TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Untuk Kesekian Kalinya, Washington Kembali Tuduh Moskow Terlibat Peretasan di AS

Untuk Kesekian Kalinya, Washington Kembali Tuduh Moskow Terlibat Peretasan di AS

By Bagas F Sinaga
9 Juni 2021
360
0
Untuk Kesekian Kalinya, Washington Kembali Tuduh Moskow Terlibat Peretasan di AS

TIKTAK.ID – Washington kembali menuduh Rusia memiliki hubungan dengan para peretas yang baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Colonial Pipeline dan anak perusahaan produsen daging utama Brasil di AS. Namun, seperti biasanya, AS tak memberikan bukti apa pun untuk mendukung tuduhan itu.

Terang saja Rusia membantah mentah-mentah terlibat dalam serangan peretasan terhadap AS, dan telah mengusulkan perluasan kerja sama dunia maya.

Saat ini, Amerika Serikat tengah bekerja untuk membangun koalisi internasional guna meminta pertanggungjawaban negara-negara yang menyembunyikan peretas ransomware, kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken, seperti yang dilansir Sputniknews.

“Kami sedang bekerja … untuk mengembangkan strategi kontra-ransomware untuk melindungi semua jaringan kami dengan lebih baik dan, tentu saja, ini membutuhkan kerja sama yang erat dengan sektor swasta. Karena banyak dari hal-hal ini dikendalikan oleh sektor swasta, untuk mengganggu dan menghancurkan infrastruktur dan ekosistem ransomeware, untuk menemukan dan mengadili mereka yang bertanggung jawab, untuk membangun koalisi internasional, meminta pertanggungjawaban negara-negara yang menampung mereka yang terlibat dalam serangan ransomware,” kata Blinken, berbicara pada sidang Komite Urusan Luar Negeri DPR tentang permintaan anggaran Departemen Luar Negeri 2022, pada Senin (7/6/21).

Pekan lalu, FBI mengaitkan serangan ransomware pada anak perusahaan produsen daging Brasil JBS di AS dengan “aktor ancaman” yang berbasis di Rusia, dengan Gedung Putih mengatakan pihaknya berkomunikasi dengan Moskow terkait peretasan tersebut.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menolak klaim FBI tentang Rusia yang berfungsi sebagai surga bagi aktor ransomware jahat pada Jumat lalu, dengan mengatakan bahwa peretas ada di negara-negara di seluruh dunia dan mengatakan tuduhan FBI merupakan “dakwaan emosional”.

Serangan terhadap JBS yang terjadi setelah serangan hack pada Colonial Pipeline, Microsoft Exchange, dan SolarWinds, dan pejabat AS yang sama kembali menghubungkan serangan tersebut ke Rusia, tanpa memberikan bukti untuk mendukung klaim mereka.

Pada Minggu kemarin, Blinken mengatakan bahwa pertemuan puncak 16 Juni mendatang antara Vladimir Putin dan Biden pasti akan mencakup diskusi tentang peretasan baru-baru ini, dan mengindikasikan bahwa Biden berencana untuk memberi tahu Putin “secara langsung dan jelas apa yang dapat dia harapkan dari Amerika Serikat jika terus agresif, dan tindakan sembrono terhadap kita terus berlanjut”.

Pemerintahan Biden telah menggunakan klaim peretasan SolarWinds untuk membenarkan sanksi baru terhadap perusahaan, individu, dan entitas Rusia awal tahun ini. Amerika juga telah mengancam pembatasan tambahan.

Sejauh ini, AS tidak pernah memberikan bukti substantif untuk membuktikan keterlibatan Rusia dalam serangan peretasan terhadap AS atau perusahaan Amerika, dengan klaim peretasan kembali ke pemilihan 2016 dan tuduhan oleh intelijen AS bahwa Rusia ikut campur dalam politik AS untuk memilih Donald Trump.

Tuduhan terakhir itu tidak pernah terbukti, tetapi berfungsi sebagai Pedang Damocles yang tergantung di atas kepala Trump sampai akhir masa jabatannya sebagai presiden -mencegahnya memenuhi janji pemilihannya untuk meningkatkan hubungan dengan Moskow.

Rusia telah berulang kali mengusulkan peningkatan kerja sama keamanan siber dengan Amerika Serikat untuk melawan aktivitas aktor siber, tetapi proposal ini tidak didengarkan di tengah skeptisisme AS.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniColonial PipelineKonflik AS-RusiaPeretasanRusia

Related articles More from author

  • Pengadilan Yaman Vonis Hukum Mati Raja Saudi, Putra Mahkota Bin Salman dan Donald Trump
    Internasional

    Pengadilan Yaman Vonis Hukum Mati Raja Saudi, Putra Mahkota Bin Salman dan Donald Trump

    4 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Nasib Sial Dokter India, Babak Belur Dikeroyok Keluarga dan Teman Pasiennya yang Meninggal karena Corona
    Internasional

    Nasib Sial Dokter India, Babak Belur Dikeroyok Keluarga dan Teman Pasiennya yang Meninggal karena Corona

    7 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • China: Amerika Sebut Demonstran Hong Kong 'Pejuang', Tapi Cap Rakyatnya Sendiri yang Tolak Rasisme sebagai 'Perusuh'
    Internasional

    China: Amerika Sebut Demonstran Hong Kong ‘Pejuang’, Tapi Cap Rakyatnya Sendiri yang Tolak Rasisme sebagai ‘Perusuh’

    2 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Inggris Kirim Pasukan Elite ke Ukraina
    Internasional

    Inggris Kirim Pasukan Elite ke Ukraina

    9 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Para Analis: Kebijakan Bank Sentral Tak Mampu Selamatkan Eropa
    Internasional

    Para Analis: Kebijakan Bank Sentral Tak Mampu Selamatkan Eropa

    22 Juni 2022
    By William Putra Wijaya
  • Menangi Pilpres, Joe Biden Janji Satukan Kembali Amerika
    Internasional

    Menangi Pilpres, Joe Biden Janji Satukan Kembali Amerika

    9 November 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kejagung Klaim Selamatkan Aset Negara Dari Yayasan Supersemar
    Nasional

    Selamatkan Uang Negara, Kejagung Sita Aset Yayasan Supersemar Rp242 M

  • Gibran Usut Rumah 2 Lantai di Solo Terima Bansos
    Nasional

    Gibran Usut Rumah 2 Lantai di Solo Terima Bansos

  • Kemlu-KBRI New Delhi Berhasil Pulangkan 28 Nelayan Asal Aceh yang Ditahan India
    Nasional

    Kemlu-KBRI New Delhi Berhasil Pulangkan 28 Nelayan Asal Aceh yang Ditahan India

  • Cara Bakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan
    Tips & Tutorial

    Cara Bakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan

  • Mahfud MD Ungkap Ujaran Kebencian Turun Semenjak Prabowo Bergabung
    Nasional

    Mahfud MD Klaim Ujaran Kebencian Menurun Drastis Usai Prabowo Gabung Jokowi

Artikel Terbaru

  • Cara Mengurangi Konsumsi Gula Harian Tanpa Kehilangan Rasa Manis 5 November 2026
  • Cara Menyimpan Cabai agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Busuk 4 November 2026
  • Profil Windy Cantika Aisah: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet 4 November 2026
  • Demokrat Curiga Jadi Korban Penyadapan Ilegal Listyo Sigit, Ini Alasannya 4 November 2026
  • Apa Itu PayLater? Cara Kerja, Biaya, dan Risikonya bagi Pengguna 4 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (102)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,042)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,311)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.