Tag: Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

  • Gatot Nurmantyo Akui KAMI Belum Tentukan Capres Mana yang Akan Didukung

    Gatot Nurmantyo Akui KAMI Belum Tentukan Capres Mana yang Akan Didukung

    TIKTAK.ID – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) hingga kini masih belum menentukan dukungan terhadap bakal calon presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, termasuk Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo mengaku hal itu lantaran delapan maklumat KAMI yang di antaranya berisi sorotan terhadap kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) hingga praktik politik dinasti masih terjadi sampai saat ini.

    “Oleh sebab itu, dalam perpolitikan sekarang, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dalam proses penentuan sekarang ini tidak berpihak kepada siapa pun juga karena kami fokus pada perjuangan kami untuk menyelamatkan Indonesia ini,” ungkap Gatot dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (7/5/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Baca juga : NasDem Jamin Anies Bakal Lanjutkan Pembangunan IKN Jika Menang Pilpres 2024

    Menurut Gatot, keputusan KAMI untuk tidak mendukung siapa pun dalam Pilpres 2024 bukan keputusan final. Dia menyebut KAMI bakal menunggu penetapan bakal calon presiden dan wakil presiden oleh KPU terlebih dahulu, seraya melihat rekam jejak para calon.

    “Nanti kalau sudah ada keputusan, KAMI akan mendiskusikan apakah calon yang diusung dan partai yang diusung bisa sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam maklumat KAMI,” jelas Gatot.

    Adapun maklumat KAMI yang dimaksud salah satunya adalah menuntut pemerintah menghentikan segala bentuk kriminalisasi hingga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepati sumpah jabatannya sebagai presiden RI. Selain itu, KAMI mendesak pemerintah, DPR, DPD, dan MPR menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara supaya tidak menyimpang dari jiwa, semangat dan UUD 1945.

    Baca juga : JK Tak Yakin Koalisi Besar Bakal Terbentuk, Apa Alasannya?

    Gatot mengeklaim sebagian maklumat KAMI di atas masih terjadi. Dia pun menilai hal itulah yang mendasari pihaknya belum ingin menyatakan dukungan terhadap bakal calon presiden yang sudah diumumkan oleh partai politik.

    “Kesimpulannya adalah sekarang sudah terjadi perampokan hak-hak anak muda kita, karena hak-hak mereka nanti hilang dengan terjadinya korupsi di berbagai wilayah maka angka IPK [Indeks Persepsi Korupsi] kita rendah, telah terjadi eksploitasi sumber daya alam besar-besaran, serta perusakan lingkungan hidup,” tutur Gatot.

    “Kita lihat saja 600 hektare lebih untuk food estate sudah gundul sekarang. Padahal kita ini paru-paru dunia. Kemudian pelanggaran HAM, hukum semau-maunya, anggota KAMI pun sendiri ada yang kena,” imbuhnya.

  • UAS, JK dan Gatot Nurmantyo Bertemu di Masjid Agung Al Azhar, Ada Apa?

    UAS, JK dan Gatot Nurmantyo Bertemu di Masjid Agung Al Azhar, Ada Apa?

    TIKTAK.ID – Ustaz Abdul Somad (UAS) diketahui bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan mantan Panglima TNI sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo. Pertemuan itu terjadi di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, pada Minggu (21/8/21) kemarin, saat UAS melaksanakan Salat Subuh berjemaah dan mengisi kajian Salat Subuh di masjid tersebut.

    Melalui foto yang diunggah lewat akun Instagram pribadi UAS @ustadzabdulsomad_official, ulama kelahiran Sumatera Utara itu memperlihatkan dirinya sedang berceramah. Kemudian tampak pula UAS tengah berbincang dengan JK dan Gatot dalam kesempatan tersebut.

    “Salat Subuh di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta bersama Pejuang Shubuh Pondok Indah. Alhamdulillah bisa bersilaturrahim dengan Pak JK, Pak Gatot Nurmantyo, dan banyak putra terbaik ummat dan bangsa. Amiin”, tulis UAS melalui akun Instagramnya, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Gara-gara ‘Amplop Kiai’, Kader PPP Tuntut Suharso Mundur dari Ketum

    Sementara itu, Komite Eksekutif KAMI, Gde Siriana menyebut Gatot hadir setelah mengetahui UAS akan mengisi kajian Subuh di Masjid Agung Al Azhar.

    “Jadi mungkin UAS awalnya enggak tahu kalau Pak Gatot hadir. Setelah tahu, baru Pak Gatot dipanggil, lalu usai pengajian diajak ngobrol bertiga,” ungkap Siriana, pada Senin (22/8/22).

    Kemudian Siriana mengaku tidak ada pembahasan khusus antara UAS, Gatot, dan JK ketika bertemu. Dia menyatakan bahwa ketiganya hanya berbicara santai mengenai materi pengajian yang dibahas oleh UAS.

    Baca juga : 10 Ribu Relawan Siap Gelar Parade Rakyat Merah Putih untuk Lawan Radikalisme

    “Mereka ngobrol santai, ngobrol soal materi pengajian. Ya paling mengenai situasi bangsa lah. Itu saja,” ucap Siriana.

    Sekadar informasi, bukan kali ini saja UAS terlihat bersama sejumlah tokoh. Sebelumnya, UAS juga sempat melakukan safari ke kediaman Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Aljufri dan mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Baik PKS maupun pihak Rizieq mengaku kedatangan UAS itu adalah bentuk silaturahmi.

    Pertemuan UAS dengan PKS digelar di rumah Salim Segaf pada Jumat (19/8/22) pagi. Beberapa foto pertemuan UAS dan Salim Segaf pun diunggah oleh akun DPP PKS. Selanjutnya UAS mengunjungi Habib Rizieq Shihab di Markaz Syariah, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin siang.

    Baca juga : Dinilai Ancam Kebebasan Pers, AJI Minta DPR dan Pemerintah Cabut 19 Pasal Bermasalah RKUHP

    “Siang tadi, di kediaman Habib di Kawasan Petamburan,” terang pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, mengutip detik.com.

  • Din Syamsuddin Ungkap 3 Kerusakan Politik Indonesia, ‘Tunjuk Hidung’ Jokowi?

    Din Syamsuddin Ungkap 3 Kerusakan Politik Indonesia, ‘Tunjuk Hidung’ Jokowi?

    TIKTAK.ID – Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa terdapat tiga kerusakan di Indonesia. Din mengatakan kerusakan itu berasal dari para pemimpin yang tindakannya menyimpang dari kiblat bangsa dan negara Indonesia.

    Ia mejelaskan, kerusakan pertama yakni terjadinya penyelewengan, dan penyimpangan nilai-nilai dasar yang disepakati, yaitu Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

    “Oleh sebab itu, kami sebagai gerakan moral, berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara. Kiblat bangsa dan negara ini telah menyimpang,” ujar Din dalam sambutan KAMI Jambi, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (30/10/20).

    Baca juga : Dipimpin Anies, Jakarta Raih Penghargaan Kota Transportasi Terbaik Dunia, Apa Gak Salah?

    Din menyatakan kerusakan yang kedua adalah gejala negara yang mengarah pada constitutional dictatorship atau kediktatoran konstitusional. Ia menilai kediktatoran konstitusional merupakan tindakan melanggar Dasar Negara.

    “Ada gejala dan gelagat kekuasaan di negara kita mengarah pada penguatan constitusional dictatorship. Sebuah gelagat kediktaktoran membungkusnya melalui undang-undang, padahal hal itu menyimpang dari nilai-nilai dasar,” tutur Din.

    Ia pun beranggapan saat ini Indonesia perlahan berubah menjadi negara otokrasi, meninggalkan azas demokrasi yang selama ini dianut Indonesia.

    Baca juga : Sederet Tokoh Nonparpol yang Masuk Bursa Capres 2024

    “Hal itu sangat kuat, dan sangat berorientasi pada kekuasaan satu orang. Jadi selain oligarki politik dan oligarki ekonomi, sekarang ini Indonesia telah menjadi otokrasi, bukan demokrasi. Ini juga yang disebut dalam literature sebagai democratic centralism,” terang Din.

    Kemudian kerusakan yang ketiga, Din menyatakan arogansi para pemimpin yang memiliki kekuasaan. Ia menjelaskan, kesombongan yang dianut para pemimpin bangsa kini menjadi hambatan terpenuhinya aspirasi rakyat.

    “Terdapat pula kerusakan tingkat ketiga, menjelma dalam bentuk yang saya amati, dalam bentuk arogansi kekuasaan. Kesombongan, kekuasaan, serta merasa dirinya besar karena dianggap memiliki badan eksekutif, yang kemudian mereka menutup mata dan telinga dari aspirasi rakyat,” tegas Din.

    Baca juga : Tulis Surat ke Anies, Wanita yang Ancam Bakar Balai Kota Ungkit Jasanya Beri Jabatan

    Tidak hanya itu, Din memaparkan bahwa kehadiran KAMI penting untuk menyelamatkan Indonesia yang telah rusak.

    Din pun mengaku berharap KAMI bisa menjadi wadah dalam berupaya mengembalikan Indonesia kepada demokrasi dan menjaga keutuhan Dasar Negara.

    “KAMI sebagai gerakan moral akan berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara yang sudah menyimpang,” tegasnya.

  • PDIP Minta Jokowi Buka Dialog dengan KAMI, Bukan Hanya Kelompok yang ‘Satu Suara’ dengan Dirinya Saja

    PDIP Minta Jokowi Buka Dialog dengan KAMI, Bukan Hanya Kelompok yang ‘Satu Suara’ dengan Dirinya Saja

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon mengungkapkan harapannya agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau membuka dialog dengan tokoh gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

    “Sekarang Jokowi buka dong, Istana. Ajak mereka untuk dialog point to point, supaya kelihatan. Jangan dialog dengan tokoh yang hanya satu suara dengan Jokowi saja,” ujar Effendi, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (19/8/20).

    Baca juga: Mantan Pejabat Jokowi dan Eks Pendukung Prabowo Bentuk Kelompok Oposisi, Siasat untuk Pemilu 2024?

    Effendi menjelaskan, rekonsiliasi antara Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidaklah menyelesaikan persoalan. Ia juga menilai langkah Jokowi menjadikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) tidak berhasil menarik seluruh gerbong pendukung Prabowo di Pilpres 2019 lalu.

    “Ketika Jokowi mengambil Prabowo masuk Koalisi Pemerintah, tapi ternyata hal itu tidak serta-merta kekuatan di belakang Prabowo ikut dalam gerbongnya, hanya Prabowo saja yang ikut,” kata Effendi.

    Baca juga: Hadapi Covid-19, Anies Sebut Bagaikan Masuk Wilayah yang Belum Ada Petanya, PDIP: Anies Keliru!

    “Sepertinya hanya Prabowo saja yang terbawa [dengan Gerindra]. Saya melihat ini tidak menyelesaikan masalah, secara formal ya, namun apakah juga diikuti kekuatan yang sama di akar rumput, ini yang saya tidak kelihatan jelas,” lanjut Effendi.

    Halaman selanjutnya…

  • Babak Baru Upaya para Oposan Jokowi ‘Selamatkan Indonesia’

    Babak Baru Upaya para Oposan Jokowi ‘Selamatkan Indonesia’

    TIKTAK.ID – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dideklarasikan di sebuah rumah makan di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/20). Orang-orang yang hadir pun tak asing lagi, terutama bagi mereka yang terbiasa mengamati berita-berita politik.

    Di antaranya terdapat Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Refly Harun, Abdullah Hehamahua, dan Said Didu. Kemudian ada M.S. Ka’ban, Syahganda Nainggolan, Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

    Baca juga: Sindir Aksi Marah Jokowi, PKS: Menterinya Dablek atau Presidennya ‘Omdo’ dan Penakut!

    Panitia mengatakan mereka juga mengundang mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rachmawati Soekarnoputri, hingga ekonom Rizal Ramli. Namun ketiganya tidak hadir.

    “Yang sudah kami konfirmasi dan menyatakan bersedia, ada hampir 150 [tokoh] lebih dan mereka terus menyatakan dukungan. Bahkan tidak hanya di Jakarta, melainkan hampir di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Panitia Kerja KAMI, Ahmad Yani, seperti dilansir Tirto.id.

    Baca juga: Petinggi Organ Relawan Jokowi Puji Gaya Anies Sikapi Fitnah Ike Muti

    Nama-nama yang ada di balik deklarasi KAMI, bukanlah “orang baru”. Beberapa di antaranya pernah menjabat di pemerintahan. Ada juga yang merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat Pilpres 2019.

    Selain itu, terdapat pula tokoh yang memang sejak lama dikenal sebagai oposisi Pemerintah, siapa pun yang berkuasa, seperti Rocky Gerung. Rocky sendiri merupakan mantan dosen filsafat di Universitas Indonesia yang kerap disapa “Profesor” meski gelar terakhir yang ia peroleh hanya sarjana.

    Halaman selanjutnya…