TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Waspadai Kasus Spyware, Mantan Direktur NSA: Setiap Impor Perangkat Lunak Harus Diperiksa

Waspadai Kasus Spyware, Mantan Direktur NSA: Setiap Impor Perangkat Lunak Harus Diperiksa

By Bagas F Sinaga
24 Juli 2021
457
0
Waspadai Kasus Spyware, Mantan Direktur NSA: Setiap Impor Perangkat Lunak Harus Diperiksa

TIKTAK.ID – Munculnya kasus spyware Pegasus, mewajibkan setiap negara yang hendak mengimpor produk teknologi dari luar negeri harus mengecek secara keseluruhan barang tersebut untuk menghindari implan mata-mata di perangkat lunak atau kerasnya, kata mantan Direktur Teknis dan whistleblower Badan Keamanan Nasional AS (NSA) William Binney, seperti yang dilansir Sputniknews, Kamis (22/7/21).

Spyware Pegasus, yang dikembangkan oleh NSO Group di Israel, digunakan untuk meretas sekitar 50.000 smartphone aktivis hak asasi manusia, pengacara, jurnalis, dan eksekutif bisnis di seluruh dunia, ungkap konsorsium jurnalis-LSM pekan lalu. Di antara mereka yang menjadi sasaran adalah pejabat tingkat tinggi dari Pakistan, Prancis, Irak, Mesir, dan Dewan Eropa.

“Praktik standar bagi Pemerintah adalah untuk membuat perusahaan mendistribusikan implan mereka untuk memata-matai orang-orang penting di seluruh dunia,” kata Binney ketika ditanya tentang skandal spyware Pegasus. “Jika Anda mendapatkan [atau] membeli produk komunikasi apa pun dari perusahaan di negara asing, Anda harus memindai implan -baik perangkat keras maupun perangkat lunak- sebelum digunakan. Jika tidak, Anda tidak akan aman.”

Binney mengatakan pengawasan seperti itu sudah tersebar luas dan bahkan praktik rutin oleh Dinas Intelijen dan Keamanan Pemerintah di seluruh dunia.

Pengetahuan bersama oleh Pemerintah dan layanan keamanan tentang metode yang telah mereka gunakan ini dapat dijelaskan seperti ketika Pemerintah AS berturut-turut enggan terhadap pembelian global produk 5G yang dibuat oleh Huawei secara global, kata Binney.

“Inilah mengapa keributan besar tentang peralatan 5G [yang] dibuat di China -ditakutkan adanya pemasangan sistem mata-mata mereka,” katanya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah mengganti ponsel dan kartu SIM-nya setelah ada laporan bahwa ia menjadi sasaran spyware Pegasus buatan Israel itu, stasiun radio France Info melaporkan pada Kamis (21/7/21). Sebelumnya pada hari itu, Macron juga mengadakan pertemuan keamanan siber darurat untuk mempertimbangkan kemungkinan tindakan yang akan diambil.

Selain Macron, yang merupakan satu dari sejumlah Kepala Negara yang menjadi target perangkat lunak Pegasus, The Washington Post pada Rabu (21/7/21) juga menyebut Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, masuk dalam daftar 14 pempimpin asing yang menjadi target perangkat mata-mata itu.

TagsBerita Dunia Hari IniKeamanan Sibermantan Direktur NSASpywareSpyware PegasusWilliam Binney

Related articles More from author

  • Pyongyang Anggap Tak Perlu dan Tak Ada Gunanya Berunding dengan Amerika Lagi
    Internasional

    Pyongyang Anggap Tak Perlu dan Tak Ada Gunanya Berunding dengan Amerika Lagi

    6 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - IRGC Menghujani Pangkalan Udara AS di Irak dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani
    Internasional

    BREAKING NEWS: IRGC Menghujani Pangkalan Udara AS di Irak dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

    8 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik
    Internasional

    Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik

    9 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sesumbar Trump bahwa Dirinya Kebal Covid-19 Disebut 'Langgar Aturan dan Menyesatkan' oleh Twitter
    Internasional

    Sesumbar Trump bahwa Dirinya Kebal Covid-19 Disebut ‘Langgar Aturan dan Menyesatkan’ oleh Twitter

    14 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Gempa Bumi di Haiti Tewaskan 300 Orang
    Internasional

    Gempa Bumi di Haiti Tewaskan 300 Orang

    21 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Taliban Ubah Formasi Tim Perundingan Damai dengan Pemerintah Afghanistan
    Internasional

    Taliban Ubah Formasi Tim Perundingan Damai dengan Pemerintah Afghanistan

    20 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dianggap Selevel dengan Megawati, Pengamat Prediksi Jokowi Jadi King Maker Pilpres 2024
    Nasional

    Dianggap Selevel dengan Megawati, Pengamat Prediksi Jokowi Jadi King Maker Pilpres 2024

  • Pengamat Soroti ‘Cita-cita’ Ganjar Naikkan Gaji Guru Jadi 30 Juta Per Bulan
    Nasional

    Pengamat Soroti ‘Cita-cita’ Ganjar Naikkan Gaji Guru Jadi 30 Juta Per Bulan

  • Survei Kepuasan Publik di 100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Alvara 69,4 Persen, Indo Barometer 70,1 Persen
    Nasional

    Survei Kepuasan Publik di 100 Hari Jokowi-Ma’ruf: Alvara 69,4 Persen, Indo Barometer 70,1 Persen

  • TIKTAK.ID - Jakarta Banjir Lagi, Spanduk Tuntut Anies Mundur Muncul di Jakpus
    Nasional

    Jakarta Banjir Lagi, Spanduk Tuntut Anies Mundur Muncul di Jakpus

  • Samsung Klaim Ponsel Layar Lipat adalah Masa Depan
    Teknologi

    Samsung Klaim Ponsel Layar Lipat adalah Masa Depan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.