Tag: Surabaya

  • Tak Terima Kegiatannya di Surabaya Dibubarkan, KAMI Bakal Ambil Jalur Hukum

    Tak Terima Kegiatannya di Surabaya Dibubarkan, KAMI Bakal Ambil Jalur Hukum

    TIKTAK.ID – Koordinator Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi atas aksi pembubaran acara Silaturahim Akbar KAMI di Surabaya, kemarin.

    Yani mengatakan, sebelum menggelar acara, pihaknya telah mengurus prosedur dan pemberitahuan ke aparat kepolisian. Namun, lanjutnya, pada Minggu (28/9/20) pihak gedung memberikan informasi bahwa acara itu tidak bisa digelar di Gedung Juang karena ada larangan dari Gugus Tugas.

    “Seharusnya Gugus Tugas bukan boleh membatalkan, tapi memastikan apakah acara itu sudah memenuhi protokol kesehatan atau tidak. Kalau memang Jawa Timur mau konsisten, maka seharusnya semua kegiatan kerumunan lain juga tidak boleh dong,” ujar Yani, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (29/9/20).

    Baca juga : Bakal Bubarkan 14 BUMN, Ini Alasan Erick Thohir

    Menurut Yani, karena belum pastinya acara di Gedung Juang, pada Senin (28/9/20) pagi, maka beberapa Tokoh KAMI, salah satunya Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, melakukan pertemuan dan makan bersama dengan para ulama dan kiai Jawa Timur di hotel tempat Gatot menginap.

    Akan tetapi, ia menyebut ketika itu massa yang mengatasnamakan “Surabaya Adalah KITA” yang awalnya berada di Gedung Juang, mendatangi tempat Gatot bersama aparat kepolisian.

    “Tiba-tiba ada orang berpakaian preman yang mengaku dari Polda masuk menerobos. Ia membuat keributan itu dan meminta dibubarkan. Pertanyaannya, atas hak apa polisi tanpa surat itu membubarkan acara, seharusnya dia tanya dulu, lihat dulu dong,” terang Yani.

    Baca juga : Tanggapi Tulisan Pengamat Australia, PKS: Jokowi Tidak Anti-Islam, Tapi…

    Yani menyatakan pembubaran yang dilakukan polisi itu tidak adil dan sepihak. Ia menilai tindakan seperti itu dikhawatirkan memicu konflik horizontal antarmasyarakat.

    “Kan kemarin di Surabaya juga ada Pilkada, tapi kenapa polisi tidak bubarkan itu? Kenapa polisi tidak membubarkan iring-iringan pendaftaran itu?” ucapnya.

    Oleh sebab itu, pihak Yani pun bertekad melakukan investigasi terkait pembubaran itu. Ia menjelaskan, jika tindakan yang dilakukan polisi itu menyalahi prosedur, ia mengaku akan membawa ke jalur hukum.

    Baca juga : Din Syamsuddin Sayangkan Acara KAMI di Surabaya Dihentikan Polisi

    Sebelumnya, acara Silaturahim Akbar KAMI, Jawa Timur, di Gedung Juang 45, Surabaya, Senin (28/9/20) batal digelar karena mendapatkan protes massa yang meminta acara itu dibubarkan.

  • Pamit ke Warga Surabaya, Risma Sampaikan Pesan dan Harapannya Lewat Medsos

    Pamit ke Warga Surabaya, Risma Sampaikan Pesan dan Harapannya Lewat Medsos

    TIKTAK.ID – Pada Hari Jadi Kota Surabaya ke-727 tahun ini, disebut menjadi tahun terakhir Tri Rismaharini menjabat sebagai Wali Kota. Risma pamit ke warganya melalui media sosial (Medsos) milik Pemkot Surabaya.

    Risma kemudian menyampaikan harapannya bagi Kota Pahlawan. Ia mengatakan memiliki mimpi besar supaya anak Surabaya dapat terus meningkatkan prestasi.

    “Saya percaya seluruh anak-anak Surabaya, warga Surabaya, memiliki potensi,” ujar Risma saat berbicara secara live di sosmed resmi Pemkot, seperti dilansir Tribunnews.com, Minggu (31/5/20).

    Baca juga : Konflik Terbuka dan Cekcok Panas Risma-Khofifah Saat Korban Corona di Jatim Terus Bertambah

    Risma berharap warganya dapat bersaing hingga tingkat internasional, karena menurutnya potensi yang dimiliki arek-arek Suroboyo sangat mumpuni untuk itu.

    Ia menyontohkan, saat dirinya menjadi pembicara di forum internasional PBB beberapa waktu lalu. Dia mengaku tak menyangka bisa berbicara di depan Kepala Negara di dunia sebagai Wali Kota. Ia menyatakan semua itu berkat dukungan dari warga Surabaya.

    Risma menuturkan, sesuatu yang sulit bukan berarti tidak bisa. Ia menyebut selama ada tekad dan semangat, kaum muda Surabaya khususnya dapat berprestasi hingga tingkat internasional.

    Baca juga : Kurva Tak Turun, Target Jokowi Indonesia Bebas Corona Mei 2020 Kandas

    HJKS ke-727 sendiri tak bisa dirayakan dengan menggelar pesta rakyat seperti biasanya. Lantaran pandemi Covid-19, maka rangkaian HJKS di tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda.

    Risma pun merindukan suasana berkumpul dengan warganya. Biasanya, setiap tahun Pemkot Surabaya menggelar berbagai event sebagai rangkaian HJKS.

    “Terus terang, yang saya kangeni itu berkumpul dengan warga,” ucap Risma.

    Baca juga : Ruslan Buton yang Ditangkap Usai Desak Jokowi Mundur Teryata Pernah Lakukan Ini

    Pada tahun ini, Pemkot Surabaya menggelar perayaan secara sederhana. Risma bersama jajaran stafnya di Balai Kota hanya menggelar prosesi tumpengan.

    Pada tahun ini, pagelaran HJKS juga menjadi tahun terakhir Risma sebagai Wali Kota. Karena tidak ada seremoni upacara, Risma memanfaatkan teknologi daring untuk berpidato kepada warganya dengan disiarkan secara langsung di seluruh medsos resmi Pemkot.

    Risma menjelaskan, jika tidak bertepatan dengan bulan puasa, Pemkot biasanya menggelar makan bersama dengan warga di Balai Kota. Semua warga tumpah menyambut gelaran tahunan itu, bahkan pesertanya bisa mencapai ribuan orang.

    Baca juga : Soal Diskusi Pemberhentian Presiden di UGM, Mahfud MD Tak Masalah dan Minta yang Diteror Melapor

    Meski begitu, Risma tak memungkiri kondisi saat ini berbeda. Untuk itu, pihaknya juga tengah berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mengadakan perayaan secara sederhana.

  • Soal Takbir Keliling di Surabaya, Risma Bikin Surat Edaran Berisi Larangan, MUI Jatim Keluarkan Surat Edaran Berisi Anjuran

    Soal Takbir Keliling di Surabaya, Risma Bikin Surat Edaran Berisi Larangan, MUI Jatim Keluarkan Surat Edaran Berisi Anjuran

    TIKTAK.ID – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar pelaksanaan takbir keliling di jalan raya tidak dilakukan pada Idulfitri 1441 Hijriah melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tertanggal 17 Mei 2020, Nomor 443/4591/436.8.4/2020 tentang larangan takbir keliling.

    SE tersebut ditujukan kepada para Camat, Lurah, dan seluruh takmir atau pengurus musala dan mesjid untuk disampaikan kepada masyarakat.

    Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyebutkan, ada empat poin penting dalam SE Wali Kota tersebut.

    Baca juga : Innalillahi, Jumlah Pasien Meninggal Akibat Corona di Wilayah Anies Bertambah Lagi

    Pertama, tidak melakukan takbir keliling di jalan raya atau takbir keliling sambil jalan kaki yang menghimpun massa.

    Poin kedua, sebagai alternatifnya masyarakat Muslim diharapkan tetap menggemakan takbir di rumah, musala atau mesjid oleh takmir atau pengurus, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan atau bisa juga melalui media elektronik, media sosial dan sejenisnya.

    “Takmir mesjid atau musala dapat melaksanakan takbiran, sambil melaksanakan protokol kesehatan,” terang Eddy di Balai Kota Surabaya, Jumat (22/5/20).

    Baca juga : Soal Bansos Anies Baswedan Bertuliskan “Dibiayai APBD DKI”, Nasdem: Contoh Sikap Kekanak-kanakan

    Poin ketiga, posko pemeriksaan (checkpoint) atau petugas perbatasan juga melaksanakan pencegahan takbir keliling dari luar kota agar tak masuk ke Kota Surabaya.

    “Nanti petugas checkpoint di perbatasan, saat mendapati kerumunan takbir keliling dari kota lain atau kabupaten yang hendak memasuki Surabaya, segera kita arahkan berbalik agar tidak masuk,” jelasnya.

    Poin keempat, warga Kota Surabaya atau umat Islam perlu menggemakan Takbir, Tahlil, dan Tahmid saat malam Idulfitri sebagai tanda syukur, serta doa agar pandemi Covid-19 lekas diangkat oleh Allah.

    Baca juga : Anies Sebut Arus Mudik dan Balik Bisa Munculkan Gelombang Kedua Penyebaran Corona

    Halaman selanjutnya…

  • Meski Terapkan PSBB, Angka Covid-19 di Surabaya Tetap Naik, Jokowi Kirim 3 Jenderal Bantu Risma

    Meski Terapkan PSBB, Angka Covid-19 di Surabaya Tetap Naik, Jokowi Kirim 3 Jenderal Bantu Risma

    TIKTAK.ID – Memasuki hari ke-10 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Surabaya belum mampu menekan kasus pandemi virus Corona (Covid-19). Tiga daerah yang memberlakukan PSBB di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, masih menjadi penyumbang kasus virus Corona terbanyak pada Kamis (7/5/20).

    Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengirimkan tim khusus, yaitu tiga Jenderal TNI dan polisi yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. Jokowi mengirim tim khusus tersebut untuk membantu penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

    Tim khusus tersebut menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/5/20). Pemimpin Gugus Tugas, LO BNPB Mayjend TNI (P) Eko Budi S, didampingi Mayjend (R) Gatot Triswanto, dan Brigjend (P) Pol Drs JB Gebana PMM, menyerahkan sejumlah bantuan yang dibutuhkan Pemprov Jawa Timur.

    Baca juga : Mantan Jenderal Kopassus ini Siap Bantu Said Didu Hadapi Luhut

    Bantuan yang dibawa Gugus Tugas terdiri dari reagen 20.000 pcs, 3 unit ventilator, 300 set APD lengkap, 3 set tenda isolasi, 20 set tenda pengungsi, 100 unit velbed, 1.000 pasang hand scoon panjang, 1.000 pcs swab kit, dan 10.000 pcs rapid test.

    “Presiden meminta kami membantu di Jatim, dengan harapan kasus Covid-19 di Jawa Timur semakin hari harus semakin menurun,” ujar Eko, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Eko mengatakan Jawa Timur masih menjadi perhatian Pusat. Pasalnya, tren kasus COvid-19 semakin hari masih semakin naik, terutama di Surabaya. Hal itu, lanjutnya, berbeda dengan perkembangan penyebaran kasus di Jakarta yang sudah mulai melandai.

    Baca juga : Temui Kejanggalan Soal Bansos Anies di DKI, Mensos: Pembagiannya Tak Sesuai Kesepakatan Awal Pemerintah Pusat dan Pemprov

    Eko menyebut Tim dari Gugus Tugas Pusat juga akan melakukan pemantauan dan menginventarisir permasalahan di Jatim yang mungkin membutuhkan bantuan dari Pusat. Dengan begitu, bisa dilakukan penanganan yang komprehensif.

    Selain itu, Tim Gugus Tugas Pusat akan melakukan peninjauan ke sejumlah klaster besar di Jawa Timur yang menyebabkan banyak kasus penularan Covid-19. Kemudian masalah yang perlu ditindaklanjuti akan dibawa oleh Gugus Tugas ke Pusat dan untuk didiskusikan dengan beberapa pejabat di Jakarta.

    Eko juga menyampaikan analisa dari Gugus Tugas Pusat bahwa pertambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur meningkat pesat akibat adanya mobilitas penduduk yang mudik dari Jakarta. Warga yang mudik itu secara tidak sadar menyebarkan virus ke kampung halaman di daerah Jatim.

  • Nasib Anies Benar-Benar Sial, Surabaya Banjir pun Dia yang Disalahkan

    Nasib Anies Benar-Benar Sial, Surabaya Banjir pun Dia yang Disalahkan

    TIKTAK.ID – Banjir melanda sejumlah wilayah dan jalan protokol di Kota Surabaya pada Rabu (15/1/20). Sejumlah warganet menyindir bencana tersebut tetap salah Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

    Sebab, selama ini meski banjir terjadi dimana-mana, termasuk menenggelamkan sejumlah wilayah di Jawa Barat, Banten, dan lainnya, Anies kerap disalahkan. Bahkan terdapat unjuk rasa yang meminta Anies untuk mundur dari jabatannya, gara-gara banjir.

    Untuk itu, dalam peristiwa banjir di Surabaya ini, warganet menyindir para haters Anies. “Anies kerjanya ngapain dah, Surabaya ampe banjir gini,” tulis pengguna akun Twitter @FahrurRsy.

    Baca juga: Langkah Kejagung Tahan Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Diapresiasi Jokowi

    Sementara pemilik akun @masboyor meluapkan emosinya dengan menyalahkan Anies melalui kicauan menggunakan huruf kapital.

    “YANG BENER PAK ANIES KALO KERJA. MASA SURABAYA BISA BANJIR BEGINI?” cuitnya.

    Selain itu, sejumlah warganet memanjatkan doa agar banjir cepat surut. Ada pula yang berharap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tak diminta mundur akibat banjir.

    “Innalillahi, Surabaya dilanda banjir. Semoga gubernurnya ga diminta mundur, cukup pendemo gubernur DKI aja yang Pe’ak,” kicau akun Twitter @olstore_unik.

    Baca juga: Jokowi Yakin Sandiaga Uno Gantikan Dirinya di Pilpres 2024, Pengamat: Prediksi Bagus!

    Halaman selanjutnya…

  • Viral Mobil Mewah Terbakar di Surabaya, Pengendaranya Dua Wanita Bergaun Merah

    Viral Mobil Mewah Terbakar di Surabaya, Pengendaranya Dua Wanita Bergaun Merah

    TIKTAK.ID – Setelah mobil mewah artis kondang Rafi Ahmad sempat viral karena terbakar, kali ini terjadi lagi mobil Lamborghini terbakar di daerah Surabaya.

    Peristiwa kebakaran mobil tersebut terjadi di jalanan padat dan menjadi trending setelah diunggah oleh akun @fakta.indo pada Minggu (8/12/19).

    Video berdurasi 45 detik itu menunjukkan sebuah Mobil Lamborghini merah dengan kombinasi emas bernopol L 568 WX.

    Awalnya, lokasi terjadinya mobil terbakar itu tidak diketahui secara persis. Dalam postingan hanya tertera keterangan: Lamborghini terbakar di kawasan HR Muhammad Surabaya pada siang hari. Namun setelah ditelusuri ternyata kebakaran ini terjadi di jalan Mayjend Sungkono Surabaya.

    Dalam video tersebut tampak seorang wanita berteriak-teriak melihat mobil Lamborghini merah yang tengah mengeluarkan asap.

    Baca juga: [VIDEO] Viral Polisi Bantu Warga Melahirkan di Tengah Hutan di Bojonegoro

    “Emak-emak-emak!” teriak wanita dalam rekaman video tersebut.

    Asap yang keluar dari mesin bagian belakang mobil terlihat sangat tebal dan pekat. Sementara teriakan wanita itu juga disebabkan posisi Lamborghini yang awalnya tepat berada di depan Toyota Yaris merah, perlahan mundur dan dikhawatirkan menabrak mobil di belakangnya itu.

    Pengendara Lamborghini, dua perempuan bergaun merah langsung berlari keluar dari mobil, lalu menepi ke arah trotoar. Sementara asap terus mengepul dari mobil tersebut.

    Halaman selanjutnya…