15 itu sudah selesai. Tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan, kalau dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak yang BMKG miliki,” imbuh Guswanto.

Kemudian Guswanto menyatakan bahwa hujan memang dapat diatur menggunakan teknik modifikasi hujan, dengan cara mempercepat terjadinya hujan. Akan tetapi, dia menilai hal itu hanya dapat dilakukan bila terdapat awan hujan.

“Sebenarnya kalau tentang modifikasi cuaca, itu adalah teknologi modifikasi cuaca, yakni mempercepat terjadinya hujan. Dalam membuat teknologi modifikasi cuaca, syarat pertama adalah terdapat awan hujan,” ujar Guswanto.

Baca juga : Pendiri HIPMI Klaim Jokowi Beri Sinyal Restui Erick Thohir Jadi Capres 2024

“Jika tidak ada awan hujan, maka tidak bisa. Sehingga gimana ceritanya teknologi modifikasi cuaca itu jadi, pada awan-awan tertentu awan-awan konvektif yang mengandung uap air, diberikan inti kondensasi, inti yang berupa ditabur dengan NaCL, garam,” sambungnya.

Guswanto melanjutkan, inti kondensasi tersebut akan mempercepat pembentukan awan hujan. Dia menegaskan, teknologi itu bukan untuk menahan hujan, tapi mempercepat.

Meski begitu, Guswanto menganggap pawang hujan Rara Istiati Wulandari alias Roro yang menjadi sorotan di MotoGP Mandalika, merupakan bagian dari kearifan lokal.

Baca juga : Pawang Hujan MotoGP Mandalika Jadi Perhatian, Fadli Zon: Kita Juga Perlu Pawang Utang

“Pawang hujan itu adalah suatu kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Tapi secara saintis itu sulit untuk dijelaskan,” terang Guswanto.

Untuk diketahui, BMKG sempat memprediksi bahwa gelaran MotoGP Mandalika berpotensi diguyur hujan lebat.

“BMKG sendiri punya [prakiraan] sendiri. Kalau kita lihat fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu pada 17, 18, 19 Maret, itu sudah diprakirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” ungkap Guswanto.

Baca juga : Ingin Menang di 2024, PPP Tolak Pemilu Ditunda

“Kemudian pada tanggal 20 diperkirakan terjadi hujan lebat disertai badai petir. Sebab, pada waktu itu terjadi bibit siklon tropis 93F yang dampaknya memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika,” sambungnya.

TagsBMKGMotoGPMotoGP MandalikaPawang Hujan

Related articles More from author

  • Petronas Yamaha Yakin Timnya Bisa Bikin Valentino Rossi Gas Pol
    Olahraga

    Petronas Yamaha Yakin Timnya Bisa Bikin Valentino Rossi Gas Pol

    18 Desember 2020
    By Mahdi Yahya
  • Ini Pembelaan Pramono Usai Diprotes Pantau Banjir Jakarta Naik Helikopter
    Nasional

    Ini Pembelaan Pramono Usai Diprotes Pantau Banjir Jakarta Naik Helikopter

    15 Maret 2025
    By Joni Sitohang
  • Pol Espargaro Terpesona Keindahan Alam Mandalika
    Olahraga

    Pol Espargaro Terpesona Keindahan Alam Mandalika

    10 Februari 2022
    By Mahdi Yahya
  • Pembalap Spanyol yang Dulu Langganan Kuasai MotoGP Prancis, Kini Diprediksi Sulit Berlanjut
    Olahraga

    Pembalap Spanyol yang Dulu Langganan Kuasai MotoGP Prancis, Kini Diprediksi Sulit Berlanjut

    13 Oktober 2020
    By Mahdi Yahya
  • Fakta Helm KYT Espargaro yang Viral
    Olahraga

    Fakta Helm KYT Espargaro yang Viral

    3 April 2022
    By Mahdi Yahya
  • Rossi Klaim Akselerasi Motor Suzuki Lebih Cepat Ungguli Yamaha
    Olahraga

    Rossi Klaim Akselerasi Motor Suzuki Lebih Cepat Ungguli Yamaha

    6 September 2020
    By Mahdi Yahya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Manfaat Minum Air yang Disimpan dalam Kendi Tanah Liat
    Tips & Tutorial

    Manfaat Minum Air yang Disimpan dalam Kendi Tanah Liat

  • Kenali Gejala Flu Burung Pada Manusia
    Tips & Tutorial

    Kenali Gejala Flu Burung Pada Manusia

  • Sambangi India dan Turki, Prabowo Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan dan Alutsista
    Nasional

    Sambangi India dan Turki, Prabowo Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan dan Alutsista

  • Sejarah Kelam Cak Imin di PKB Dibongkar Yenny Wahid
    Nasional

    Sejarah Kelam Cak Imin di PKB Dibongkar Yenny Wahid

  • Tips Jaga Kesehatan Mata Anak Saat Belajar Online
    Tips & Tutorial

    Tips Jaga Kesehatan Mata Anak Saat Belajar Online

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.