TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›‘Jaga Minyak’, Dalih Baru Trump Biarkan Pasukan AS Bercokol di Suriah

‘Jaga Minyak’, Dalih Baru Trump Biarkan Pasukan AS Bercokol di Suriah

By Bagas F Sinaga
28 Oktober 2019
739
0
TIKTAK.ID - Pasukan Tambahan AS di Suriah

TIKTAK.ID – Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan beberapa alasan pembenar atas penarikan pasukan Amerika dari Suriah. Dia bahkan menganggap negara Suriah sebagai “negeri pasir dan kematian”. Saat memutuskan untuk meninggalkan pejuang Kurdi (yang tadinya didukung Amerika), Trump mengatakan, “tidak ada malaikat,” yang dapat menghentikan “perang tanpa akhir.” Namun bagai air di daun talas, dalam beberapa hari semua ucapan Trump berubah. Kini Trump justru menetapkan cadangan minyak Suriah sebagai alasan baru untuk mengerahkan ratusan pasukan tambahan ke negara yang porak-poranda dilanda perang itu. Dia menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil merebut dan “mengamankan” ladang minyak yang menjadi sumber daya alam utama negara yang sedang kacau itu. Untuk alasan inilah Trump ingin memperluas kehadiran militernya di sana.

“Kami telah mengambil dan mengamankannya,” kata Trump tentang minyak Suriah saat konferensi pers di Gedung Putih pada hari Minggu (27/10/19), setelah mengumumkan terbunuhnya pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Tindakan menguasai ladang minyak Suriah ini sejatinya bukan buah pemikiran yang baru dari seorang Trump. Dalam jumpa pers itu Trump mengingatkan hadirin tentang bagaimana, selama perang Irak, ia pernah menyerukan penjualan minyak Irak untuk membiayai biaya konflik yang sangat besar.

“Saya bilang jaga minyaknya,” Trump menceritakan. “Jika mereka pergi ke Irak, simpan minyaknya. Mereka tidak pernah melakukannya. Mereka tidak pernah melakukannya,” ujar Trump seperti dikutip dari New York Times.

TIKTAK.ID - Pasukan Khusus AS

Beberapa hari pasca Presiden Barack Obama menarik pasukan Amerika dari Irak, dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada April 2011, Trump mengatakan, “Di masa lalu, Anda tahu, ketika Anda berperang, bagi pemenang (seluruh kekayaan musuh-ed) adalah rampasan,” katanya. “Anda masuk. Anda menangkan perang dan Anda mengambilnya.”

Gagasan untuk menguasai ladang minyak Suriah itu kembali muncul setelah keputusannya untuk mengeluarkan pasukan Amerika dari Suriah utara yang telah membantu milisi Kurdi memerangi sisa-sisa anasir ISIS di wilayah tersebut dikritik berbagai pihak. Langkah ini secara efektif memberi Turki lampu hijau untuk menyerang kawasan yang dihuni oleh milisi Kurdi, yang oleh Turki dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan mereka.

Baca Juga: Langkah Trump Tarik Pasukan, Picu Turki Serang Kurdi Suriah

Pesan Trump membingungkan para mantan pejabat pemerintah dan analis Timur Tengah yang mengatakan bahwa mengendalikan ladang minyak Suriah -yang merupakan kekayaan sah pemerintah Suriah- akan menimbulkan banyak kendala praktis, hukum, dan politik.

Mereka juga memperingatkan bahwa wacana Trump, dapat mengonfirmasi prasangka buruk dunia tentang motif Amerika mengirim pasukan di wilayah tersebut. Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia mengecam tindakan Trump dan menyebut Amerika sebagai “Negara Bandit.”

Pejabat Pentagon mengatakan pada hari Jumat bahwa Amerika Serikat akan mengerahkan beberapa ratus tentara untuk menjaga ladang minyak di Suriah timur, meskipun Trump berulang kali mengatakan bahwa ia akan membawa pulang tentara Amerika dari Suriah.

Baca Juga: Tersandung Ukraina Gate, Trump Terancam Dimakzulkan

TagsAbu Bakar al-BaghdadiBarack ObamaDonald TrumpGedung PutihISISPentagonPerang IrakPerang SuriahTurki

Related articles More from author

  • Pejabat Keamanan Pemilu AS Tolak Klaim Kecurangan yang Dituduhkan Trump
    Internasional

    Pejabat Keamanan Pemilu AS Tolak Klaim Kecurangan yang Dituduhkan Trump

    21 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • China: AS Menghina Pengorbanan Rakyat China
    Internasional

    China: AS Menghina Pengorbanan Rakyat China

    22 Maret 2020
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong
    Internasional

    Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong

    29 November 2019
    By William Putra Wijaya
  • Internasional

    HRW: Biden Harus Izinkan Investigasi Seluruh Kejahatan Trump

    14 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Presiden Erdogan Mendatangi Gedung Putih
    Internasional

    Babak Baru Akhir Perseteruan Erdogan-Trump

    15 November 2019
    By William Putra Wijaya
  • Kesaksian Dokter Turki: Jumlah Kasus Covid-19 Lebih Besar dari Laporan Pemerintah
    Internasional

    Kesaksian Dokter Turki: Jumlah Kasus Covid-19 Lebih Besar dari Laporan Pemerintah

    6 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Spotify Hadirkan Paket Premium Mini untuk Pengguna Indonesia
    Teknologi

    Spotify Hadirkan Paket Premium Mini untuk Pengguna Indonesia

  • Handika Pratama Bikin 'Warkop Naik Kelas', Bantu Pengangguran Akibat Pandemi
    Selebriti

    Handika Pratama Bikin ‘Warkop Naik Kelas’, Bantu Pengangguran Akibat Pandemi

  • Dejan Lovren Komentari Peluang Mo Salah Tinggalkan Liverpool
    Olahraga

    Dejan Lovren Komentari Peluang Mo Salah Tinggalkan Liverpool

  • Seorang Pejabat Partai Suu Kyi Tewas dalam Tahanan Polisi
    Internasional

    Seorang Pejabat Partai Suu Kyi Tewas dalam Tahanan Polisi

  • Beredar Foto Jokowi Perintahkan Prabowo Bubarkan FPI, Bagaimana Faktanya?
    Nasional

    Beredar Foto Jokowi Perintahkan Prabowo Bubarkan FPI, Bagaimana Faktanya?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.