TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pemerintah Dituntut Transparan dan Buka Data Influencer yang Bantu Pencitraan

Pemerintah Dituntut Transparan dan Buka Data Influencer yang Bantu Pencitraan

By Joni Sitohang
25 Agustus 2020
554
0
Pemerintah Dituntut Transparan dan Buka Data Influencer yang Bantu Pencitraan

TIKTAK.ID – Sekretaris Nasional Public Interest Lawyer Network (Pilnet) Indonesia, Erwin Natosmal Oemar menyebut bahwa penggunaan anggaran adalah cerminan dari kebijakan Pemerintah. Oleh sebab itu, ia menilai seberapa efektif penggunaan anggaran itu bisa dilihat dari anggaran yang dikeluarkan.

Pernyataan Erwin tersebut ia lontarkan merespons dugaan penggunaan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk kalangan influencer dalam melakukan sosialiasi program Pemerintah.

“Hal itu berarti Pemerintah Jokowi sekarang melihat influencer sebagai pihak yang penting dalam memperbaiki citra Pemerintah sekarang di depan publik,” ujar Erwin, seperti dilansir SINDOnews, Selasa (25/8/20).

Baca juga : Terkenang Prabowo Jadikan Anis Cawapres 2019, Gelora Dukung Gerindra di Sumbar

Meski begitu, Erwin mengatakan soal isu siapa saja influencer yang mendapatkan anggaran publik itu harus diungkap secara transparan kepada publik. Pasalnya, ia beranggapan transparansi anggaran kepada publik penting untuk mengetahui agar opini publik tidak didistorsi atau hidup secara sehat di dalam masyarakat.

“Pemerintah perlu terbuka, dan DPR juga perlu menagih ke mana anggaran publik itu digunakan sebagaimana mestinya,” tutur Erwin.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, mengaku anggaran untuk pembiayaan jasa influencer di sejumlah kementerian dan lembaga sudah termaktub dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) APBN.

Baca juga : MUI Bantah Keluarkan Maklumat Agar Jokowi Bubarkan BPIP

“Hal itu sudah direncanakan dan dianggarkan, sudah ada DIPA, dan melalui proses pengadaan barang/jasa sesuai prosedur. Ada pemenang dan kegiatan dijalankan, serta ada laporan pertanggungjawaban,” terang Prastowo, mengutip Tempo.co, Senin (24/8/20).

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap alokasi dana influencer yang tercecer di 34 kementerian/lembaga sepanjang 2014 hingga 2018, dan diperlebar hingga 2020 yang totalnya mencapai angka fantastis sekitar 1,2 Triliun lebih.

Prastowo menilai dengan dibukanya pos anggaran influencer, maka ICW sejatinya telah memiliki maksud dan tujuan baik. Ia beranggapan temuan itu merupakan bukti pengawasan organisasi terhadap Pemerintah.

Baca juga : Di HUT PAN Jokowi Sebut Ada Pihak yang Terusik dengan Perubahan, Sindir Siapa?

Meski begitu, Prastowo menyatakan temuan ICW tak perlu membuat publik gusar dan menjadikannya sebagai amunisi untuk menyerang Pemerintah. Ia menerangkan, sepanjang influencer menyebarkan informasi atau membangun opini berdasarkan pengetahuan yang benar, maka hal itu bukan menjadi masalah.

Lebih lanjut, ia mengklaim jasa influencer dipilih ketimbang media massa karena platform komunikasi telah bergeser dari cetak atau elektronik ke digital, utamanya media sosial.

TagsDPRICWinfluencerPemerintah

Related articles More from author

  • Ini Alasan Walhi Minta Jokowi Tak Bikin Gaduh dan Seenaknya Main Tuduh Penolak UU Ciptaker Termakan Hoaks
    Nasional

    Ini Alasan Walhi Minta Jokowi Tak Bikin Gaduh dan Seenaknya Main Tuduh Penolak UU Ciptaker Termakan Hoaks

    11 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Pengamat Sebut Pengadaan Gorden Anggota DPR Senilai 48 Miliar Tak Masuk Akal

    31 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Pakar Hukum Tata Negara Sesalkan Pemerintah dan DPR Abaikan Etika Demokrasi dan Gegabah Sahkan UU Cipta Kerja
    Nasional

    Pakar Hukum Tata Negara Sesalkan Pemerintah dan DPR Abaikan Etika Demokrasi dan Gegabah Sahkan UU Cipta Kerja

    13 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Sayangkan Sikap Jokowi yang Abaikan Suara Publik, Jaringan GUSDURian Ikut Keluarkan Pernyataan Sikap
    Nasional

    Sayangkan Sikap Jokowi yang Abaikan Suara Publik, Jaringan GUSDURian Ikut Keluarkan Pernyataan Sikap

    24 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Istana Bakal Cek Dugaan Mahasiswa UBK Diberi Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran
    Nasional

    Istana Bakal Cek Dugaan Mahasiswa UBK Diberi Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran

    23 Juni 2026
    By Johan Arif
  • Komisi VI Desak Pemerintah Jelaskan ke Publik Urgensi Kenaikan BBM Non-Subsidi
    Nasional

    Komisi VI Desak Pemerintah Jelaskan ke Publik Urgensi Kenaikan BBM Non-Subsidi

    28 April 2026
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Valentino Rossi Bisa Tampil di MotoGP Indonesia
    Olahraga

    Valentino Rossi Bisa Tampil di MotoGP Indonesia

  • Militer As Larang Pasukannya Gunakan Tiktok
    Internasional

    Angkatan Laut AS Larang Pasukannya Gunakan Aplikasi TikTok, Mengapa?

  • iFixit Oprek Kain Lap Apple Harga Rp270 Ribu
    Teknologi

    iFixit Oprek Kain Lap Apple Harga Rp270 Ribu

  • Kemenpora Awasi Anggaran Pelatnas yang Gunakan APBN
    Nasional

    Kemenpora Awasi Anggaran Pelatnas yang Gunakan APBN

  • Ganjar Janji Percepat Kebijakan ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ ala Jokowi
    Nasional

    Ganjar Janji Percepat Kebijakan ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ ala Jokowi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.