Tag: Novel Bamukmin

  • PA 212: Kalau Takut Tangkap Jokowi, Kapolri Wajib Mundur

    PA 212: Kalau Takut Tangkap Jokowi, Kapolri Wajib Mundur

    TIKTAK.ID – Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Islam (PA) 212, Novel Bamukmin meminta Polri agar segera menindak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diduga telah memicu kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan.

    Novel mengatakan Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang kini memimpin Polri harus bertindak berani dalam menegakkan hukum, termasuk memeriksa Presiden Ketujuh RI itu.

    “Kalau Polri tidak berani menangkap Jokowi yang sudah jelas menjadi penyebab kerumunan, maka Kapolri wajib mengundurkan diri,” ujar Novel, seperti dilansir JPNN.com, Kamis (25/2/21).

    Baca juga : Wagub DKI Ajak Semua Pihak Jujur: Banjir Daerah Lain Berhari-hari Bahkan Berminggu-minggu, di Jakarta Satu Hari Surut

    Menurut Novel, Jokowi sudah kelewatan ketika kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan kerumunan tanpa protokol kesehatan. Untuk itu, Novel menegaskan, tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk membiarkan Jokowi.

    “Polisi harus segera melakukan proses hukum kepada Jokowi dan semua yang terlibat dalam kerumunan itu. Sebab, sangat jelas pelanggarannya,” ucap Novel.

    Untuk diketahui, Jokowi sempat melakukan kunjungan kerja ke Maumere, NTT, Selasa (23/2/21). Berdasarkan berbagai video yang beredar, tampak massa berkerumun mendekati Jokowi yang berada di dalam mobil.

    Baca juga : Ikuti Aturan Baru Jokowi, Pesangon Buruh Lebih Kecil dari Sebelumnya, Berikut Rinciannya

    Kemudian Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menyebut kerumunan itu terjadi akibat spontanitas warga. Bey mengklaim saat Jokowi menyapa masyarakat, justru ia mewanti-wanti soal penggunaan masker.

    “Jadi sebenarnya kerumunan itu karena melihat spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk mengenakan masker,” jelas Bey.

    Sementara itu, epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyayangkan kerumunan yang terjadi di Maumere itu. Ia menyatakan, seharusnya Jokowi bisa memberikan contoh mengenai pentingnya protokol kesehatan Covid-19, 5M.

    Baca juga : PP Jaminan Kehilangan Pekerjaan Resmi Diteken Jokowi

    “Selain 3M, juga perlu meminimalisir mobilitas, serta mencegah keramaian kerumunan. Itu adalah contoh yang harus kita berikan,” tutur Dicky, mengutip Kompas.com, Rabu (24/2/21).

    Dicky menganggap perlu adanya keteladanan dan konsistensi atau komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan. Ia melanjutkan, contoh keteladanan itu dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pejabat publik, dalam hal ini tak terkecuali Presiden Jokowi sendiri.

  • Soal Fadli Zon Dipolisikan Gegara Video Porno, PA 212: Pengalihan Isu Kasus FPI

    Soal Fadli Zon Dipolisikan Gegara Video Porno, PA 212: Pengalihan Isu Kasus FPI

    TIKTAK.ID – Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, diketahui ikut membela politisi partai Gerindra, Fadli Zon, yang habis-habisan dirundung warganet lantaran akun Twitternya kepergok menyukai video porno.

    Novel mengatakan saat ini orang-orang yang kritis terhadap Pemerintah suka dicari-cari kesalahannya oleh buzzer yang pro-Pemerintah. Ia melanjutkan, setelah itu para buzzer langsung memviralkan kesalahan tokoh kritis tersebut.

    “Hal ini sudah biasalah. Orang yang kritis terhadap rezim ini selalu dicari kesalahannya. Yang tidak salah saja dibuat salah, lalu para buzzeRP langsung menyebarkan dengan seviral-viralnya,” ujar Novel, seperti dilansir netralnews.com, Jumat (8/1/21).

    Baca juga : Pesan Jokowi Bagi yang Tidak Mau Disuntik Vaksin Corona

    Novel pun mengklaim serangan kepada Fadli Zon merupakan pengalihan isu terhadap kasus tewasnya enam eks laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta Cikampek beberapa waktu yang lalu.

    “Terlebih ada isu besar yang berkenaan dengan kezaliman rezim ini, yang mana 6 laskar FPI dibantai. Oleh sebab itu, ketika ada celah untuk menghantam yang mengkritisi rezim zalim, dipakailah kelalaian si pengkritik itu untuk dinaikkan menjadi pengalihan isu,” jelas Novel.

    “Tapi buat kami, hal itu sangat tidak ngaruh. Sebab, kami fokus terhadap kasus pembantaian 6 laskar FPI,” imbuh Novel.

    Baca juga : Risma Jadi Mensos, Pemerintah Kebut Bansos: Anak Usia Dini dan Ibu Hamil dalam Setahun Dapat 3 Juta, Lansia 2,4 Juta

    Seperti telah diberitakan, Ketua Umum Aliansi Pejuang Muda Indonesia (APMI), Febriyanto Dunggio melaporkan Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon ke Bareskrim Polri. Hal itu disebabkan akun media sosial Twitter milik Fadli yakni @fadlizon menyukai (like) konten pornografi.

    Febriyanto menyatakan bahwa tindakan Fadli ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang Anggota Dewan. Untuk itu, pihaknya lantas memutuskan untuk melaporkan Fadli ke polisi agar dilakukan penyelidikan.

    “Sebab, tidak elok jika wakil rakyat like konten berbau pornografi, karena dengan dia like secara enggak langsung ikut mendistribusikan video porno itu,” ucap Febriyanto.

    Baca juga : Penasaran Siapa yang Danai Rizieq, Ade Armando Doakan Cepat Sembuh

    Apalagi, Febriyanto menyebut aktivitas media sosial Fadli sebagai wakil rakyat pasti disorot oleh masyarakat.

    “Apa yang dilakukan wakil rakyat itu pasti dipantau rakyat. Cara dia like, entah hal itu disengaja atau enggak ya, tapi semua orang bisa lihat,” kata Febriyanto.

  • Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas Jadi Menteri Agama, PA 212: Banyak yang Lebih Pantas!

    Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas Jadi Menteri Agama, PA 212: Banyak yang Lebih Pantas!

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, menggantikan Fachrul Razi yang baru menjabat selama setahun. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) pun ikut berkomentar mengenai penunjukan Ketua Umum GP Ansor itu sebagai Menteri Agama.

    Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin mengaku menyayangkan penunjukan Yaqut. Pasalnya, ia menilai masih banyak yang lebih pantas menjabat sebagai Menteri Agama.

    “Masih banyak putra-putri terbaik yang profesional dan berpengalaman di bidangnya yang dapat mempersatukan umat,” ujar Novel, seperti dilansir Kompas.tv, Selasa (22/12/20).

    Baca juga : Baru Saja Resmi Jadi Mensos, Risma Bikin Gebrakan Baru Soal Bansos

    Kemudian Novel menyinggung hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa jika jabatan diberikan bukan kepada yang ahlinya maka tinggal menunggu kehancurannya.

    “Hal itu sudah terbukti di Menag sebelumnya, tetapi kali ini akan dibuat hancur lagi,” tutur Novel.

    Meski begitu, ia mengklaim pihaknya menaruh harap kepada Yaqut Cholil untuk tidak membuat gaduh situasi negeri ini.

    “Saya berharap Gus Yaqut tidak membuat gaduh. Namun sebaliknya, ia bisa merangkul dan menyatukan kembali anak bangsa yang terpecah-belah ini,” imbuh Novel.

    Baca juga : Bangun Platform Bansos Online, Ahok Sentil Korupsi Kemensos

    Novel juga mengingatkan agar Gus Yaqut tidak melakukan praktik korupsi. Seperti diketahui, dua menteri Jokowi sebelumnya, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo terlibat korupsi.

    Ia lantas mengimbau agar kasus korupsi sebelumnya dapat menjadi pelajaran, bahwa mengemban jabatan merupakan amanat, bukan karena utang budi.

    “Menjadi pelajaran mengamanatkan jabatan bukan berdasarkan utang budi, namun perjuangan untuk bangsa dan negara, dan bukan tunduk kepada asing,” jelas Novel.

    Baca juga : Sudah 3 Minggu Isolasi Tak Kunjung Sembuh, Epidemiolog Sebut Kemungkinan Anies Baswedan Stres

    Di sisi lain, Yaqut mengaku kaget saat pertama kali diminta oleh Jokowi untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ia pun mengatakan tak pernah membayangkan bakal duduk di kursi menteri.

    “Tentu yang saya rasakan adalah kaget, karena dalam mimpi yang paling liar, saya tak pernah membayangkan menjadi Menteri Agama,” ucap Yaqut melalui konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12/20).

    Menurut Yaqut, tugas barunya sebagai Menteri Agama adalah amanah. Untuk itu, ia bertekad mewakafkan seluruh hidup dan apa yang dimilikinya untuk bangsa dan negara.

  • PA 212 Desak Polri Pecat dan Penjarakan Polisi Pengancam Penggal Habib Rizieq

    PA 212 Desak Polri Pecat dan Penjarakan Polisi Pengancam Penggal Habib Rizieq

    TIKTAK.ID – Wakil Sekjen Presidium Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mendesak Polri agar segera memecat anggota kepolisian yang mengancam akan memenggal kepala Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Sebab, Novel menilai anggota polisi tersebut telah menyebar kegaduhan dan provokasi di tengah masyarakat.

    “Segera Polri mencopot dan memecat oknum yang menyebar kegaduhan provokasi. Hal itu jelas jauh dari jalur aturan Polri,” ujar Novel, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (4/12/20).

    Kemudian Novel juga meminta Polri untuk memenjarakan anggota polisi tersebut. Pasalnya, ia mengaku khawatir jika tindakan anggota polisi itu dapat menimbulkan kemarahan di masyarakat.

    Baca juga : Deklarasikan Diri jadi Presiden Papua, Benny Wenda Ajak Jokowi Duduk Bicara Negara dengan Negara

    “Segera penjarakan oknum tersebut, karena kalau tidak, dapat memancing kemarahan masyarakat,” ucap Novel.

    Sementara itu, Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut dan menghukum anggota polisi tersebut.

    “Biar aja urusan hukum, karena polisi yang lebih berwenang,” kata Maman.

    Menurut Maman, tindakan yang dilakukan oleh anggota kepolisian itu sangat tidak pantas. Ia pun meyakini tindakan itu dilakukan karena oknum anggota polisi itu tidak memahami dan mengenal secara utuh siapa sebenarnya Habib Rizieq selama ini. Untuk itu, Maman mendoakan agar anggota polisi itu mendapatkan pencerahan dan bisa mengubah perilakunya menuju ke arah yang lebih baik.

    Baca juga : Polisi yang Ancam Penggal Habib Rizieq Ditahan Propam

    Halaman selanjutnya…

  • Simak Bocoran Tanggal Kepulangan Habib Rizieq Shihab

    Simak Bocoran Tanggal Kepulangan Habib Rizieq Shihab

    TIKTAK.ID – Belakangan ini, kabar mengenai kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi kembali ramai dibicarakan.

    Merespons beredarnya isu tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan bahwa informasi kepulangan Habib Rizieq kali ini bukan isapan jempol belaka.

    Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212, Novel Bamukmin menyebut kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia sudah berada di depan mata. Kemudian Novel pun membocorkan bahwa Habib Rizieq pulang ke Indonesia pada akhir bulan ini.

    Baca juga : Polda Jateng Prediksi Kenaikan Arus Mudik Libur Panjang Terjadi Malam ini

    “Insya Allah kalau memang tidak ada halangan, antara akhir bulan ini atau awal bulan depan, yakni bertepatan dengan bulan Maulid Nabi,” ujar Novel ketika dikonfirmasi, seperti dilansir Jpnn.com, Senin (26/10/20) malam.

    Novel juga mengklaim PA 212 sudah menyiapkan berbagai keperluan menjelang kepulangan Habib Rizieq. Nantinya, kata Novel, PA 212 bakal bekerja sama dengan FPI untuk menyambut Habib Rizieq.

    “Terkait kepulangan HRS (Habib Rizieq Shihab), sudah ada Jubirnya khusus yaitu Munarman (Sekretaris Umum FPI). Namun untuk PA 212 tentunya sudah menyiapkan penyambutan khusus sendiri,” terang Novel.

    Baca juga : MUI: Banyak Pihak di Tanah Air Sangat Rindukan Habib Rizieq

    Seperti diberitakan sebelumnya, isu kepulangan Habib Rizieq ini berawal dari tersebarnya sebuah video di media sosial yang menyebutkan Habib Rizieq akan segera pulang ke Indonesia. Dalam video dengan durasi 01.30 menit tersebut, tampak Habib Rizieq yang sedang duduk dan berbicara kepada sejumlah orang menggunakan pengeras suara.

    “Insyaallah kalau tidak ada halangan, saya dan sekeluarga akan kembali ke Tanah Air. Insyaallah dalam waktu dekat ini, saya akan kembali ke Indonesia, ke Tanah Air,” kata Rizieq dalam video tersebut.

    Di sisi lain, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menegaskan Habib Rizieq masih belum diizinkan untuk keluar dari Mekkah. Pasalnya, ia menerangkan, Habib Rizieq masih berstatus “Red Blink” karena visanya habis dan terdaftar sebagai pelanggar Undang-Undang (UU).

    Baca juga : Kemlu Kembali Fasilitasi Pemulangan 503 WNI dari Malaysia

    “Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, hingga detik ini nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih ‘blinking merah’ dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU),” jelas Agus Maftuh, mengutip Okezone, Rabu (14/10/20).

  • PA 212 Minta Semua Stasiun TV Tayangkan Film G30S/PKI

    PA 212 Minta Semua Stasiun TV Tayangkan Film G30S/PKI

    TIKTAK.ID – Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengungkapkan bahwa pihaknya menyerukan seluruh masyarakat untuk tetap menonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, meski sedang terjadi pandemi virus Corona (Covid-19).

    Novel mengatakan di tengah pandemi ini, nonton film dapat dilakukan dengan cara streaming sendiri di rumah masing-masing.

    “Kami juga mmeminta kepada seluruh stasiun televisi untuk serempak menayangkan film G30S/PKI. Hal itu demi mengingat kebiadaban PKI yang justru saat ini mereka sudah mulai terang-terangan bangkit,” ujar Novel kepada wartawan, seperti dilansir Jpnn.com, Jumat (25/9/20).

    Baca juga : Waduh, Jokowi Restui Usul Prabowo Angkat Mantan Anggota Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

    Menurut Novel, salah satu tanda kebangkitan PKI yakni dikeluarkannya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menurut PA 212 merupakan bentuk kebangkitan neo-PKI.

    Kemudian Novel juga mengungkit kembali pernyataan kontroversial Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi yang sempat menyebut agama menjadi musuh terbesar Pancasila.

    “Ini (RUU HIP, red) jelas diinisiasi oleh PDIP. Selain itu, dengan adanya BPIP yang mengatakan bahwa agama adalah musuh besar Pancasila menjadi petunjuk bangkitnya PKI,” ucap Novel.

    Baca juga : Pengamat Ungkap 6 Hal Terkait Kegaduhan yang Dibuat Gatot Nurmantyo, Ini Tujuan Akhirnya

    Halaman selanjutnya…

  • Gara-gara ini Novel Bamukmin Sebut Sandiaga Pengkhianat

    Gara-gara ini Novel Bamukmin Sebut Sandiaga Pengkhianat

    TIKTAK.ID – Mantan Cawapres dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, bergabung menjadi tim sukses mantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, yang maju ke Pilkada Kota Medan berpasangan dengan Aulia Rachman.

    Sontak hal tersebut mengecewakan Wakil Ketua Majelis Mudzakarah, Novel Bamukmin. Majelis Mudzakarah sendiri adalah organisasi kemasyarakatan pendukung pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno ketika maju Pilkada Jakarta menghadapi Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat, juga ketika Prabowo Subianto – Sandiaga Uno maju ke bursa Pilpres 2019 menghadapi Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

    “Beliau itu kan pengusaha, jadi sudah otomatis sangat piawai menghitung untung-rugi. Sepertinya keuntungan di depan mata sudah sangat dikalkulasi dengan matang sehingga berani tampil sebagai tim pemenangan mantu Jokowi, sebagai kepanjangan politik dinasti yang tidak peduli dengan prinsip-prinsip politik yang sehat dan pembodohan,” ujar Novel, seperti dilansir Suara.com, Rabu (23/9/20).

    Baca juga : Sayangkan Sikap Jokowi yang Abaikan Suara Publik, Jaringan GUSDURian Ikut Keluarkan Pernyataan Sikap

    “Tapi gimana juga kalau sudah bicara untung-rugi itu haknya seseorang. Meski mengorbankan amanat dari rakyat yang ketika itu dipercaya untuk merubah nasib bangsa yang terpuruk dengan menjadi lawan pada Capres Jokowi ketika itu,” imbuhnya.

    Kemudian Novel mengaku prihatin dengan Sandiaga yang dinilainya menjatuhkan harga diri demi mengejar keuntungan.

    “Jangankan amanat pemilih yang ia khianati, harga dirinya saja dijual sampai jatuh derajat, dari Cawapres langsung jadi jongos. Nilai-nilai agama untuk menjadi Muslim yang kaffah dan istiqomah pun ia tabrak sampai-sampai mendukung kelompok pendukung penista agama (Ahok),” ucap Novel.

    Baca juga : Wow! Benarkah Munculnya Usulan Super Holding BUMN Bertujuan Jadikan Ahok sebagai CEO-nya?

    Oleh sebab itu, Novel menyatakan sudah tak mau mendukung Sandiaga lagi. Namun ia memastikan masih setia pada Anies Baswedan yang kini menjadi Gubernur Jakarta.

    “Sudah nggak mungkinlah saya mendukung pengkhianat seperti Sandi. Saya masih mendukung dan memperjuangkan Anies Baswedan yang saat ini masih setia dengan amanat warganya dengan memperjuangkan menyelamatkan nyawa warganya (dari Covid-19). Sebab, Anies sadar bahwa nyawa warganya tidak bisa dirupiahkan,” tuturnya.

    Kemudian Novel menegaskan, pihaknya tidak akan terlibat dalam Pilkada tahun ini kalau Pemerintah masih bersikukuh menggelar Pilkada di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

  • Reklamasi Ala Ahok Haram, Kalau Reklamasi Versi Anies Bagaimana?

    Reklamasi Ala Ahok Haram, Kalau Reklamasi Versi Anies Bagaimana?

    TIKTAK.ID – Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir Ketua Media Center Presidium Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin. Sebelumnya, Novel mengatakan reklamasi Ancol versi Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sangat brilian karena memiliki tujuan mengatasi banjir.

    “Kalau @basuki_btp yang reklamasi, jadi haram, tapi kalau @aniesbaswedan jadi brilian, semua emang tergantung tabokannya,” cuit Denny dalam akun Twitternya, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Selasa (14/7/20).

    PA 212 sendiri merupakan kelompok pendukung Anies pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI 2017. Saat itu, mereka dengan lantang menolak reklamasi ala Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

    Baca juga: Ahok Heran Reklamasi Ancol Dihubung-hubungkan dengan Pembuangan Material Proyek JEDI

    Novel pun memberikan dukungan penuh kepada Anies terkait perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol seluas 120 hektare dan Dunia Fantasi (Dufan) seluas 35 hektare.

    “Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) selaku pendukung dan yang mengawal Anies dalam Pilkada serta pernah siap menjadi partner hukum di luar institusi Pemda DKI Jakarta, itu sendiri sampai saat ini kami masih siap untuk mengawal proses reklamasi brilian Anies ketika berhadapan dengan proses hukum,” ucap Novel dalam keterangannya, Minggu (12/7/20).

    Halaman selanjutnya…

  • BTP Jadi Kandidat Kepala IKN, PA 212: Ada Rahasia Penting Jokowi yang Dipegang Ahok

    BTP Jadi Kandidat Kepala IKN, PA 212: Ada Rahasia Penting Jokowi yang Dipegang Ahok

    TIKTAK.ID – Diketahui ada empat kandidat calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru yang mulai mencuat. Empat figur itu disebut-sebut berpotensi menduduki jabatan setingkat menteri tersebut.

    Empat sosok itu adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP, Bambang Brodjonegoro, Tumiyana, dan Abdullah Azwar Anas.

    Menanggapi kabar tersebut, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin menilai Ahok bisa jadi akan terpilih dan menjadi Kepala Badan Otorita IKN baru di Kalimantan.

    “Kalau memang benar Ahok jadi kandidat CEO di ibukota baru, bukan tidak mungkin Ahoklah yang akan terpilih, dan jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina harus dilepas,” ujar Novel, dilansir Pojoksatu.id.

    Baca juga: Presiden Jokowi Umumkan 4 Nama Calon Pimpinan Ibu Kota Baru, Selain Ahok Siapa Lagi?

    Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) itu beranggapan peluang Ahok sangat besar karena memegang rahasia Jokowi.

    “Diduga kuat ada rahasia Jokowi yang penting dipegang Ahok. Sehingga seorang yang sangat membuat gaduh, yang membuat pecah belah bangsa ini terus diposisikan dengan posisi yang tinggi,” kata Novel.

    Novel sendiri mengatakan dirinya sangat menolak jika Ahok menjadi pimpinan di Ibu Kota baru nantinya. Menurutnya, negara ini bukan punya kelompok Ahok saja, sehingga tidak dibenarkan melakukan hal semena-mena.

    Halaman selanjutnya…

  • Rencana Ahok Terbitkan Buku Baru Diprotes PA 212, Apa Alasannya?

    Rencana Ahok Terbitkan Buku Baru Diprotes PA 212, Apa Alasannya?

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, berencana meluncurkan buku terbarunya mengenai perjalanan hidup saat dirinya ditahan di Mako Brimob. Buku itu berjudul “Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob”.

    Merespons hal itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menilai kisah Ahok dalam penjara tidak layak untuk dibukukan. Ia berpendapat, Pemerintah memberi ruang bagi penista agama.

    “Membuat buku kisah Ahok sama juga memberikan bukti bahwa Pemerintah rezim Jokowi jelas pembelaannya terhadap penista agama. Padahal Ahok sampai didemo oleh umat Islam berjilid-jilid hingga 7 juta orang pada 2 Desember 2016,” ujar Novel kepada wartawan, di Jakarta, dilansir Wartaekonomi.com, Jumat (14/2/20).

    Baca juga: Soal Transparansi Pertamina itu Tugas Ahok sebagai Komut atau Direksinya sih?

    Menurut Novel, Ahok sedang dikondisikan oleh rezim. Ia menyebut kisah Ahok yang ditulis oleh Ahok sendiri itu memberikan bukti bahwa seorang penista agama mempunyai tempat di negara yang berpancasila.

    Novel pun menyinggung kelompok yang mengaku, “Saya Indonesia, Saya Pancasila”, namun ternyata pendukung penista agama. Ia mengklaim kelompok tersebut sama saja dengan menjadi penghina Pancasila.

    Halaman selanjutnya…