TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Jenderal Inggris: Semua Orang Salah Memprediksi Taliban

Jenderal Inggris: Semua Orang Salah Memprediksi Taliban

By William Putra Wijaya
7 September 2021
498
0
Jenderal Inggris: Semua Orang Salah Memprediksi Taliban

TIKTAK.ID – Angkatan Bersenjata Inggris masih tak habis pikir dan terkejut bagaimana Taliban secepat kilat dapat merebut Kabul dan mengambil alih Pemerintahan di Afghanistan. Bahkan menyebut “semua orang salah” menduga pencapaian Taliban itu.

Jenderal Sir Nick Carter mengatakan kepada BBC, “Itu adalah kecepatan yang mengejutkan kami dan saya tidak berpikir kami menyadari apa yang dilakukan Taliban.”

Ditanya apakah intelijen militer salah, dia mengatakan Pemerintah menerima informasi intelijen dari berbagai sumber.

“Ini bukan murni tentang intelijen militer semata,” katanya.

Pasukan Inggris dan AS terakhir meninggalkan Afghanistan seminggu yang lalu, mengakhiri petualangan militer 20 tahun mereka di negara itu.

Peristiwa di Afghanistan itu memunculkan banyak kritik tentang cara Barat menarik diri dari Afghanistan, dengan mempertanyakan tentang bagaimana Taliban dapat menguasai negara itu dengan begitu cepat.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan kepada anggota parlemen pekan lalu bahwa penilaian intelijen menginformasikan bahwa akan ada “kemerosotan yang stabil” terkait situasi keamanan pada Agustus lalu tetapi “tidak mungkin Kabul akan jatuh tahun ini”. Namun, kenyataan berbicara lain, Taliban mengambil alih Kabul pada pertengahan Agustus.

Ketika Jenderal Sir Nick ditanya bagaimana prediksi itu salah?

“Saya pikir semua orang salah adalah jawaban yang tepat,” katanya. “Bahkan Taliban tidak mengharapkan hal-hal berubah secepat yang mereka lakukan.”

Kepala Staf Pertahanan mengatakan, “Saya tidak berpikir apa yang diprediksi siapa pun adalah betapa rapuhnya Pemerintah Afghanistan dan betapa rapuhnya mereka dalam kaitannya dengan komando Angkatan Bersenjatanya.”

Taliban diperkirakan akan mengumumkan Pemerintahan baru dalam beberapa hari mendatang, yang berarti kekuatan asing harus beradaptasi dengan prospek untuk berurusan dengan Pemerintahan Taliban.

Jenderal Mark Milley mengatakan kepada Fox News, “Kondisinya sangat mungkin bahwa Anda bisa melihat kebangkitan terorisme keluar dari wilayah itu dalam waktu 12, 24, 36 bulan.”

Jenderal Sir Nick mengatakan kepada BBC bahwa risiko terorisme akan tergantung pada apakah Pemerintahan yang efektif dapat dibentuk di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Lisa Nandy mengatakan ada kemungkinan kuat bahwa Inggris sekarang mungkin menjadi kurang aman karena peristiwa di Afghanistan.

“Tugas mendesak bagi Pemerintah … adalah untuk memastikan Afghanistan tidak sekali lagi menjadi surga terorisme,” katanya.

Dia meminta Inggris untuk bekerja dengan negara lain -bukan hanya sekutunya- untuk mengambil pendekatan bersama terhadap Taliban, dan menggunakan pengaruh mereka untuk menuntut hak bagi perempuan dan anak perempuan yang tinggal di Afghanistan.

Sebelumnya, mantan Kepala MI6 Sir Alex Younger, yang mengundurkan diri dari jabatannya tahun lalu, mengatakan kepada Times Radio bahwa tidak adanya kehadiran fisik di Afghanistan akan menjadi “pukulan” bagi jaringan intelijen.

Dia menambahkan bahwa kondisi “terbalik kita” di tempat seperti Afghanistan “tidak dapat dielakkan mengarah pada peningkatan ancaman terhadap negara kita”.

TagsAfghanistanBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahJenderal InggrisSir Nick Carter

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Mengenal Lebih Dekat Sosok Qasim Sulaimani
    Internasional

    Mengenal Lebih Dekat Sosok Qassem Soleimani

    5 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Panel Intel AS Sebut Sindrom Havana Disebabkan Energi Elektromagnetik
    Internasional

    Panel Intel AS Sebut Sindrom Havana Disebabkan Energi Elektromagnetik

    6 Februari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Rakyat Myanmar Lawan Kudeta Militer dengan Turun ke Jalan
    Internasional

    Rakyat Myanmar Lawan Kudeta Militer dengan Turun ke Jalan

    8 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kepala Staf Kepresidenan Nigeria Meninggal Karena Covid-19
    Internasional

    Kepala Staf Kepresidenan Nigeria Meninggal Karena Covid-19

    20 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Presiden Ukraina Nyatakan Siap Berunding dengan Rusia di Israel
    Internasional

    Presiden Ukraina Nyatakan Siap Berunding dengan Rusia di Israel

    15 Maret 2022
    By Bagas F Sinaga
  • India Bakal Borong Vaksin Covid-19 Milik Rusia
    Internasional

    India Bakal Borong Vaksin Covid-19 Milik Rusia

    16 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PM Israel Benjamin Netanyahu Diseret ke Meja Hijau Atas Kasus Penyuapan, Penipuan dan Pengkhianatan
    Internasional

    PM Israel Benjamin Netanyahu Diseret ke Meja Hijau Atas Kasus Penyuapan, Penipuan dan Pengkhianatan

  • Jerman Tuding Rusia Dalangi Pembunuhan Mantan Komandan Pemberontak Chechnya di Sebuah Taman di Berlin
    Internasional

    Jerman Tuding Rusia Dalangi Pembunuhan Mantan Komandan Pemberontak Chechnya di Sebuah Taman di Berlin

  • Pengamat Beberkan Plus Minus jika Prabowo Jadi Deklarasi Capres Tahun ini
    Nasional

    Survei LSJ: Prabowo Pimpin Elektabilitas Ketum Parpol

  • Mantap 'Talak Tiga' Prabowo, PA 212 Dorong Anies-Rizieq Shihab Maju Pilpres 2024, Apa Kata Pengamat?
    Nasional

    Mantap ‘Talak Tiga’ Prabowo, PA 212 Dorong Anies-Rizieq Shihab Maju Pilpres 2024, Apa Kata Pengamat?

  • Persaingan Ketat Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Terus Dibayang-bayangi Anies Baswedan
    Nasional

    Persaingan Ketat Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Terus Dibayang-bayangi Anies Baswedan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.