TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Presiden Komisi Eropa Akui Vaksinasi Eropa Berantakan

Presiden Komisi Eropa Akui Vaksinasi Eropa Berantakan

By Bagas F Sinaga
12 Februari 2021
459
0
Presiden Komisi Eropa Akui Vaksinasi Eropa Berantakan

TIKTAK.ID – Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan Eropa sudah terlambat untuk menyetujui vaksin Covid-19 dan terlalu optimis dengan produksinya. Hal itu disampaikan Ursula setelah banjir kritik atas upaya vaksinasi Benua Biru itu.

Ursula menyampaikan pernyataan itu ketika ia berbicara kepada politisi di Parlemen Uni Eropa di Brussel pada Rabu (10/2/21).

Ia menambahkan bahwa 26 juta dosis vaksin telah diberikan dan seharusnya pada akhir musim panas tahun ini, 70 persen orang dewasa di 27 negara Eropa telah diinokulasi, seperti yang ditulis Aljazeera.

Sementara, sejauh ini Eropa telah menyetujui tiga vaksin, yaitu yang diproduksi oleh BioNTech/Pfizer, Moderna dan Oxford-AstraZeneca. Namun peluncurannya terhambat oleh penundaan pengiriman, kemacetan produksi, dan kesalahan politik.

Hal itulah yang memunculkan kritik dari politisi dan warga yang frustrasi di seluruh Eropa, terutama karena tingkat vaksinasi mereka tertinggal di belakang AS, Inggris, Israel, dan negara-negara kaya lainnya.

“Ini adalah fakta bahwa kita hari ini tidak berada di tempat yang kita inginkan dalam perang melawan virus,” kata Ursula.

“Kami terlambat dengan persetujuan. Kami terlalu optimis dengan produksi massal. Dan mungkin kami juga terlalu yakin bahwa pesanan benar-benar akan sampai tepat waktu,” ujarnya. “Di satu sisi, sains melampaui industri.”

Ursula juga mengakui kesalahannya yang dibuat ketika sengketa sengit pada bulan lalu terkait vaksinasi antara Eropa dan Inggris.

Blok tersebut bermaksud untuk menggunakan langkah-langkah darurat Brexit untuk membatasi pengiriman vaksin Covid-19 dari melintasi perbatasan Irlandia ke Inggris. Namun akhirnya menghentikan rencana itu setelah mengirim gelombang kejutan melalui Irlandia Utara, London, dan Dublin.

“Saya sangat menyesali itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa Komisi Eropa akan melakukan yang terbaik untuk melindungi perdamaian di Irlandia Utara.

Menghindari perbatasan antara Irlandia anggota UE dan Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari mantan anggota UE Inggris Raya, dipandang sebagai kunci untuk melindungi proses perdamaian di sana.

Ursula menambahkan bahwa krisis kesehatan telah memberiikan banyak pelajaran yang bisa diambil.

Ia mengatakan, klinik di benua itu harus berbagi lebih banyak data, peraturan untuk memungkinkan European Medicines Agency (EMA) bergerak lebih cepat dalam otorisasi vaksin yang harus diperbaiki, dan kendala industri yang menghambat produksi vaksin harus diatasi.

Ursula melanjutkan bahwa Eropa akan meluncurkan uji klinis untuk dapat memberikan data regulator lebih cepat dan Komisi akan membentuk satuan tugas untuk membantu meningkatkan produksi vaksin.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, mencatat negara-negara Eropa, menjadi negara yang sangat terpukul oleh krisis Covid-19, dengan hampir 20 juta kasus tercatat di Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) sejak pandemi dimulai.

Sedang korban tewas di seluruh Uni Eropa dan EEA telah mendekati 475.000 orang.

TagsBerita Dunia Hari IniEropaPresiden Komisi EropaVaksinasi Covid

Related articles More from author

  • Diduga Bocorkan Informasi Sangat Rahasia, Kepala Intelijen Denmark Ditangkap
    Internasional

    Diduga Bocorkan Informasi Sangat Rahasia, Kepala Intelijen Denmark Ditangkap

    12 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Demonstrasi Perempuan Swiss Tuntut Kesetaraan Gender dan Hidup Aman Tanpa Terancam Kekerasan
    Internasional

    Demonstrasi Perempuan Swiss Tuntut Kesetaraan Gender dan Hidup Aman Tanpa Terancam Kekerasan

    16 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Eropa Segera Buka Perbatasan untuk Pelancong dari Luar Selain AS, Brasil dan China
    Internasional

    Eropa Segera Buka Perbatasan untuk Pelancong dari Luar Selain AS, Brasil dan China

    2 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Israel Kembali Gempur Jalur Gaza
    Internasional

    Israel Kembali Gempur Jalur Gaza

    18 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Trump Berencana Kirim Pasukan ke Polandia sebagai Sinyal untuk Rusia
    Internasional

    Trump Berencana Kirim Pasukan ke Polandia sebagai Sinyal untuk Rusia

    26 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Kabul Kembali Dihantam Empat Roket
    Internasional

    Kabul Kembali Dihantam Empat Roket

    15 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PA 212: Kalau HRS Penuhi Panggilan Polisi, Umat Akan Turun ke Jalan
    Nasional

    PA 212: Kalau HRS Penuhi Panggilan Polisi, Umat Akan Turun ke Jalan

  • Survei Elektabilitas Versi indEX: Prabowo Tertinggi, Giring Masuk 10 Besar Kalahkan Puan
    Nasional

    Survei Elektabilitas Versi indEX: Prabowo Tertinggi, Giring Masuk 10 Besar Kalahkan Puan

  • Donald Trump: Seorang Teman, Presiden RI Joko Widodo, Ia Meminta Ventilator
    InternasionalNasional

    Donald Trump: Seorang Teman, Presiden RI Joko Widodo, Ia Meminta Ventilator

  • Respons Sri Mulyani Soal MPR Marah Anggaran Dipotong
    Nasional

    Respons Sri Mulyani Soal MPR Marah Anggaran Dipotong

  • Anies: Cawe-cawe Pengaruhi Kontestasi Pemilu 2024, Negara Lecehkan Rakyat
    Nasional

    Anies: Cawe-cawe Pengaruhi Kontestasi Pemilu 2024, Negara Lecehkan Rakyat

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.