TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Didakwa Lakukan Kejahatan Kemanusiaan, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

Didakwa Lakukan Kejahatan Kemanusiaan, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

By William Putra Wijaya
6 November 2020
555
0
Didakwa Lakukan Kejahatan Kemanusiaan, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

TIKTAK.ID – Presiden Kosovo, Hashim Thaci mengundurkan diri dari jabatannya setelah Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag mengonfirmasi dakwaan yang menuduhnya melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

“Seperti yang saya janjikan, saya tidak akan pergi ke pengadilan sebagai Presiden Kosovo,” kata Thaci dalam konferensi pers Kamis (5/11/20) di Ibu Kota Kosovo, Pristina.

Thaci menjelaskan pengunduran dirinya sebelum persidangan, dengan mengatakan bahwa dia tak ingin merusak “integritas kepresidenan Kosovo, negara bagian Kosovo, dan rakyat Kosovo”.

Dikutip dari RTnews, dia mengatakan mengambil keputusan tersebut setelah dakwaan terhadapnya dikonfirmasi oleh hakim di Kamar Spesialis Kosovo di Den Haag.

Pengadilan tersebut dibentuk untuk mengadili dugaan kejahatan perang selama konflik 1998-1999 dengan Serbia yang memenangkan Kosovo dengan kemerdekaan de-facto.

“Ini bukan momen yang mudah bagi saya dan keluarga saya, dan bagi mereka yang telah mendukung dan percaya pada saya dalam tiga dekade terakhir perjuangan kami untuk kebebasan, kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” katanya dalam konferensi pers, tulis Arabnews.

Dakwaan itu diajukan pada bulan Juni lalu oleh Kantor Kejaksaan Spesialis. Dakwaan itu tidak hanya terhadap presiden, tetapi termasuk beberapa mantan anggota Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) yang kini telah menjadi politisi, termasuk Kadri Veseli, pemimpin Partai Demokrat.

KLA adalah kelompok gerilyawan etnik Albania, yang melawan kendali Serbia dan berusaha memisahkan Kosovo dari Yugoslavia dan Serbia pada era 1990-an. Kelompok itu aktif selama 90-an dan 2000-an, sampai Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008.

Pada saat itu, nom de guerre Thaci adalah “Ular”, karena kemampuannya untuk menghindari pihak berwenang. Saat menjadi komandan KLA, sang presiden diduga terlibat dalam pembunuhan politisi dan perwira militer Kosovo, dan pengadilan Distrik Pristina menjatuhkan hukuman in absentia 10 tahun penjara pada tahun 1997.

Jaksa menuduh Thaci bertanggung jawab atas hampir 100 pembunuhan. Pimpinan parlemen Kosovo akan mengambil alih penjabat presiden sampai pemimpin baru dapat dipilih.

Thaci telah berulang kali membantah melakukan kesalahan. Dia mengatakan bahwa dirinya secara sukarela menghadiri persidangan itu untuk membuktikan bahwa dia tidak melanggar aturan internasional.

TagsDen HaagHashim ThaciPresiden KosovoSerbia

Related articles More from author

  • Erdogan Samakan para Demonstran Gerakan LGBTQ dengan Teroris
    Internasional

    Erdogan Samakan para Demonstran Gerakan LGBTQ dengan Teroris

    5 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Washington Kirim Utusan Khusus ke Afghanistan
    Internasional

    Washington Kirim Utusan Khusus ke Afghanistan

    27 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Trump Ungkap Amerika Bakal Hadapi Masa Suram Lonjakan Kasus Corona Dua Pekan ke Depan
    Internasional

    Trump Ungkap Amerika Bakal Hadapi Masa Suram Lonjakan Kasus Corona Dua Pekan ke Depan

    3 April 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Lagi, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistiknya ke Laut Jepang
    Internasional

    Lagi, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistiknya ke Laut Jepang

    23 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Muak pada Kekerasan dan Maraknya Pelecehan, Aktivis Sebut 'Kuwait Tak Aman Bagi Kaum Wanita'
    Internasional

    Muak pada Kekerasan dan Maraknya Pelecehan, Aktivis Sebut ‘Kuwait Tak Aman Bagi Kaum Wanita’

    23 April 2021
    By William Putra Wijaya
  • Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional
    Internasional

    Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional

    16 Juni 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • BPIP Yudian Wahyudi
    Nasional

    Ini Bantahan dan Penjelasan Kepala BPIP Soal Polemik ‘Agama Musuh Utama Pancasila’

  • Baru Gabung Al Nassr, Ronaldo Dikabarkan Ingin Keluar
    Olahraga

    Baru Gabung Al Nassr, Ronaldo Dikabarkan Ingin Keluar

  • BIN Lacak Provokator 'Jokowi End Game' yang Tuntut Presiden Mundur
    Nasional

    BIN Lacak Provokator ‘Jokowi End Game’ yang Tuntut Presiden Mundur

  • Airlangga Klaim Partai Nonparlemen Siap Merapat ke Koalisi Besar
    Nasional

    Airlangga Klaim Partai Nonparlemen Siap Merapat ke Koalisi Besar

  • Muncul Desakan Pembubaran Kemenag Usai Yaqut Klaim 'Kemenag Hadiah Khusus untuk NU'
    Nasional

    Muncul Desakan Pembubaran Kemenag Usai Yaqut Klaim ‘Kemenag Hadiah Khusus untuk NU’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.