TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›HRW: Biden Harus Izinkan Investigasi Seluruh Kejahatan Trump

HRW: Biden Harus Izinkan Investigasi Seluruh Kejahatan Trump

By Bagas F Sinaga
14 Januari 2021
562
0

TIKTAK.ID – Kelompok Human Right Watch (HRW) mendesak Presiden terpiliih AS, Joe Biden harus mampu membawa “perubahan mendasar” kebijakan AS terkait hak asasi manusia dan mengizinkan investigasi kejahatan yang dilakukan Presiden Donald Trump.

Dilansir Associated Press, Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth pada Rabu (13/1/21) mengatakan bahwa drinya berharap Biden berupaya untuk meningkatkan hak asasi manusia di AS yang selama kepemimpinan Trump sebagian besar ditimpakan ke negara lain.

“Setelah empat tahun ketidakpedulian Trump dan sering kali memusuhi hak asasi manusia, termasuk memprovokasi serangan massa terhadap proses demokrasi di Capitol, kemenangan Biden memberikan kesempatan untuk perubahan mendasar,” kata Roth.

Komentar tersebut muncul ketika HRW meluncurkan “Laporan Dunia 2021” tahunannya yang mencatat keprihatinan tentang hak asasi manusia di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Pemerintahan Trump sangat blak-blakan jika menyebut pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di negara-negara seperti Venezuela dan khususnya China, bahkan menuntut Beijing untuk bertanggung jawab atas tindakan kerasnya di Tibet, Hong Kong, dan wilayah Xinjiang barat.

Namun di sisi lain, Trump malah menarik Amerika Serikat keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia yang didukung PBB lebih dari dua tahun lalu, dengan menuduh Badan itu memiliki bias anti-Israel.

Di bawah kepemimpinan Trump, “kecaman AS terhadap hak asasi manusia di negara-negara seperti Venezuela, Kuba atau Iran berbanding terbalik dengan pujian paralel yang diberikan kepada negara-negara seperti Rusia, Mesir, Arab Saudi … atau Israel,” kata Roth.

“Singkatnya, Donald Trump adalah bencana bagi hak asasi manusia,” katanya, sambil bersikeras bahwa “akan naif” untuk berharap Presiden Biden sebagai obat untuk semuanya.

Dia mengatakan Biden juga harus “membiarkan keadilan menemukan jalannya sendiri sehubungan dengan Trump untuk menunjukkan bahwa presiden tidak lebih tinggi dari hukum, menolak alasan jargon “melihat ke depan, bukan ke belakang” yang digunakan Obama untuk mengabaikan tindakan penyiksaan yang terjadi pada pemerintahan Bush.

Roth mengatakan platform media sosial telah “melakukan hal yang benar, dan mungkin bahkan terlambat” untuk menutup akun Trump, dengan alasan bahwa Presiden AS tersebut telah menggunakannya untuk “mendorong gerakan supremasi kulit putih, yang menimbulkan kebencian, jelas untuk menyebarkan kebohongan tentang kemenangannya dalam pemilihan”.

“Tapi yang paling penting: Untuk memicu massa menyerang Capitol,” tambahnya.

Roth menyinggung istilah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “tidak terlalu bagus” dalam hal hak asasi manusia, sebab Guterres tidak menyebut nama pelaku dan lebih sering berbicara untuk mengutuk pelanggaran hak secara lebih luas.

“Ujian sesungguhnya dari keefektifan Guterres adalah, tahukah Anda, apakah telinga seseorang merasakan panas dari komentarnya tentang hak asasi manusia?” katanya. “Dan umumnya jawabannya tidak, karena dia tidak menyebut nama siapa pun.”

Dia mengatakan berharap Pemerintah -terutama lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB- akan “menekan AS terhadap komitmennya yang lebih blak-blakan terhadap hak asasi manusia”.

China dan Rusia adalah dua dari anggota tersebut -dan mereka sering menghadapi pengawasan dan kritik terhadap kelompok advokasi seperti Roth.

TagsBerita Dunia Hari IniDonald TrumpHRWHuman Right WatchinvestigasiJoe BidenKejahatan

Related articles More from author

  • Pembicaraan Damai antara Taliban dan Pemerintah Kabul Kembali Digelar
    Internasional

    Pembicaraan Damai antara Taliban dan Pemerintah Kabul Kembali Digelar

    25 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Mengejutkan! Kardinal Meksiko Sebut Vaksin Covid-19 Mengandung ‘Setan’
    Internasional

    Mengejutkan! Kardinal Meksiko Sebut Vaksin Covid-19 Mengandung ‘Setan’

    20 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Menlu Kuba Dapuk AS sebagai Ancaman bagi Dunia Internasional
    Internasional

    Menlu Kuba Dapuk AS sebagai Ancaman bagi Dunia Internasional

    24 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Abaikan Janji Bantuan 28 Triliun, Indonesia Tolak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
    Internasional

    Abaikan Janji Bantuan 28 Triliun, Indonesia Tolak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

    9 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS
    Internasional

    Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS

    14 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Bebas Kunjungi UEA Pascanormalisasi, Turis Israel Ketahuan Curi Barang-barang Hotel di Dubai
    Internasional

    Bebas Kunjungi UEA Pascanormalisasi, Turis Israel Ketahuan Curi Barang-barang Hotel di Dubai

    3 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Merasa Difitnah Coret Data Bansos, Risma Ngamuk: Tak Tembak Kamu!
    Nasional

    Merasa Difitnah Coret Data Bansos, Risma Ngamuk: Tak Tembak Kamu!

  • Moeldoko Beberkan 18 Lembaga Negara yang Akan Dibubarkan Jokowi
    Nasional

    Moeldoko Beberkan 18 Lembaga Negara yang Akan Dibubarkan Jokowi

  • Gatot Nurmantyo Akui KAMI Belum Tentukan Capres Mana yang Akan Didukung
    Nasional

    Gatot Nurmantyo Akui KAMI Belum Tentukan Capres Mana yang Akan Didukung

  • Joe Biden Yakin Bakal Depak Donald Trump dari Gedung Putih
    Internasional

    Joe Biden Yakin Bakal Depak Donald Trump dari Gedung Putih

  • Luhut Sebut Dirinya Tak Mungkin Maju Capres karena Bukan Orang Jawa
    Nasional

    Saat PDIP-Demokrat Kompak Kritik Tajam Luhut Soal Penundaan Pemilu

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.