TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›KAMI: Tak Tunda Pilkada, Jokowi Ingkari Janjinya Sendiri dan Potensial Langgar Konstitusi

KAMI: Tak Tunda Pilkada, Jokowi Ingkari Janjinya Sendiri dan Potensial Langgar Konstitusi

By Joni Sitohang
21 September 2020
522
0
KAMI: Tak Tunda Pilkada, Jokowi Ingkari Janjinya Sendiri dan Potensial Langgar Konstitusi

TIKTAK.ID – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo mendesak agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah bisa menunda penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 karena pandemi virus Corona (Covid-19) masih belum usai. Gatot menilai lebih baik Pilkada dihelat jika situasi sudah aman.

“KAMI meminta kepada KPU dan penyelenggara Negara, terutama Pemerintah, untuk membatalkan/menunda Pelaksanaan Pilkada tersebut sampai dengan batas waktu yang aman bagi rakyat Indonesia,” ujar Gatot melalui keterangan resmi, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (21/9/20).

Gatot mengatakan laju penularan virus Corona di Indonesia akan makin meningkat jika Pilkada Serentak 2020 dipaksa untuk dilanjutkan. Ia pun menegaskan, bakal banyak masyarakat yang terancam keselamatannya.

Baca juga : Namanya Hilang di Daftar Pengurus Gerindra, Benarkah Poyuono Dapat Tugas Khusus dari Prabowo?

Kemudian Gatot mengatakan bahwa Pemerintah wajib menjalankan amanat konstitusi Undang-undang Dasar 1945, yakni melindungi segenap rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, Gatot menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpotensi melanggar konstitusi dan janjinya yang ingin mengutamakan kesehatan ketimbang ekonomi bila Pilkada tetap dilanjutkan.

“Pelaksanaan Pilkada yang berpotensi meningkatkan laju pandemi akan dinilai sebagai pelanggaran terhadap amanat konstitusi. Hal itu juga melanggar janji Presiden Joko Widodo sendiri yang pernah menyatakan akan mengutamakan kesehatan dari pada ekonomi,” ucap Gatot.

Lebih lanjut, Gatot meminta agar KPU dan Pemerintah memiliki rasa keprihatinan terhadap pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini. Sebab, menurutnya, kondisi persebaran Covid-19 makin meninggi dan memakan korban yang tak sedikit.

Baca juga : Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

Perlu diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terdapat total 244.676 kasus positif di Indonesia per Minggu (20/9/20).

Melihat data tersebut, Gatot pun meminta agar pembatalan Pilkada bisa sejalan dengan ide dan gagasan KAMI bahwa Pemerintah harus mengutamakan penanggulangan masalah kesehatan dan keselamatan rakyat.

Sebelumnya, usulan penundaan Pilkada serentak 2020 mengemuka ke publik setelah masa pendaftaran pasangan calon pada 4-6 September lalu diwarnai pelanggaran protokol Covid-19. Bawaslu pun mencatat sebanyak 316 Bapaslon dari 243 daerah melakukan pelanggaran.

Baca juga : Dulu Tarung Sengit di DKI, Kini Sandi-Djarot Kompak Dukung Menantu Jokowi

Sementara itu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sendiri mengklaim telah menerima lebih dari 50 jenis petisi dari masyarakat yang meminta agar Pilkada 2020 ditunda.

TagsCoronaCOVID-19Gatot NurmantyoJokowiKAMIKPUPilkada 2020Pilkada Serentak 2020Virus Corona

Related articles More from author

  • Kata Pengamat, Berikut Sejumlah Nama Menteri Jokowi yang Layak Diganti
    Nasional

    Kata Pengamat, Berikut Sejumlah Nama Menteri Jokowi yang Layak Diganti

    1 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • KSP: Ada Agenda Jerumuskan Jokowi di Balik Isu Presiden 3 Periode
    Nasional

    KSP: Ada Agenda Jerumuskan Jokowi di Balik Isu Presiden 3 Periode

    17 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Wow! Jalan Tol Trans Jawa Bakal Nyambung Hingga Bali
    Nasional

    Wow! Jalan Tol Trans Jawa Bakal Nyambung Hingga Bali

    25 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Eropa Boikot Sawit RI, Jokowi: Kamu Nggak Beli, Saya Pakai Sendiri
    Nasional

    Jokowi Minta Kepala Daerah Lebih Tegas Cegah Warga Mudik

    31 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Tak Percaya Elektabilitas Anies Baswedan Turun, PKS: Hasil Surveinya Agak Aneh!
    Nasional

    Tak Percaya Elektabilitas Anies Baswedan Turun, PKS: Hasil Surveinya Agak Aneh!

    22 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Tak Hadiri Acara Megawati dan Pilih ke Jateng, Isyarat Jokowi Dukung Ganjar?
    Nasional

    Tak Hadiri Acara Megawati dan Pilih ke Jateng, Isyarat Jokowi Dukung Ganjar?

    13 Juni 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gaduh, Negara Eropa Ramai-ramai Hentikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
    Internasional

    Gaduh, Negara Eropa Ramai-ramai Hentikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

  • PDIP: Kandidat Capres-Cawapres Tetap di Tangan Megawati
    Nasional

    Soal Peluang Usung Prabowo-Puan di 2024, Begini Penjelasan Sekjen Gerindra dan PDIP

  • NasDem Gabung Koalisi Prabowo, Golkar Tak Khawatir Jatah Menteri Berkurang
    Nasional

    NasDem Gabung Koalisi Prabowo, Golkar Tak Khawatir Jatah Menteri Berkurang

  • Begini Kronologi Pengeroyokan Ade Armando Saat Demo BEM SI di DPR
    Nasional

    Begini Kronologi Pengeroyokan Ade Armando Saat Demo BEM SI di DPR

  • TIKTAK.ID - Mantan Kepala BIN Analisa Risiko Jika Habib Rizieq Pulang
    Nasional

    Mantan Kepala BIN Analisa Risiko Jika Habib Rizieq Pulang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.