
TIKTAK.ID – Dikenal sebagai sosok kontroversial dan media darling, menjadikan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sebagai salah satu menteri terpopuler lima tahun terakhir. Mirip selebriti, jumlah penggemarnya hampir sama banyak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Lewat akun Twitter pribadinya @SusiPudjiastuti, yang diikuti lebih dari 1 juta akun, dia terhitung pemilik akun yang aktif berkicau. Kadang sekadar me-retweet isi cuitan yang disetujuinya, namun tak jarang juga dengan nada khas mengutarakan pandangan, menyanggah pendapat orang lain, sekaligus mengemukakan argumentasinya.
Cuitan Susi, selain seringkali banjir retweet, like, dan komentar, juga menjadi perhatian serius warganet. Terbaru, menanggapi permintaan follow back para fansnya, Susi mengaku sudah banyak mengikuti balik akun-akun yang sudah mengikutinya, khususnya setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri.
Terkait hal ini, Susi tampaknya punya cara unik untuk merespon permintaan warganet yang ingin diikuti balik olehnya di Twitter.
“Kawan2 Semua, bbrp hari ini banyak yg minta sy followback & sdh banyak yg sy followback,” kicau Susi di akun Twitter miliknya, Senin (29/10/19)
Meski demikian, Susi mengaku tak akan semudah itu mem-follback akun lain tanpa syarat. Sebaliknya, ada beberapa “mahar” unik atau syarat khusus yang dimintanya untuk dipenuhi. Syarat-syarat yang ternyata tak jauh-jauh dari soal laut, ikan dan lingkungan hidup. Tanpa itu, Susi mengaku tak mau mengikuti balik akun siapapun, meski mereka sudah memintanya.
Lalu, apa saja mahar atau syarat yang diminta Susi dan harus dipenuhi?
Lanjut ke halaman berikutnya
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










