TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pengecatan Pesawat Presiden Tuai Kritikan, Anggota DPR ini Malah Salahkan SBY

Pengecatan Pesawat Presiden Tuai Kritikan, Anggota DPR ini Malah Salahkan SBY

By Joni Sitohang
5 Agustus 2021
489
0
Pengecatan Pesawat Presiden Tuai Kritikan, Anggota DPR ini Malah Salahkan SBY

TIKTAK.ID – Politikus PDIP, Arteria Dahlan, ikut mengomentari polemik pengecatan ulang pesawat kepresidenan yang dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Kabinet (Setkab). Arteria mengimbau publik agar melihat sisi lain dari polemik pengecatan pesawat kepresidenan dari warna biru menjadi warna merah putih yang merupakan warna bendera nasional Indonesia.

“Jangan sampai publik terbawa permainan politik pihak-pihak yang merasakan ‘post colour syndrome’, yaitu pelesetan dari postpower syndrome, atau sindrom pascakekuasan. Hal itu terjadi karena tak bisa melepaskan diri dari kekuasaan yang sudah hilang,” ujar Arteria di Jakarta, Rabu (4/8/21), seperti dilansir Sindonews.com.

Anggota Komisi III DPR tersebut mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan pengecatan pesawat kepresidenan menjadi warna merah putih. Kemudian ia menyatakan yang seharusnya dipermasalahkan adalah saat era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang justru memesan pesawat berwarna biru.

Baca juga : Survey Anies-AHY Teratas, Demokrat: Rakyat Berharap Regenerasi Kepemimpinan di 2024

“Warna bendera negara kita kan merah putih, bukan biru. Justru kita bertanya, kok dulu tidak sejak awal pesawat itu diwarnai merah putih? Lantas apa yang salah dengan warna pesawat kepresidenan jika diubah menjadi merah putih sesuai warna bendera negara kita?” ucap Arteria.

Setelah itu, Arteria memberikan sejumlah catatan terkait polemik ini. Pertama, kata Arteria, sama seperti yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, pengecatan ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2019. Ia menilai pengecatan itu satu paket pengerjaan dengan heli kepresidenan Super Puma yang lebih dulu dikerjakan, dan itu bukan masalah.

“Terkait anggaran, kita ini kan negara hukum dan ada prosedur administrasi hukum yang telah dilalui dan bahkan disetujui oleh Partai Demokrat. Tentu saja anggaran untuk pengerjaan ini juga sudah dibahas dengan DPR, dan disetujui pada 2019. Jadi aneh saja kalau sekarang ada anggota DPR atau parpol di DPR yang mengkritiknya. Lah dulu saat dibahas, kenapa tidak ditolak? Bahkan mereka tidak ada mempermasalahkan sedikitpun saat itu,” ungkapnya.

Baca juga : Demokrat: Jokowi Mestinya Pimpin Langsung Penanganan Pandemi, Bukan Sembunyi di Balik MenKo

Arteria melanjutkan, pengerjaan pengecatan itu dilakukan oleh kontraktor yang dibayar Pemerintah. Ia menjelaskan, kontraktor tersebut memperkerjakan warga negara Indonesia juga, yang berarti negara justru menggerakkan perekonomian rakyat lewat pekerjaan pengecatan pesawat itu.

TagsArteria DahlanDPRPDIPPesawat KepresidenanSBY

Related articles More from author

  • Begini Alasan Guru Pembuat Soal Ujian 'Anies Selalu Diejek Mega'
    Nasional

    Begini Alasan Guru Pembuat Soal Ujian ‘Anies Selalu Diejek Mega’

    17 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Menakar Peluang Politisi Tua di Pilpres 2024, Antara Mega, JK dan Prabowo
    Nasional

    Menakar Peluang Politisi Tua di Pilpres 2024, Antara Mega, JK dan Prabowo

    26 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Yenny Wahid Buka Pintu Lebar Bagi Semua Capres yang Sambangi Kediaman Gus Dur
    Nasional

    Yenny Wahid Buka Pintu Lebar Bagi Semua Capres yang Sambangi Kediaman Gus Dur

    21 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Tolak UU Cipta Kerja, 4 Ormas Islam Desak Jokowi Mundur dan 7 Partai Pendukungnya Dibubarkan
    Nasional

    Tolak UU Cipta Kerja, 4 Ormas Islam Desak Jokowi Mundur dan 7 Partai Pendukungnya Dibubarkan

    11 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Didiagnosis Derita Kanker Prostat, SBY Hubungi Jokowi
    Nasional

    Didiagnosis Derita Kanker Prostat, SBY Hubungi Jokowi

    2 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja
    Nasional

    Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja

    18 November 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ganjar Tegaskan Siap Lanjutkan Bangun IKN Berikut Infrastruktur Penunjang di Sekitarnya
    Nasional

    Ganjar Tegaskan Siap Lanjutkan Bangun IKN Berikut Infrastruktur Penunjang di Sekitarnya

  • Tepis Isu Perombakan Kabinet, Jokowi Minta Menterinya Lakukan ini
    Nasional

    Jokowi Ancam Pejabat Daerah dan Menteri jika Target Sertifikat Tanah Tidak Tercapai

  • Timnas Indonesia Kalah dari Afghanistan, Shin Tae Yong Puji Dua Gol Balasan
    Olahraga

    Timnas Indonesia Kalah dari Afghanistan, Shin Tae Yong Puji Dua Gol Balasan

  • Hikmah Virus Corona
    Tips & Tutorial

    Terkuak, Penyebaran Virus Corona Ternyata Ada Dampak Positifnya

  • Shin Tae Yong Minta Pemain Timnas Lupakan Piala Dunia U-20
    Olahraga

    Shin Tae Yong Minta Pemain Timnas Lupakan Piala Dunia U-20

Artikel Terbaru

  • Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah secara Alami 23 September 2026
  • 7 Cara Menyimpan Roti agar Tidak Berjamur dan Tahan Lama 22 September 2026
  • Profil Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sang Minions: Biodata dan Karier 22 September 2026
  • Terjaring OTT, Bupati Bolaang Mongondow Utara Ditahan KPK 22 September 2026
  • Apa Itu Fast Charging di HP dan Bagaimana Cara Kerjanya? 22 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (51)
  • Keuangan (7)
  • Kuliner (1,056)
  • Nasional (7,924)
  • Olahraga (1,131)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,204)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.