Tag: Walikota Solo

  • Gibran Usut Rumah 2 Lantai di Solo Terima Bansos

    Gibran Usut Rumah 2 Lantai di Solo Terima Bansos

    TIKTAK.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku bakal menelusuri Bantuan Sosial Perumahan Swadaya (BSPS) yang diduga salah sasaran. Bantuan dari Pemerintah Pusat itu dikabarkan diterima oleh sejumlah warga Solo yang tidak memenuhi kriteria.

    Temuan BSPS salah sasaran itu pun diketahui usai Komisi IV DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.

    Gibran sendiri merasa heran karena bantuan untuk renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut dipakai untuk membuat kamar baru di sebuah rumah dua lantai.

    Baca juga : Densus 88 Beberkan Syam Organizer Hasilkan Hampir 15 Miliar Per Tahun untuk Danai Teroris

    “Kok iso nampa (kok bisa menerima) bantuan itu lho, padahal kan itu dua lantai,” ujar Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (26/11/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut Gibran, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sedang menelusuri proses penyerahan BSPS kepada warga. Dia menyebut penelusuran dilakukan oleh Inspektorat Pemkot Solo selaku lembaga pengawasan daerah.

    “Jika memang benar salah sasaran, maka akan kami tindak lanjuti,” terang putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

    Baca juga : Polri Ungkap Cara JI Latih Anggotanya untuk Lawan Polisi

    Meski begitu, Gibran mengklaim masih belum menentukan langkah yang akan diambil jika nantinya ditemukan pelanggaran. Dia pun tak menjawab ketika ditanya soal konsekuensi bagi warga penerima bantuan salah sasaran tersebut.

    “Nanti kita akan lihat dan telusuri dulu,” ucap Gibran.

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Putut Gunawan menjelaskan, sidak bakal dilakukan usai pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Dia melanjutkan, berdasarkan hasil sidak, diketahui BSPS dipakai untuk menyelesaikan rumah baru.

    Baca juga : Jubir PA 212 Bakal Jalani Pemeriksaan Polisi Soal Mimpi Jumpa Nabi

    “Bangunannya sudah jadi, hanya kurang plafon, nah itu mendapat bantuan,” kata Putut.

    Tidak hanya itu, BSPS juga diterima oleh dua warga kompleks Perumahan Nasional (Perumnas). Bantuan itu disebut-sebut digunakan untuk membangun lantai dua. Kasus serupa pun terjadi di daerah Sabrang Lor, Mojosongo. BSPS dipakai untuk membangun kamar di lantai dua.

    Lantas Putut menilai bahwa petugas survei tidak bekerja secara profesional. Dia juga menduga hal itu terjadi karena adanya paksaan dari pihak-pihak tertentu.

    Baca juga : Polda Metro Jaya: Reuni Akbar 212 Belum Punya Izin

    “Semoga masalah ini bisa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Solo sehingga tahun depan bantuan dapat lebih tepat sasaran,” tegas politisi PDIP itu.

    Untuk diketahui, BSPS adalah bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang bertujuan mendorong swadaya masyarakat dalam meningkatkan kualitas hunian. BSPS diberikan senilai Rp20 juta dengan rincian alokasi Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.

  • Begini Jawaban Gibran Usai Disindir Kaesang Soal Gaji Jadi Wali Kota

    Begini Jawaban Gibran Usai Disindir Kaesang Soal Gaji Jadi Wali Kota

    TIKTAK.ID – Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep, diketahui muncul dalam podcast Deddy Corbuzier. Ketika itu, ia bicara mengenai kakaknya, Gibran Rakabuming Raka yang memiliki gaji kecil sebagai Wali Kota Solo.

    Merespons hal itu, putra sulung Jokowi tersebut pun mengakui bahwa penghasilan sebagai wali kota memang kecil. Ia mengklaim jumlahnya jauh bila dibandingkan saat dirinya masih menjadi pengusaha.

    “Ya kalau masalah pendapatan sebelum jadi wali kota, ketika masih menjadi pengusaha, ya beda. Iya dong (lebih besar pengusaha),” ujar Gibran saat mengunjungi RSUD Kota Solo, Ngipang, Banjarsari, Solo, Rabu (22/9/21), seperti dilansir detik.com.

    Baca juga : Menag Yaqut: Tuhan Menginginkan Kita Berbeda, Tidak Satu Agama!

    Akan tetapi, Gibran mengatakan bahwa dirinya tidak mencari penghasilan dari jabatan wali kota. Dia juga menyatakan hidup tidak selamanya untuk mencari uang.

    “Tapi kan urip (hidup) itu tidak selamanya untuk golek duit (mencari uang). Saya kan di sini tidak mencari duit, karena kalau cari duit ya pilih jadi pengusaha wae (saja),” terang Gibran.

    Untuk diketahui, sebelum menjabat wali kota, Gibran sudah menyampaikan telah menyerahkan semua bisnisnya untuk dikelola oleh Kaesang. Beberapa waktu silam, Gibran juga sempat membuat pengakuan bahwa dirinya tak pernah mengambil uang gaji untuk kepentingan pribadi.

    Baca juga : Tebus 3 Dosa Besar Sistem Pendidikan, Nadiem Buat Kurikulum Moderasi Agama

    “Bukannya tidak diambil, tapi saya ambil untuk beli beras (untuk warga), bayari warga yang tidak bisa bayar SPP, dan beli obat (warga),” ucap Gibran.

    Tidak hanya itu, Gibran menyatakan uang gaji itu masih kurang untuk membiayai kebutuhan warga. Bahkan Gibran seringkali harus menombokinya.

    “Kadang ya malah tombok, tapi ya kembali ke tadi lo, saya di sini bukan untuk cari duit. Ya enggak apa-apa tombok, eggak perlu dipikirkan. Yang penting warga sehat, bisa berobat, dan bisa sekolah,” tutur Gibran.

    Baca juga : Bersama Ganjar atau Sandiaga, Begini Peluang Tandem Airlangga di 2024

    Sekadar informasi, berdasarkan PP Nomor 59 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan Kepala Daerah, gaji pokok wali kota Rp2,1 juta per bulan. Kemudian dalam PP Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan bagi Pejabat Negara Tertentu, tunjangan wali kota Rp3,7 juta.

    Namun wali kota juga berhak atas tunjangan operasional daerah, yang ditentukan berdasarkan Pendapatan Asli Daerah. Jika merujuk pada Perda Kota Surakata No 5 Tahun 2020, PAD Kota Solo sebesar Rp1,7 T. Hal itu berarti Gibran memperoleh tunjangan paling rendah Rp600 juta dan paling tinggi 0,15% dari Rp1,7 T yang hasilnya Rp2,5 M.

  • Respons Gibran Soal Jokowi Dihina dengan Sebutan ‘Kodok’

    Respons Gibran Soal Jokowi Dihina dengan Sebutan ‘Kodok’

    TIKTAK.ID – Putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka memberikan respons santai tentang beragam hinaan yang sering ditujukan untuk ayahnya.

    “Ya nggak apa-apa. Sudah risiko. Udah biasa juga,” respons Wali Kota Solo itu kala dijumpai di Balai Kota Solo, Jumat (20/8/21).

    Gibran mengungkapkan demikian, menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sering bersedih mendapati Jokowi dihina.

    Baca juga : Sejumlah Organisasi Minta Jokowi Evaluasi Total Jajaran Kabinet Indonesia Maju

    Gibran sebagai kader PDIP seperti halnya sang ayah itu menyebut olok-olok adalah bagian dari risiko yang bakal ditanggung setiap pejabat publik.

    Menurut Gibran, keluarga Jokowi tidak begitu memusingkan suara-suara hinaan tentang ayahnya yang dulunya sempat menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

    “Keluarga tidak gimana-gimana. Kita tidak pernah lapor, tidak pernah protes. Biasa aja,” ungkapnya.

    Sejauh ini, Presiden Jokowi maupun anggota keluarganya memang tak pernah melapor kepada polisi terhadap hinaan yang menimpa Jokowi. Pelaporan kerap muncul dari relawan ataupun simpatisan Jokowi.

    Baca juga : Larang Kadernya Bahas Pilpres 2024, Ketum Demokrat: Rakyat Sedang Susah

    Gibran tidak tahu menahu munculnya laporan-laporan tersebut.

    “Apa ada toh? Mungkin enggak ada. Kurang gawean (kurang kerjaan),” sebut ayah dua anak tersebut.

    Gibran malah meminta pendukung bersama simpatisan supaya tak terlalu responsif memberikan tanggapan terhadap hinaan kepada Jokowi. Ia memberikan saran supaya mereka berbuat hal yang lebih produktif.

    “Sekarang kan masa pandemi, kita fokus ke kegiatan-kegiatan produktif saja. Membantu satu sama lain. Jika ngurusi yang begitu-gitu tak ada habisnya,” pintanya.

    Baca juga : PKS Klaim Banyak Pemimpin Berkualitas Akan Maju Pemilihan jika Presidential Threshold Turun

    Gibran sendiri juga pernah menjadi korban olok-olok netizen di media sosial. Ia sendiri tak pernah merespons serius unggahan ataupun komentar negatif dari netizen tersebut.

    Ia mengklaim hingga kini Jokowi tak pernah menyampaikan pesan tersendiri sehubungan olok-olok dari warga.

    “Tidak ada pesan khusus. Kerjo wae lah, ra sah diurus (kerja saja lah, tak usah ditanggapi),” sebut pria yang dulu lebih dikenal melalui usaha kuliner sebelum terjun ke politik itu.

    Beberapa hari sebelumnya (18/8/21), Megawati merasa prihatin lantaran sejumlah orang menghina Jokowi. Baginya, tubuh Jokowi tempak kian kurus di masa sekarang ini lantaran terus memikirkan rakyat Indonesia.

  • Gibran Ngaku Ikut Pasang Baliho Puan di Solo karena Instruksi Partai

    Gibran Ngaku Ikut Pasang Baliho Puan di Solo karena Instruksi Partai

    TIKTAK.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan ikut memasang baliho bergambar Ketua DPR RI, Puan Maharani di kota yang ia pimpin. Setidaknya terdapat 14 titik di mana baliho bergambar Ketua DPP PDIP tersebut terpampang di sudut-sudut jalan.

    Kemudian ketika dikonfirmasi, Gibran membenarkan bahwa dirinya turut memesan baliho bergambar Puan. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan pemasangan baliho dilakukan atas instruksi dari PDIP sebagai partai yang mengusungnya di Pilkada Kota Solo 2020.

    “Iya, itu ada instruksi dari partai,” ujar Gibran setelah meninjau Pasar Klewer bersama Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8/21), seperti dilansir CNNIndonesia.

    Baca juga : Puan dan Kader PDIP Makin Berani Kritik Jokowi, Arief Poyuono: Sama Saja Menampar Muka Sendiri

    Meski begitu, Gibran enggan menyebut berapa jumlah baliho bergambar Puan yang ia pasang.

    “Tidak perlu disebutkan,” ucap Gibran.

    Ia pun enggan menanggapi lebih lanjut pertanyaan wartawan mengenai baliho Puan. Ia beralasan masih ada banyak tugas yang harus ia kerjakan.

    “Ngurus Covid sik (Mengurus penanganan pandemi Covid dulu),” imbuhnya.

    Untuk diketahui, pemilik PT Grafika Gunung Emas (GaGE), Bambang Nugroho mengklaim mendapat pesanan sebanyak 201 titik baliho bergambar Puan untuk wilayah Sumatera, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Ia menyatakan sebagian besar baliho itu terpasang di Jawa Tengah.

    Baca juga : Megawati Terang-terangan Ngaku Capek Jadi Ketum PDIP

    “Untuk di Solo ada 45 titik,” terang Bambang, Rabu (4/8/21) malam.

    Menurut Bambang, pesanan tersebut berasal dari berbagai pihak. Mulai dari pejabat daerah, provinsi, hingga anggota DPR RI.

    “Mbak Puan sendiri ada di 45 titik,” sambungnya.

    Bambang menjabarkan, untuk wilayah Solo, ia mendapat pesanan dari Gibran dan Wakil Wali Kota Solo sekaligus kader PDIP Teguh Prakosa, serta sejumlah anggota DPRD.

    “Mas Gibran ada 14 titik, Pak Teguh 7 titik, dan saya sendiri dua,” tutur Bambang yang juga merupakan kader PDIP itu.

    Baca juga : Muhammadiyah Peringatkan Bahaya ‘Politisi Ikan Lele’ Saat Pandemi

    Namun pria yang akrab disapa Bambang Gage itu menampik bahwa menjamurnya baliho bergambar Puan Maharani bertujuan meningkatkan elektabilitas putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tersebut. Bambang menilai pemasangan baliho Puan adalah bentuk kebanggaan PDIP karena berhasil mendudukkan Ketua DPR RI Wanita pertama dalam sejarah bangsa Indonesia.

  • Begini Saran Ahok ke Gibran Soal Penataan Kota

    Begini Saran Ahok ke Gibran Soal Penataan Kota

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka agar membuat Kota Solo lebih hijau dengan cara menambahkan sejumlah taman. Ahok menyampaikan hal itu usai bertemu dengan Gibran di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Solo, Rabu (7/4/21).

    “Kita sudah ngobrol banyak, dan Mas Wali sudah sangat baik. Sudah ngurus pendidikan, kesehatan, rumah sakit. Tinggal soal taman, mungkin harus lebih hijau kotanya, kita lihat lah Pertamina juga mendukung masalah penghijauan,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina tersebut berdasarkan video yang diterima, seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (8/4/21).

    Ahok mencontohkan, salah satu program pertanggungjawaban sosial perusahaan yang dilakukan PT Pertamina adalah Pertamina Hijau.

    “Sebetulnya ada Pertamina Sehat, ada Pertamina Hijau, serta Pertamina Berdikari itu untuk UMKM. Namun, untuk Pertamina Hijau, Mas Gibran dapat sesuai program itu,” imbuh pria berusia 54 tahun itu.

    Sementara itu, Gibran mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Ahok semalam membahas mengenai penghijauan kota. Ia menyebut Ahok menyarankan agar Solo memperbanyak ruang terbuka hijau.

    “Tadi menerima banyak masukan, terutama ruang terbuka hijaunya ini perlu ditambahi lagi. Itu saja,” ucap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

    Terkait masukan dari Ahok soal penghijauan, Gibran mengaku menyambut baik dan akan melaksanakan saran tersebut.

    Kemudian Gibran mengklaim dirinya dan Ahok tidak membahas mengenai perpolitikan ataupun bisnis dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan kunjungan Ahok sekadar makan malam dan berbincang santai.

    “Cuma makan malam saja, dan ada masukan soal ruang terbuka hijau. Tadi banyak bicara terkait masalah leadership. Beliau kan termasuk orang yang saya idolakan, karena orangnya tegas,” terang Gibran.

    Ahok sendiri menyatakan kedatangannya ke Solo cuma mampir dan tak dijadwalkan.

    “Sebenarnya saya lagi mau melakukan kunjungan kerja ke Cepu. Tapi karena masih pagi jalan, jadi saya nginep di Solo, lalu kontak Pak Wali Kota, ada waktu ‘enggak’ saya mau mampir,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

  • Anak dan Menantu Jokowi Kompak Bagi-bagi HP dan Laptop Gratis

    Anak dan Menantu Jokowi Kompak Bagi-bagi HP dan Laptop Gratis

    TIKTAK.ID – Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Jokowi, Wali Kota Medan Bobby Nasution, diketahui sama-sama membagikan gawai kepada para siswa untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Gibran dan Bobby sendiri baru dilantik sebagai Wali Kota hasil Pilkada 2020 pada 26 Februari lalu.

    Gibran membagikan sebanyak 150 unit telepon seluler kepada siswa kurang mampu di tiga sekolah, yakni SDN 16, SMPN 1 dan SMPN 12. Pembagian handphone tersebut pun dilakukan pada Jumat (12/3/21).

    “Mider Praja di Jumat pagi tadi, saya dan rombongan bersepeda menuju SDN 16. Di sana saya juga membagikan ponsel untuk dipergunakan siswa belajar daring. Penerima bantuan ponsel tersebut diperuntukkan bagi siswa yang kurang mampu,” ujar Gibran melalui akun Instagram gibran_rakabuming, Jumat (12/3/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Dituding Palsukan Akta Pendirian Demokrat, AHY Dilaporkan Kubu Moeldoko ke Bareskrim

    Sementara itu, mengutip sejumlah pemberitaan, Kepala Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati mengungkapkan sebanyak 150 handphone yang dibagikan merupakan bantuan dari DPC PDIP setempat. Menurutnya, program pemberian telepon seluler telah dilakukan selama pandemi virus Corona. Pemkot Solo total sudah memberikan sejumlah 2.625 handphone kepada pelajar kurang mampu.

    Etty pun berharap bantuan ponsel ini dapat mendorong siswa kurang mampu dapat belajar dengan baik, seraya menunggu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) siap dilaksanakan.

    “Hingga saat ini kami sudah membagikan 2.625 HP kepada siswa-siswi jalur afirmasi atau dari keluarga kurang mampu. Meski Juli sudah mulai pembelajaran tatap muka, tapi tetap dibatasi secara bergiliran, sehingga sebagian masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

    Baca juga : Risma Lakukan Perekaman e-KTP Suku Anak Dalam Jambi

    Sedangkan Bobby Nasution membagikan 50 unit laptop untuk siswa SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 26. Bobby membagikan laptop itu demi mencegah penurunan minat belajar di tengah pandemi virus Corona. Pemberian laptop tersebut diselenggarakan di Lapangan Hoki Kebun Bunga, Medan Belawan pada Jumat (12/3/21).

    “Pembagian laptop ini adalah hasil kerja sama Pemko Medan dan Indomaret serta SGM dalam menyalurkan dana CSR. Dengan diberikannya bantuan ini, maka diharapkan bisa semakin mempermudah siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar daring di rumah,” tutur Bobby lewat akun Instagram bobbynst.

  • Begini Pernyataan Gibran Usai Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Surakarta

    Begini Pernyataan Gibran Usai Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Surakarta

    TIKTAK.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diketahui telah melantik Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta periode 2021-2026. Pelantikan itu diselenggarakan secara virtual di Graha Paripurna DPRD, pada Jumat (26/2/21).

    Pelantikan Gibran dan Teguh juga berbarengan dengan 16 Bupati dan Wali Kota lainnya di Jawa Tengah.

    Kemudian istri Gibran, Selvi Ananda, turut dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Surakarta dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surakarta oleh Ketua TP PKK Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo.

    Baca juga : Bobby Mantu Jokowi Janji Siapkan Waktu Pagi dan Sore untuk Tampung Keluhan Warga

    Usai acara pelantikan, Gibran dan Teguh mengatakan tidak menunggu lama akan langsung melakukan kunjungan kerja terkait persiapan kegiatan vaksinasi di Pasar Gede Solo dan Pasar Klewer.

    Gibran mengaku akan mengunjungi Pasar Gedhe untuk mengecek persiapan vaksinasi untuk pedagang, lalu dilanjutkan dengan Salat Jumat di DPC PDIP Surakarta.

    Gibran menyatakan bahwa dirinya dan Teguh akan langsung melakukan blusukan untuk kerja, kerja, dan kerja. Gibran pun telah menjadwalkan kunjungan kerja ke sejumlah titik.

    Baca juga : Edhy Prabowo: Lebih Dari Hukuman Mati Saya Siap!

    “Kami pada Sabtu dan Minggu tidak libur demi mengebut kegiatan vaksinasi untuk percepatan pemulihan ekonomi di Solo,” ujar Gibran usai acara pelantikan, seperti dilansir Jpnn.com.

    Gibran menilai percepatan pemulihan ekonomi akan bisa maksimal jika vaksinasi bisa segera diselesaikan. Ia pun memilih Pasar Gede dan Pasar Klewer sebagai target pertama program vaksinasi karena kedua pasar itu merupakan pusat ekonomi di Solo.

    “Pokoknya Solo harus kita genjot semua, vaksinasi kita kebut. Dengan begitu, nanti bisa ngebut juga pemulihan ekonominya,” jelas Gibran, Jumat (26/2/21).

    Baca juga : Beda Respons PKS dan PPP Soal Kunjungan Jokowi di NTT yang Tuai Polemik

    Sementara itu, mantan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang baru, Gibran dan Teguh, jauh lebih muda sehingga tentu lebih berenergi untuk melayani masyarakat Solo.

    Ia lantas mengingatkan Gibran dan Teguh mengenai sejumlah pekerjaan yang belum diselesaikan semasa dirinya menjabat. Salah satunya yakni penyelesaian soal warga kecil, lemah, miskin, dan tertindas (KLMT).

    “Kemarin yang sudah kita usulkan adalah palang pintu perlintasan Joglo relnya naik (layang) dan viaduk Gilingan, dan yang belum selesai ya KLMT tadi,” ucapnya.

  • Jokowi Larang Warga Mudik, Walkot Solo: Pejabat yang Buat Aturan Juga Jangan ke Solo

    Jokowi Larang Warga Mudik, Walkot Solo: Pejabat yang Buat Aturan Juga Jangan ke Solo

    TIKTAK.ID – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyebut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang mudik Idulfitri tahun ini sudah terlambat. Meski demikian, FX Rudy mengaku mendukung keputusan itu dan meminta para pejabat juga ikut mematuhi aturan larangan mudik.

    Bahkan ketika ditanya jika pemudik adalah pejabat VIP, yakni sekelas gubernur dan menteri, Rudy meminta mereka tidak ke Solo. Termasuk, kata Rudy, pejabat VVIP atau setingkat presiden dan wakil presiden.

    “(VIP) ya karantina, kalau sudah membuat aturan seperti itu, orang Jakarta jangan ke Solo lah. Biar pun itu pejabat VVIP,” ujar Rudy di kawasan Manahan, Solo, seperti dilansir Detik.com, Rabu (22/4/20).

    Baca juga : Hasil Survei: Ada 5 Menteri Jokowi yang Layak Dicopot. Siapa Saja?

    “Kalau yang membuat aturan pejabat VVIP, ya VVIP jangan ke Solo dulu. Masa pejabat VVIP mau saya karantina di Graha Wisata, ya nggak pantas,” lanjut Rudy.

    Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang nekat, Rudy megimbau Pemerintah agar melarang transportasi umum. Selain itu, dia juga meminta masyarakat melaporkan ketika ada pemudik yang pulang kampung.

    “Untuk yang belum mudik ya sekalian saja transportasi umum dilarang. Masyarakat juga sekarang sudah punya kesadaran, kalau ada pemudik pasti dibawa ke Graha Wisata,” ungkap Rudy.
    Baca juga : Anggota DPR Meninggal Karena Corona, MPR Minta Jokowi Segera Lockdown Jakarta

    Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi akhirnya melarang seluruh masyarakat mudik pada Idulfitri 2020. Jokowi menyatakan larangan mudik ini berlaku bagi semua masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

    Keputusan tersebut diumumkan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Presiden yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Setpres, Selasa (21/4/20).

    “Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang,” terang Jokowi.

    Baca juga : Tokoh Ini Yang Dulunya Bela Habib Rizieq, Sekarang Berbalik Bela Ahok, Ini Reaksi PA 212

    Jokowi mengungkapkan pertimbangannya melarang mudik lebaran, serta meminta jajarannya menyiapkan larangan mudik bagi warga.

    Namun, FX Rudy menganggap keputusan Jokowi itu terlambat karena saat ini sudah terlanjur banyak perantau yang sudah mudik.

    “Terlambat! Sudah pada mudik semua kok, tapi kalau PNS, TNI, dan Polri, tidak mudik itu wajib,” ucap Rudy.

    Baca juga : Gerindra Desak Jokowi Pecat Luhut yang Membuat Rakyat Marah Soal 49 TKA China

  • Indo Barometer: Tidak Kompeten, Salah Satu Alasan Utama Warga Solo Tolak Gibran

    Indo Barometer: Tidak Kompeten, Salah Satu Alasan Utama Warga Solo Tolak Gibran

    TIKTAK.ID – Selain maraknya tudingan sengaja berniat membangun dinasti politik, langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di dunia politik praktis tampaknya tak bakal semudah yang dibayangkan. Hal ini terbukti dari munculnya beragam penolakan pasca Gibran mantap mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo periode 2020-2025.

    Kali ini kenyataan pahit tersebut disampaikan oleh Lembaga Survei Indo Barometer. Lewat kegiatan jajak pendapat terbarunya, Indo Barometer menyatakan sebanyak 23,7 persen publik tak menerima jika Gibran tetap maju sebagai Calon Walkot Solo.

    Lebih lanjut, setidaknya ada lima alasan utama yang dikemukakan publik terkait penolakan ini. Dengan opsi yang paling banyak disetujui adalah perihal pengalaman.

    Baca juga: Megawati Jengkel: Kalau Anaknya Gak Mampu Maju di 2024, Jangan Dipaksa! Sentil Gibran Anak Jokowi?

    “Ada lima alasan publik tidak menerima,” jelas Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, di Jakarta, Minggu (16/2/20). “Paling besar karena menganggap Gibran belum berpengalaman (tidak kompeten) dalam pemerintahan (sebesar 37 persen).”

    Selain itu, Gibran banyak ditolak menjadi Walkot Solo karena dinilai menciptakan kembali dinasti politik yang beberapa tahun belakangan tampak sudah sirna. Opsi ini disepakati oleh 28,1 persen responden.

    Halaman selanjutnya…