TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Dokumen Pengadilan Ungkap Aksi Putra Mahkota Saudi Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada

Dokumen Pengadilan Ungkap Aksi Putra Mahkota Saudi Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada

By William Putra Wijaya
7 Agustus 2020
597
0
Dokumen Pengadilan Ungkap Aksi Putra Mahkota Saudi Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada

TIKTAK.ID – Sebuah dokumen yang diajukan ke pengadilan Amerika menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengirim pasukan pembunuh bayaran ke Kanada untuk menghabisi seorang mantan pejabat intelijen Saudi.

Rencana pembunuhan itu dilancarkan tak lama setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khasoggi di Turki, bunyi dokumen itu, tulis BBC.

Mantan intel yang menjadi target bernama Saad al-Jabri, tangan kanan Pangeran Mohammed bin Nayef, yang juga merupakan kunci utama dalam semua hubungan Arab Saudi dengan badan intelijen “Lima Mata” (Amerika, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru).

Saad melarikan diri ke pengasingan tiga tahun lalu. Kini dia berada di bawah perlindungan keamanan swasta di Toronto.

Plot itu diduga gagal setelah agen perbatasan Kanada curiga terhadap regu pembunuh ketika mereka berusaha memasuki negara itu di Bandara Internasional Pearson Toronto, tulis dokumen di pengadilan.

Dokumen 106 halaman itu menuduh Putra Mahkota Saudi berusaha untuk membungkamnya.

Saad mengatakan dirinya menjadi target karena memiliki “informasi yang memberatkan Putra Mahkota”. Termasuk dugaan korupsi dan mengawasi tim tentara bayaran pribadi bernama “Tiger Squad”.

Dokumen itu juga mengatakan bahwa Tiger Squad atau Pasukan Macan ini yang terlibat pembunuhan jurnalis Khashoggi, yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2018 lalu.

“Beberapa tempat menyimpan informasi yang lebih sensitif, menghina dan memberatkan terdakwa bin Salman lebih dari yang terpikirkan dan ingatan Saad – kecuali mungkin rekaman yang dibuat oleh Saad untuk mengantisipasi pembunuhannya,” kata dokumen itu.

“Itulah sebabnya terdakwa bin Salman menginginkannya mati, dan mengapa terdakwa bin Salman telah berupaya untuk menghabisinya selama tiga tahun terakhir”.

Setelah melarikan diri dari Arab Saudi menjelang “pembersihan” oleh putra mahkota yang sangat berkuasa pada tahun 2017, Saad melarikan diri ke Kanada melalui Turki.

Dia menuduh Mohammed bin Salman berulang kali mencoba membawanya pulang ke Saudi, bahkan mengirim pesan berbunyi: “Kami pasti akan menghubungi Anda”.

Kemudian, kurang dari dua minggu setelah pembunuhan Khashoggi, Saad mengatakan Pasukan Macan pergi ke Kanada dengan tujuan untuk mengeksekusinya.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa salah satu pria dalam rombongan Pasukan Macan adalah seorang pria yang dituduh memotong-motong Khashoggi dan mereka membawa dua tas alat forensik.

Namun, agen perbatasan Kanada “curiga” terhadap kelompok itu dan menolak mereka masuk setelah menginterogasi mereka, katanya.

“Bin Salman sebenarnya mengirim pasukan pembunuh ke Amerika Utara untuk membunuh Saad”, sebut dokumen itu.

Saad menuduh Putra Mahkota melakukan percobaan pembunuhan di luar hukum yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Korban Penyiksaan Amerika dan melanggar hukum internasional.

TagsBerita Dunia Hari IniDokumen PengadilanJamal KhasoggiKanadaMohammed bin SalmanPasukan PembunuhPutra Mahkota Saudi

Related articles More from author

  • Melonjaknya Biaya Hidup Picu Demonstrasi Besar di Inggris dan Irlandia
    Internasional

    Melonjaknya Biaya Hidup Picu Demonstrasi Besar di Inggris dan Irlandia

    22 Juni 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS
    Internasional

    Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS

    24 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pakar Penyakit Menular Prediksi Pandemi di Amerika Bakal Tambah Parah
    Internasional

    Pakar Penyakit Menular Prediksi Pandemi di Amerika Bakal Tambah Parah

    6 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Ratusan Wanita Protes Pengangkatan Terduga Pemerkosa sebagai Menteri di Prancis
    Internasional

    Ratusan Wanita Protes Pengangkatan Terduga Pemerkosa sebagai Menteri di Prancis

    12 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tiga Perusahaan Minyak Eropa Diretas
    Internasional

    Tiga Perusahaan Minyak Eropa Diretas

    6 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Taliban Klaim Taklukkan Panjshir
    Internasional

    Taliban Klaim Taklukkan Panjshir

    7 September 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PKB Buka Suara Soal Wacana Duet Prabowo-Puan
    Nasional

    PKB Sebut Koalisi Pendukung Anies Baswedan Rawan Pecah Kongsi

  • Terseret Polemik Museum SBY, Alissa Wahid Klarifikasi Kader Demokrat Soal 'Makam Gus Dur Dibangun Negara'
    Nasional

    Terseret Polemik Museum SBY, Alissa Wahid Klarifikasi Kader Demokrat Soal ‘Makam Gus Dur Dibangun Negara’

  • TIKTAK.ID - Performa AMD Ryzen 7 4800H Lampaui Intel Core i7-10750H
    Teknologi

    Performa AMD Ryzen 7 4800H Lampaui Intel Core i7-10750H

  • Sejumlah Negara Eropa Isolasi Inggris setelah Ditemukan Varian Covid-19 Baru di London
    Internasional

    Sejumlah Negara Eropa Isolasi Inggris setelah Ditemukan Varian Covid-19 Baru di London

  • Imbau Tetap Waspada Virus Corona, Pakar: Wabah di China Mungkin Berakhir, di Luar China Baru Berawal
    Internasional

    Imbau Tetap Waspada Virus Corona, Pakar: Wabah di China Mungkin Berakhir, di Luar China Baru Berawal

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.