TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Tebus 3 Dosa Besar Sistem Pendidikan, Nadiem Buat Kurikulum Moderasi Agama

Tebus 3 Dosa Besar Sistem Pendidikan, Nadiem Buat Kurikulum Moderasi Agama

By Joni Sitohang
24 September 2021
569
0
Tebus 3 Dosa Besar Sistem Pendidikan, Nadiem Buat Kurikulum Moderasi Agama

TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan materi kurikulum moderasi beragama untuk disisipkan dalam kurikulum Program Sekolah Penggerak. Nadiem mengaku rancangan tersebut disusun bersama Kementerian Agama (Kemenag).

Sekolah Penggerak sendiri adalah program Nadiem yang dibuat untuk mengakselerasi sekolah negeri/swasta, supaya bergerak 1 hingga 2 tahap lebih maju.

“Kami sedang merancang materi mengenai moderasi beragama bersama Kemenag untuk disertakan di dalam kurikulum Sekolah Penggerak,” ujar Nadiem melalui acara Peluncuran Aksi Moderasi Beragama, Kemenag lewat daring, Rabu (22/9/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Bersama Ganjar atau Sandiaga, Begini Peluang Tandem Airlangga di 2024

Nadiem pun menilai moderasi beragama sangat penting untuk diajarkan pada murid. Ia menjelaskan, hal itu karena intoleransi beragama menjadi salah satu dari tiga dosa besar pendidikan di Tanah Air.

“Ada tiga dosa di sistem pendidikan kita saat ini. Tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying, dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” ungkap Nadiem.

Untuk diketahui, kini program Sekolah Penggerak tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai jenjang. Program Sekolah Penggerak di tingkat PAUD terdapat 343 sekolah, SD sebanyak 1.116 sekolah, SMP 574, SLB 85 sekolah, dan jenjang SMA sebanyak 382 sekolah.

Baca juga : Membandingkan Gaya Anies dan Ahok Saat Penuhi Panggilan KPK

Situs resmi Kemendikbudristek menyatakan bahwa pendampingan program Sekolah Penggerak dilakukan selama 3 tahun ajaran. Setelah itu, sekolah-sekolah tersebut harus bisa melanjutkan transformasi secara mandiri.

Menurut Nadiem, materi moderasi beragama tersebut bakal diuji coba kepada 2.500 Sekolah Penggerak. Ia mengklaim jumlah sekolah tersebut nantinya akan terus berkembang setiap tahun.

Tidak hanya itu, Nadiem menjelaskan, konten moderasi beragama juga diberikan kepada para calon guru penggerak pada Program Guru Penggerak Kemendikbud Ristek. Ia juga berencana menyisipkan topik kebhinekaan dan nilai-nilai moderasi beragama di dalam materi pendidikan Guru Penggerak.

Baca juga : PDIP Ancam Kader yang Terlibat Deklarasi Capres 2024, Gara-gara Relawan Ganjar?

Sekadar informasi, Guru Penggerak merupakan program yang juga dibuat Nadiem untuk mencetak kader kepala sekolah berkualitas.

“Jadi sangat penting peran guru penggerak. Alumninya itu bakal jadi pemimpin, pengawas, dan kepala sekolah,” ucap Nadiem.

TagsMenteri Pendidikan dan KebudayaanNadiemnadiem makarim

Related articles More from author

  • Minta Ketemu Nadiem, Mahasiswa Tuntut Keringanan Biaya Kuliah Imbas Corona
    Nasional

    Minta Ketemu Nadiem, Mahasiswa Tuntut Keringanan Biaya Kuliah Imbas Corona

    3 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Tutup Layanan GoLife Akibat Covid-19, Gojek PHK 430 Karyawan
    Nasional

    Tutup Layanan GoLife Akibat Covid-19, Gojek PHK 430 Karyawan

    24 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • PKS Sewot Dengan Menteri Nadiem
    Nasional

    Beberapa Kali ‘Nginggris’ Saat Rapat di DPR, Nadiem Bikin Sewot Politikus PKS

    30 Januari 2020
    By Adam Humain
  • Anies Usul Pelajar yang Ikut Unjuk Rasa 'Peduli Bangsa' Diberi Tugas Bahas UU Cipta Kerja
    Nasional

    Anies Usul Pelajar yang Ikut Unjuk Rasa ‘Peduli Bangsa’ Diberi Tugas Bahas UU Cipta Kerja

    16 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Ratusan Orang Tua Serbu Kantor Kemendikbud, Tuntut Nadiem Batalkan PPDB DKI
    Nasional

    Ratusan Orang Tua Serbu Kantor Kemendikbud, Tuntut Nadiem Batalkan PPDB DKI

    29 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Nadiem Bantah Program Pengadaan Chromebook Habiskan Anggaran Rp9,9 Triliun
    Nasional

    Nadiem Bantah Program Pengadaan Chromebook Habiskan Anggaran Rp9,9 Triliun

    23 Juni 2026
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Melihat Peluang Risma Tantang Anies di Pilgub DKI, Bakal Seru?
    Nasional

    Melihat Peluang Risma Tantang Anies di Pilgub DKI, Bakal Seru?

  • Akhirnya, Pemerintah Turunkan Tarif Listrik Non-Subsidi Rp 22,5 per kWh
    Nasional

    Akhirnya, Pemerintah Turunkan Tarif Listrik Non-Subsidi Rp 22,5 per kWh

  • Partai Republik Gantung Aturan Saksi Sidang Pemakzulan Trump
    Internasional

    Partai Republik Gantung Aturan Saksi Sidang Pemakzulan Trump

  • Aliando Syarief Ungkap Perjuangan Hadapi Penyakit OCD
    Selebriti

    Aliando Syarief Ungkap Perjuangan Hadapi Penyakit OCD

  • Kenapa Turunkan Masker ke Dagu Berbahaya? Berikut Penjelasannya
    Tips & Tutorial

    Kenapa Turunkan Masker ke Dagu Berbahaya? Berikut Penjelasannya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.