TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Din Syamsuddin Ungkap 3 Kerusakan Politik Indonesia, ‘Tunjuk Hidung’ Jokowi?

Din Syamsuddin Ungkap 3 Kerusakan Politik Indonesia, ‘Tunjuk Hidung’ Jokowi?

By Joni Sitohang
1 November 2020
640
0
Din Syamsuddin Ungkap 3 Kerusakan Politik Indonesia, 'Tunjuk Hidung' Jokowi?

TIKTAK.ID – Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa terdapat tiga kerusakan di Indonesia. Din mengatakan kerusakan itu berasal dari para pemimpin yang tindakannya menyimpang dari kiblat bangsa dan negara Indonesia.

Ia mejelaskan, kerusakan pertama yakni terjadinya penyelewengan, dan penyimpangan nilai-nilai dasar yang disepakati, yaitu Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Oleh sebab itu, kami sebagai gerakan moral, berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara. Kiblat bangsa dan negara ini telah menyimpang,” ujar Din dalam sambutan KAMI Jambi, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (30/10/20).

Baca juga : Dipimpin Anies, Jakarta Raih Penghargaan Kota Transportasi Terbaik Dunia, Apa Gak Salah?

Din menyatakan kerusakan yang kedua adalah gejala negara yang mengarah pada constitutional dictatorship atau kediktatoran konstitusional. Ia menilai kediktatoran konstitusional merupakan tindakan melanggar Dasar Negara.

“Ada gejala dan gelagat kekuasaan di negara kita mengarah pada penguatan constitusional dictatorship. Sebuah gelagat kediktaktoran membungkusnya melalui undang-undang, padahal hal itu menyimpang dari nilai-nilai dasar,” tutur Din.

Ia pun beranggapan saat ini Indonesia perlahan berubah menjadi negara otokrasi, meninggalkan azas demokrasi yang selama ini dianut Indonesia.

Baca juga : Sederet Tokoh Nonparpol yang Masuk Bursa Capres 2024

“Hal itu sangat kuat, dan sangat berorientasi pada kekuasaan satu orang. Jadi selain oligarki politik dan oligarki ekonomi, sekarang ini Indonesia telah menjadi otokrasi, bukan demokrasi. Ini juga yang disebut dalam literature sebagai democratic centralism,” terang Din.

Kemudian kerusakan yang ketiga, Din menyatakan arogansi para pemimpin yang memiliki kekuasaan. Ia menjelaskan, kesombongan yang dianut para pemimpin bangsa kini menjadi hambatan terpenuhinya aspirasi rakyat.

“Terdapat pula kerusakan tingkat ketiga, menjelma dalam bentuk yang saya amati, dalam bentuk arogansi kekuasaan. Kesombongan, kekuasaan, serta merasa dirinya besar karena dianggap memiliki badan eksekutif, yang kemudian mereka menutup mata dan telinga dari aspirasi rakyat,” tegas Din.

Baca juga : Tulis Surat ke Anies, Wanita yang Ancam Bakar Balai Kota Ungkit Jasanya Beri Jabatan

Tidak hanya itu, Din memaparkan bahwa kehadiran KAMI penting untuk menyelamatkan Indonesia yang telah rusak.

Din pun mengaku berharap KAMI bisa menjadi wadah dalam berupaya mengembalikan Indonesia kepada demokrasi dan menjaga keutuhan Dasar Negara.

“KAMI sebagai gerakan moral akan berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara yang sudah menyimpang,” tegasnya.

TagsDin SyamsuddinJokowiKAMIKoalisi Aksi Menyelamatkan IndonesiaPolitik Indonesia

Related articles More from author

  • Hasil Survey Voxpol: Mayoritas Publik Tak Terpengaruh Capres yang Didukung Jokowi
    Nasional

    Hasil Survey Voxpol: Mayoritas Publik Tak Terpengaruh Capres yang Didukung Jokowi

    22 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Maklumat FPI: Menhub Positif Corona, Jokowi Wajib Dikarantina
    Nasional

    Maklumat FPI: Menhub Positif Corona, Jokowi Wajib Dikarantina

    18 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Sebut Indonesia Tak Punya GBHN, Ketua MPR Ragu Proyek Ibu Kota Baru Bakal Dilanjutkan Penerus Jokowi
    Nasional

    Sebut Indonesia Tak Punya GBHN, Ketua MPR Ragu Proyek Ibu Kota Baru Bakal Dilanjutkan Penerus Jokowi

    29 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Mendadak AHY Tak Lagi Bawa-bawa Nama Jokowi Soal Kudeta Demokrat
    Nasional

    Mendadak AHY Tak Lagi Bawa-bawa Nama Jokowi Soal Kudeta Demokrat

    19 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Prediksi Situasi Politik Memanas Jelang 2024, Laskar Ganjar-Puan Sarankan Jokowi Lakukan Reshuffle
    Nasional

    Prediksi Situasi Politik Memanas Jelang 2024, Laskar Ganjar-Puan Sarankan Jokowi Lakukan Reshuffle

    15 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Hadiri Kongres HMI, Jokowi Wanti-wanti Jangan Salah Pilih Pemimpin di Pilpres Nanti
    Nasional

    Hadiri Kongres HMI, Jokowi Wanti-wanti Jangan Salah Pilih Pemimpin di Pilpres Nanti

    28 November 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Debat Pimpinan KPK Soal Wawasan Kebangsaan Gagal, Firli Tidak Datang
    Nasional

    Debat Pimpinan KPK Soal Wawasan Kebangsaan Gagal, Firli Tidak Datang

  • Saat Keluarga Kerajaan Saudi Diserang Corona, Raja dan Putra Mahkotanya Ngungsi Bersama Jauhi Istana
    Internasional

    Saat Keluarga Kerajaan Saudi Diserang Corona, Raja dan Putra Mahkotanya Ngungsi Bersama Jauhi Istana

  • Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19: Di Tempat-tempat Ini Corona Menular Lewat Udara
    Nasional

    Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19: Di Tempat-tempat Ini Corona Menular Lewat Udara

  • Puan Tinjau Rencana Titik Nol Ibu Kota Baru: IKN Beda dengan Jakarta
    Nasional

    Puan Tinjau Rencana Titik Nol Ibu Kota Baru: IKN Beda dengan Jakarta

  • Meski Besanan, Soeharto Ternyata Pernah Marah ke Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo
    Nasional

    Meski Besanan, Soeharto Ternyata Pernah Marah ke Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.