Tag: Roy Suryo

  • Tim Reformasi Polri Dapat Usul Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Diselesaikan Lewat Mediasi

    Tim Reformasi Polri Dapat Usul Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Diselesaikan Lewat Mediasi

    TIKTAK.ID – Komisi Percepatan Reformasi Polri mengaku memperoleh usulan agar kasus tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo diselesaikan melalui mediasi. Menurut Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshidiqie, ide mediasi tersebut diusulkan oleh pengamat politik Faizal Assegaf dalam audiensi di PTIK, Jakarta, pada Rabu (19/11/25).

    Jimly menjelaskan, usulan mediasi tersebut dilakukan dengan menghadirkan pihak Jokowi selaku pelapor dan Roy Suryo Cs sebagai terlapor.

    “Pak Assegaf tadi mengusulkan, bagaimana, bisa tidak melakukan mediasi? ‘Oh bagus itu’, coba tanya dulu mau tidak mereka dimediasi. Baik dari pihak Jokowi dan keluarga maupun pihak Roy Suryo dkk, mau enggak dimediasi,” ujar Jimly, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : BIN Perkuat Kerja Sama Intelijen dengan Australia dan Timor Leste

    Kemudian Jimly menekankan bahwa status tersangka dari Roy Suryo Cs ini bakal tetap melekat saat mediasi itu. Akan tetapi, kata Jimly, bila seandainya menemukan titik temu, maka pidananya bisa gugur dengan penyelesaian restorative justice.

    “Jadi status tersangkanya memang tetap, tapi dimediasi dulu. Bila misalnya ada titik temu, maka bisa tidak dilanjutkan pidananya. Namun kalau seandainya tidak berhasil, ya lanjut,” tutur Jimly.

    Meski begitu, Jimly mengatakan Tim Reformasi Polri bukanlah wadah untuk menyelesaikan proses hukum yang ada. Sebab, dia menyebut Tim Reformasi hanya mengambil contoh kasus yang ada, guna merumuskan kebijakan untuk diterapkan terhadap Polri ke depannya.

    Baca juga : 350 Personel Brimob Dilatih Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Gaza

    “Kasus itu boleh disampaikan, namun kita tidak menangani. Jadi kasus tersebut dijadikan evidence untuk menawarkan kebijakan-kebijakan reformasi ke depan,” terang Jimly.

    Untuk diketahui, Mantan Menpora Roy Suryo dan tujuh orang lain yang menjadi tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi, dicekal ke luar negeri dan dikenai wajib lapor.

    “Betul (wajib lapor) karena status yang bersangkutan adalah tersangka, sehingga wajib lapor seminggu sekali. Dan kita cekal untuk ke luar negeri. Namun bukan tahanan kota,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada Kamis (20/11/25), mengutip detikcom.

    Baca juga : Buntut Ledakan di SMAN 72, Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Gim PUBG

    Budi memaparkan, delapan tersangka saat ini wajib lapor seminggu sekali serta dicekal ke luar negeri untuk menjaga status tersangka.

    “Kalau ingin jalan-jalan ke luar kota boleh saja, yang penting wajib lapor seminggu sekali. (Wajib lapor diberlakukan untuk) delapan orang (dicekal ke luar negeri),” imbuhnya.

  • Dilaporkan Pendukung Jokowi Buntut Tuduhan Ijazah Palsu, Eks Menpora Roy Suryo: Silakan saja

    Dilaporkan Pendukung Jokowi Buntut Tuduhan Ijazah Palsu, Eks Menpora Roy Suryo: Silakan saja

    TIKTAK.ID – Mantan Menpora, Roy Suryo mengaku tidak gentar atas laporan yang dilayangkan oleh Relawan Pemuda Patriot Nusantara, buntut tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

    Tak hanya Roy, tiga orang juga turut dilaporkan. Ketiganya adalah Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah, dan dokter Tifauzia Tyassuma.

    “Silakan saja diproses jika kami berempat yang justru menggunakan teknologi canggih untuk menegakkan kejujuran dan kebenaran mau diproses dengan pasal menghasut itu,” ujar Roy, pada Kamis (24/4/25), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga :Boni Hargens: Mustahil Ganti Wapres Gibran di Tengah Jalan

    Roy sendiri tidak berkomentar lebih jauh mengenai laporan tersebut. Ia hanya menyebut masyarakat mampu memberikan penilaian sendiri atas peristiwa yang terjadi.

    “Masyarakat dapat menilai bagaimana sebenarnya yang terjadi, Gusti Allah Swt tidak sare (tidur),” imbuh Roy.

    Sebelumnya, Relawan Pemuda Patriot Nusantara telah melaporkan empat orang ke Polres Metro Jakarta Pusat terkait tudingan ijazah palsu milik Jokowi pada Rabu (23/4/25). Laporan itu dilayangkan oleh Andi Kurniawan selaku Ketua Relawan Pemuda Patriot Nusantara dan teregister dengan nomor LP/B/978/IV/2025/SPKT/Polres Metro Jakpus/Polda Metro Jaya.

    Baca juga : Titiek Tanggapi Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

    Kemudian Rusdiansyah selaku kuasa hukum pelapor mengungkapkan empat orang yang dilaporkan dalam kasus itu. Keempatnya adalah mantan Menpora Roy Suryo, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah, dan dokter Tifauzia Tyassuma.

    Dalam laporannya, keempat orang tersebut diduga telah melanggar Pasal 160 KUHP terkait tindak pidana penghasutan di muka umum lewat tudingan ijazah palsu milik Jokowi.

    Sementara itu, Jokowi sempat berada di Jakarta untuk bertemu dengan tim kuasa hukumnya dalam rangka membahas langkah hukum yang akan diambil. Menurut kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, kliennya akan melaporkan 4 orang ke pihak kepolisian terkait tudingan ijazah palsu.

    Baca juga : Terkait Negosiasi Tarif dengan AS, Pakar: RI Tak Boleh Melunak, Harus Tegas dan Konsisten

    Yakup mengeklaim tim kuasa hukum Jokowi sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk mendukung pelaporan tersebut.

    “Sementara ini sih mungkin terdapat sekitar empat orang yang kami sudah lengkapi semua dokumen-dokumen dan bukti-bukti pendukungnya,” jelas Yakup usai bertemu Jokowi di kawasan Jakarta Pusat, pada Selasa (22/4/25).

  • Ganjar Ikut Respons Tudingan Roy Suryo Soal Gibran dapat Bisikan di Debat Cawapres

    Ganjar Ikut Respons Tudingan Roy Suryo Soal Gibran dapat Bisikan di Debat Cawapres

    TIKTAK.ID – Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, ikut mengomentari cuitan Roy Suryo di akun X, yang menyebut calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka memakai 3 alat saat debat Cawapres untuk contekan.

    “Ada tiga memang. Semuanya memiliki jatah yang sama. Ada yang nempel di telinga ada yang kemudian clip-on nya nempel di sini (baju) dan ada mic,” ujar Ganjar di Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu (24/12/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Mulanya, Ganjar menyebut saat debat perdana Capres, ia juga diberikan tiga alat tersebut, sebagai antisipasi gangguan teknis saat proses debat.

    Baca juga : Roy Suryo Siapkan Langkah Hukum Usai Dicap Tukang Fitnah Buntut Mikrofon Gibran

    “Waktu saya tanya, dulu saya juga mendapatkan itu. Kenapa banyak sekali? Kalau-kalau alatnya tidak berfungsi, maka ada pegangan. Sebenarnya kalau saya, saya tidak tahu teknologi yang lebih canggih mengenai itu, rasa-rasanya sih mereka menggunakan itu saja,” jelas Ganjar.

    “Saya juga kaget saat, oh… ada ya orang yang punya pemikiran yang lain. Mungkin mereka memiliki ilmunya sendiri,” imbuh Ganjar.

    Sebelumnya, Roy Suryo membuat unggahan di akun X miliknya yang mencantumkan foto calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming. Roy Suryo menduga Gibran Rakabuming melakukan kecurangan lantaran memakai 3 alat sekaligus pada saat debat Cawapres.

    Baca juga : Pakar Mikro Ekspresi Sebut Gibran Tiru Gaya Jokowi saat Debat Cawapres

    “Kemarin sudah saya duga, untuk menghindari curang, sebaiknya next KPU adil. Mengapa si No 2 ini sampai gunakan 3 mic sekaligus: 1. Clip-on, 2. Hand-held & 3. Head-set? Apa gunanya juga ada earphone? Siapa yang dapat feeding ke telinganya? Mengapa 2 Calon yang lain beda? Ambyar,” tutur Roy Suryo di akun X @KRMTRoySuryo1.

    Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah memberi earphone kepada Gibran. KPU mengeklaim semua Cawapres menggunakan 3 mikrofon.

    “Semua Cawapres menggunakan alat yang sama. Semua Cawapres pake 3 mic untuk antisipasi jika ada mic yang mati,” ucap Hasyim dalam keterangannya, mengutip detikcom, pada Minggu (24/12/23).

    Baca juga : Targetkan 7 Persen Peningkatan Ekonomi, Mahfud Singgung Masalah Korupsi

    “Bukan ear feeder, melainkan mic yang ditempel di pipi dan dicantolin di kuping,” imbuhnya.

  • Roy Suryo Siapkan Langkah Hukum Usai Dicap Tukang Fitnah Buntut Mikrofon Gibran

    Roy Suryo Siapkan Langkah Hukum Usai Dicap Tukang Fitnah Buntut Mikrofon Gibran

    TIKTAK.ID – Pakar Telematika Roy Suryo menganggap serius pernyataan Ketua KPU, Hasyim Asy’ari mengenai dirinya sebagai tukang fitnah terkait mikrofon Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dalam debat Cawapres pekan lalu.

    “Jadi itu adalah tuduhan serius dan sedang dipertimbangkan oleh tim saya,” ujar Roy, pada Minggu (24/12/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Menurut Roy, tim hukumnya tengah mengkaji dan membahas tudingan “tukang fitnah” dari Ketua KPU itu terhadapnya. Dia mengaku bakal membuat langkah soal tudingan Ketua KPU tersebut. Akan tetapi, dia enggan menjelaskan langkah apa yang akan dilakukannya.

    Baca juga : Pakar Mikro Ekspresi Sebut Gibran Tiru Gaya Jokowi saat Debat Cawapres

    “Bahwa dalam waktu dekat akan ada tindakan dari tim hukum saya, pertanyakan ketua KPU mengenai tuduhan tukang fitnah itu,” ucap Roy.

    Menurut Roy, diksi “fitnah” dan “tukang fitnah” merupakan dua hal yang berbeda. Ia menyebut diksi “tukang” ditujukan menggambarkan orang berpengalaman dan sering melakukan.

    “Misalnya tukang kayu, tukang mebel, adalah orang yang biasa membuat mebel. Tukang bohong sudah sering berbohong atau ada putusan pengadilan yang mengatakan kalau dia suka bohong,” jelas Roy.

    Baca juga : Targetkan 7 Persen Peningkatan Ekonomi, Mahfud Singgung Masalah Korupsi

    “Saya lagi membahas, ya, ada tim hukum saya sedang mengkaji ucapan tukang fitnah itu. Itu serius,” imbuhnya.

    Untuk diketahui, polemik ini bermula saat Roy mencuitkan soal jumlah mikrofon yang digunakan Gibran saat debat Cawapres Jumat lalu. Ia mengatakan Gibran mengenakan tiga alat, yaitu clip on, hand held, dan earphone.

    Roy menilai jumlah mikrofon yang digunakan Gibran berbeda dengan jumlah mikrofon yang digunakan oleh Cak Imin dan Mahfud MD. Dia lantas meminta KPU supaya berlaku adil kepada semua peserta debat.

    Baca juga : Analis Politik Soal Gibran di Debat Cawapres: Sebelumnya Diremehkan Ternyata di Luar Dugaan

    “Untuk menghindari curang, sebaiknya next KPU adil. Apa gunanya juga ada earphone? Siapa yang bisa feeding ke telinganya? Mengapa dua calon yang lain berbeda?” tulis Roy dalam akun X, pada Jumat (22/12/23).

    Merespons ucapan tersebut, Hasyim Asy’ari menyebut Roy sudah menyebarkan fitnah buntut pernyataannya soal mikrofon Gibran dalam debat Pilpres 2024 hingga membuat gaduh di media sosial.

    Hasyim menjelaskan bahwa debat berlangsung secara spontan, sehingga tidak ada contekan maupun bisikan yang diterima Cawapres saat debat berlangsung.

  • Meski Kemenag sudah Klarifikasi, Roy Suryo Tetap Polisikan Menag Yaqut

    Meski Kemenag sudah Klarifikasi, Roy Suryo Tetap Polisikan Menag Yaqut

    TIKTAK.ID – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tetap akan memolisikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, walaupun pihak Kementerian Agama sudah melakukan klarifikasi. Hal itu merupakan buntut dari dugaan penistaan agama Yaqut mengenai suara azan dan gonggongan anjing.

    Kemudian Roy mempersilakan pihak Kemenag untuk melakukan klarifikasi atas pernyataan Yaqut tersebut. Akan tetapi, Roy mengatakan pihaknya tidak salah persepsi dan Yaqut tetap salah karena sudah melontarkan pernyataannya tersebut.

    “Jadi bila ada ‘klarifikasi’ tersebut, rasanya tidak demikian yang diterima oleh masyarakat,” ujar Roy, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Muhaimin Minta Pemilu 2024 Mundur, Demokrat: Bisa Jerumuskan Jokowi Langgar Konstitusi

    Untuk diketahui, Roy sempat mengatakan ucapan Yaqut yang diduga membandingkan antara kumandang azan dan gonggongan anjing itu diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia pun mengklaim ucapan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 156a KUHP Tentang Penistaan Agama.

    Bahkan Roy juga berencana membawa pelbagai bukti demi menunjang laporannya tersebut. Dia menjelaskan, di antaranya rekaman audio dan visual statemen Yaqut dan pemberitaan berbagai media.

    Sementara itu, pihak Kemenag melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Thobib Al Asyhar, telah mengklarifikasi bahwa Yaqut sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara gonggongan anjing. Thobib menilai kabar Yaqut yang membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak tepat.

    Baca juga : Gugatan Gatot Nurmantyo Cs Soal Ambang Batas Capres Ditolak MK

    “Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, melainkan Menag sedang mencontohkan soal pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” terang Thobib dalam keterangan resminya, Kamis (24/3/22).

    Sekadar informasi, kasus ini bermula ketika Yaqut menyebut penggunaan pengeras suara di masjid harus diatur supaya tercipta hubungan yang lebih harmonis dalam kehidupan antarumat beragama. Lantas Yaqut mengibaratkan dengan gonggongan anjing yang mengganggu hidup bertetangga.

    Yaqut menyampaikan hal itu di sela-sela kunjungan kerjanya di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (23/2/22). Saat itu dia menjawab pertanyaan pewarta terkait surat edaran Menag yang mengatur penggunaan toa di masjid dan musala.

  • Ekonomi Berat di Era Jokowi, SBY Pilih Jualan Nasi Goreng sebagai Opsi

    Ekonomi Berat di Era Jokowi, SBY Pilih Jualan Nasi Goreng sebagai Opsi

    TIKTAK.ID – Baru-baru ini viral foto Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut tengah menjual nasi goreng.

    Dalam foto tersebut SBY didampingi oleh tujuh orang seraya mengacungkan jempol.

    SBY terlihat menggunakan sweater berwarna kuning dan sedang membawa nasi goreng yang sudah dibuat olehnya.

    Selain itu, yang turut menjadi perhatian publik adalah baliho besar di belakang SBY yang bertuliskan “Nasi Goreng a’ la SBY”.

    Baca juga : Rocky Gerung Berani Taruhan, KPK Tak Bakal Berani Lakukan Pengembangan Kasus ‘Madam Bansos’

    Pada baliho, SBY terlihat sedang menemani mendiang istri tercintanya, Ani Yudhoyono.

    SBY dalam baliho tersebut menggunakan baju batik warna merah, begitu juga dengan Ani.

    Ani terlihat sedang masak nasi goreng, sementara SBY membantunya dengan menuangkan nasi putih.

    Sebelumnya, foto tersebut dibagikan oleh politisi Partai Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya.

    Andi Arief dalam postingan foto tersebut menyertakan tulisan “Ekonomi makin berat, jual nasi goreng jadi opsi
    Tweeps”.

    Baca juga : Imigrasi Loloskan 153 WNA China Masuk RI, Demokrat: Pemerintah Diskriminatif, Inkonsisten dan Gagal Jadi Teladan Hadapi Pandemi

    Belum diketahui maksud dan tujuan caption dari foto yang diunggah Andi Arief tersebut.

    Sementara, pakar telematika Roy Suryo menilai bahwa bahasa yang disampaikan Andi Arief tersebut merupakan sindiran cerdas kepada pemerintahan Jokowi.

    “Kecerdasan sindiran ke Pemerintah kadang perlu dilakukan dgn “Bahasa bersayap”
    Spt Politisi @PDemokrat @Andiarief__ yg posting Foto Pak @SBYudhoyono “Jualan Nasi Goreng” di Cikeas “gara2 Ekonomi Makin Sulit”,” cuit dari Roy Suryo singkat.

  • Roy Suryo Sibuk Soroti Panci di Video Ucapan Lebaran Jokowi, Gus Nadir: Gak Penting!

    Roy Suryo Sibuk Soroti Panci di Video Ucapan Lebaran Jokowi, Gus Nadir: Gak Penting!

    TIKTAK.ID – Setelah menyampaikan pandangan tentang sebuah video, Roy Suryo muncul lagi jadi pembahasan netizen.

    Video yang dianalisis Roy Suryo tentang situasi di sekeliling Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana Jokowi saat mengucapkan selamat Idulfitri 1441 H.

    Roy Suryo memberi perhatian lebih pada beberapa benda dalam video tersebut.

    Baca juga : Ditanya Soal Sikap Prabowo yang Berubah Pasca Pilpres 2019 Malah Dukung Jokowi, Begini Jawaban Amien Rais

    Pandangan pria kelahiran Yogyakarta tersebut direspons Nadirsyah Hosen yang dikenal dengan sapaan Gus Nadir.

    Roy Suryo di usianya menjelang 52 tahun pada 18 Juli nanti, mengunggah pandangannya tentang situasi dalam video ucapan Presiden bersamna Ibu Negara melalui akun Twitternya.

    Sebelumnya, Jokowi mengunggah video ucapan selamat Idulfitri 1441 H melalui sejumlah akunnya di Twitter, Instagram, dan Facebook.

    Baca juga : Setelah Habiskan 1 Triliun Lebih untuk Pilkada DKI dan Pilpres 2019, Akankah Sandiaga Uno Maju Capres 2024?

    Suara lantunan takbir mengawali video dengan cuplikan bangunan Istana Bogor.

    Dilanjutkan dengan Presiden Jokowi dan Iriana duduk di meja dengan hidangan yang telah tersedia.

    Jokowi mengenakan peci hitam dan kemeja putih senada dengan warna baju dan kerudung Iriana sembari mengucapkan selamat Idulfitri 1441 H.

    Baca juga : Viral Video Prabowo Usili Ajudannya yang Tertidur di Kursi

    Dugaan Roy Suryo, video tersebut hanya sebatas settingan belaka.

    Roy Suryo dalam cuitannya di Twitter menyoroti pantulan cahaya pada benda-benda yang terekam dalam video, salah satunya sebuah panci di meja belakang Jokowi.

    Pandangan Roy Suryo yang dicuitkan dalam Twitter menuntut agar pengambil video lebih memerhatikan kesempurnaan dalam merekam aktivitas Presiden. Cuitannya tersebut menuai berbagai komentar.

    Baca juga : Tuntut Habib Bahar Dibebaskan, FPI dan MUI DKI Ancam Ajak Umat Lakukan Pembangkangan Sipil

    Salah satunya Gus Nadir yang aktif sebagai dosen senior bidang hukum di Monash, Australia memberi tanggapan yang menyebutkan pandangan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo tidaklah penting.

    “Om Roy, kalaupun anda benar, gak penting yg anda bahas itu,” sebut Gus Nadir dalam cuitannya.

    “Mau siang hari, asesoris, kapan shootingnya kek. itu gak ngefek kepada kebijakan pemerintah. Fokus pada kebijakannya. jgn sosoknya. Lagipula makanan dan minuman di meja tidak disantap oleh Kepala Negara dan ibu Negara”, tulis Gus Nadir dalam cuitan yang sama.

  • Prediksi Ahok Maju Pilpres 2024, Relawan Jokowi Sebut Roy Suryo Kayak Dukun

    Prediksi Ahok Maju Pilpres 2024, Relawan Jokowi Sebut Roy Suryo Kayak Dukun

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi, Tigor Doris Sitorus, menyindir keras politisi Roy Suryo. Pasalnya, Roy Suryo memprediksi Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan maju dalam pemilihan umum presiden pada tahun 2024 mendatang.

    Tigor menyebut Roy Suryo mirip tukang ramal karena memprediksi sesuatu di luar kapasitas. Ia juga mengingatkan Roy Suryo bahwa agenda Pilpres 2024 masih lama, sehingga tidak tepat membicarakan hal tersebut sekarang.

    “Roy seperti dukun atau tukang ramal, karena ia takut akan masa depan yang belum terjadi. Dalam memberikan analisa politik, juga harus ada ilmunya. Menyanyikan Indonesia Raya saja salah, maka Roy tidak punya kapasitas untuk menggurui,” ujar Tigor di Jakarta, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Senin (4/5/20).

    Baca juga : Anies Dikalahkan Ganjar dalam Survei, LIPI: Itu Sudah Diatur

    Seperti telah diberitakan, Roy Suryo menyetujui cuitan akun Aline Yoana Tan di Twitter mengenai Ahok tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meski harga minyak dunia sedang anjlok. Akun itu menyebut hal itu karena Ahok tengah mengumpulkan uang untuk modal kampanye Capres pada Pilpres 2024 mendatang.

    “Ahok sedang mengumpulkan uang untuk kampanye calon presiden 2024,” tulis akun @TanYoana.

    Menurut Aline, jangankan menurunkan harga BBM, menggratiskan toilet SPBU saja Ahok tidak bisa. Ia melanjutkan, jika mau melihat muka maling negara maka tidak perlu pakai KPK, melainkan cukup menyebut nama Ahok, dan para maling akan kejang-kejang.

    Baca juga : BPK Sebut Pengelolaan Subsidi Angkutan Umum DKI Era Anies Berpotensi Tak Efektif dan Tak Efisien

    Kemudian Roy Suryo menyebut dirinya setuju dengan pernyataan akun @TanYoana.

    “Saya setuju 1000% dengan apa yang disampaikan @TanYoana. Mulai dari penunjukan Ahok yang kontroversial, gaji yang tidak masuk akal. Selain itu cara-cara pencitraan dirinya yang menjijikkan, tata bahasanya yang tidak sopan, dan sikapnya yang abai serta arogan,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga di Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu.

    Roy Suryo kemudian mengungkapkan hal yang paing ia sesali adalah isu mengenai Ahok bakal maju sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2024 mendatang. Ia menyebut hal itu keterlaluan.

    Baca juga : Buntut Kritik pada DPR, Anak Buah Prabowo Janji Bongkar Dugaan Skandal Najwa Shihab di Program Andalan Jokowi

    “Kalau memang benar Ahok mau maju pada 2024, hal itu benar-benar keterlaluan,” ucapnya.

  • Serang Ahok, Roy Suryo Akui Kecewa dan Jijik Soal Penunjukan Komut Pertamina hingga Kabar Ahok Maju Pilpres 2024

    Serang Ahok, Roy Suryo Akui Kecewa dan Jijik Soal Penunjukan Komut Pertamina hingga Kabar Ahok Maju Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, atau yang biasa akrab disapa Roy Suryo, menyoroti soal Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Melalui akun Twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Kamis (30/4/20), Roy Suryo mengatakan sangat setuju dengan pernyataan yang disampaikan oleh Aline Yoana Tan tentang Ahok.

    Menteri Pemuda dan Olahraga yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu mengaku dirinya kecewa dengan penunjukan langsung Ahok sebagai Komisaris Utama yang sangat kontroversial. Ia pun menyebut gaji yang diterima Ahok tidak masuk akal, yakni sebesar Rp3,2 miliar per bulan.

    Baca juga: Mendadak Heboh, di Medsos Ada Sayembara Foto Wisuda Jokowi Berhadiah Motor Ducati Senilai Rp 500 Juta

    “Tweeps, saya setuju 1000% dengan apa yg disampaikan @TanYoana. Mulai dari Penunjukannya yg kontroversial, gaji yang tidak masuk akal, cara-cara pencitraan dirinya yang menjijikkan, tata bahasanya yang tidak sopan, serta sikapnya yang abai dan arogan,” cuit Roy Suryo, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Tak hanya itu, Roy Suryo menyatakan hal yang paling ia sesali adalah isu mengenai Ahok bakal maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

    “Kalau memang mau maju pada 2024, itu benar-benar keterlaluan”, cuitnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Roy Suryo Adu Mulut dengan Maia Estianty di Twitter Soal Corona

    Roy Suryo Adu Mulut dengan Maia Estianty di Twitter Soal Corona

    TIKTAK.ID – Musisi Maia Estianty menyentil pihak-pihak yang terlalu nyinyir dan menganggap lamban Pemerintah dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan Maia dalam akun Twitter pribadinya, @MAIAsangJUARA.

    “Apakah ada yang bisa menjamin virus corona nggak bakal masuk Indonesia? Dengan segala cara apapun diadang, kalau Tuhan menghendaki, maka terjadilah virus corona nyusup ke Indonesia lewat cara apapun, (waktu & tempat saya persilahkan),” cuit Maia.

    Cuitan Maia soal virus Corona itu pun mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak yang mendukung, namun tak sedikit yang mengkritik pernyataan istri Irwan Mussry ini.

    Baca juga: Ternyata ini Penyebab Meninggalnya Glenn Fredly

    Bahkan ada beberapa warganet yang meledek dan menyinggung soal kehidupan rumah tangga Maia dengan mantan suaminya Ahmad Dhani, yang direbut sahabat Maia sendiri, Mulan Jameela.

    “Berarti si mbak ditikung teman juga atas kehendak Tuhan ya? Kalau Tuhan nggak berkehendak, kan nggak mungkin kejadian,” balas warganet dengan akun @putra_jamparing.

    Namun Maia tak mau terpancing emosi. Ibunda Al, El, dan Dul itu malah menjawab dengan santai.

    Halaman selanjutnya…