#
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra menyatakan dugaan tindak penyadapan oleh Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden RI Prabowo Subianto sebagai tindakan mengarah ke makar. “Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal, dan mengarah ke tindakan yang makar,” kata Herindra di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/11). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Pernyataan ini senada dengan yang disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi yang mengkategorikan penyadapan terhadap Prabowo sebagai makar. Prasetyo mengatakan kategori makar itu ia berikan karena penyadapan yang dilakukan Listyo Sigit Cs berpotensi membahayakan kepentingan negara. “Kami berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,” kata Pras. Begitu juga dengan Sekjen Gerindra sekaligus Menko PMK Sugiono yang menyatakan tindak dugaan penyadapan itu merupakan bentuk insubordinasi. Sugiono menyatakan tindakan itu merupakan persoalan serius yang perlu diusut tuntas. “Kalau saya berpendapat bahwa ini merupakan suatu bentuk insubordinasi. Kemudian bisa jadi ditemukan motif-motif yang mengarah pada makar kepada Presiden,” ujar Sugiono. [Gambas:Video CNN] Hal serupa juga disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan yang menyatakan pemerintah akan melawan segala tindakan yang mengarah pada perbuatan makar. Ia menilai tindakan itu merupakan persoalan serius yang tidak dapat ditoleransi karena dinilai tidak hanya menga
—
*Berita ini merupakan rewrite dari sumber berita terpercaya untuk tiktak.id.*
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










