Tag: HUT ke-75 RI

  • BMW Rilis Sedan Premium Berlogo Indonesia Maju

    BMW Rilis Sedan Premium Berlogo Indonesia Maju

    TIKTAK.ID – BMW Group Indonesia merilis kendaraan BMW dan MINI edisi spesial dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun mobil edisi khusus itu hanya tersedia di bulan Agustus 2020, dan jumlah yang ditawarkan pun terbatas.

    Sejalan dengan tema “Indonesia Maju”, BMW Indonesia merilis sedan bisnis premium BMW 520i M Sport Edition 75. Pada mobil itu terdapat logo Indonesia Maju di LED projector dan center console. Sementara MINI Indonesia menghadirkan MINI John Cooper Works GP dengan kode produksi 0075 ke Indonesia.

    Baca juga: Perbedaan Online Meeting dan Webinar, Hindari Salah Istilah dan Fasilitas

    Mobil tersebut diketahui merupakan bagian dari MINI terkuat di dunia yang eksklusif hanya tersedia 3.000 unit di seluruh dunia. MINI GP itu pun hadir dengan kode produksi di bagian fender-nya dan tentu penawarannya istimewa bertema “Independence Day Program”.

    “BMW Group Indonesia selalu berusaha menghadirkan kendaraan dan layanan terbaik untuk para pelanggannya. Usai kemarin kami luncurkan situs interaktif mybmwdealer.co.id, hari ini BMW Group Indonesia juga sudah menyiapkan BMW Seri 5 edisi spesial kemerdekaan dalam jumlah terbatas,” ujar Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia di Jakarta, seperti dilansir Sindonews.com, Senin (17/8/20).

    Baca juga: Berikut ini Performa dan Spesifikasi Laptop Lenovo ThinkBook 14

    Jodie menyebut mobil hanya tersedia 75 unit dengan beragam program menarik untuk rangkaian produk terbaru lainnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Jokowi Puji Kado Pertamina di HUT ke-75 RI, Kado Apa Ya?

    Jokowi Puji Kado Pertamina di HUT ke-75 RI, Kado Apa Ya?

    TIKTAK.ID – PT Pertamina sukses melaksanakan pengujian produksi biodisel D100 hingga 1.000 barel per hari pada Kilang Dumai, Riau, selama Juli lalu.

    Hasil D100 memakai bahan baku 100% minyak sawit itu dinyatakan menjadi kado Pertamina peringati HUT Ke-75 RI pada Senin (17/8/20).

    Pencapaian itu dipuji Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menyatakan dalam pidato kenegaraan (15/8/20), bahwa upaya luar biasa sudah dan tengah dilakukan untuk mewujudkan kemandirian energi.

    “Tahun 2019, kita telah berhasil memproduksi B20, dan tahun ini (2020) telah mulai B30, sehingga dapat menekan impor minyak,” ungkap Presiden Jokowi.

    Baca juga: Ditugasi Jokowi, Ahok Mulai Tebar Ancaman ke Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Pertamina

    Presiden turut memuji Pertamina yang sudah bekerja sama dengan para peneliti ITB guna menghasilkan katalis merah putih, untuk komponen utama pada produksi D100 yang bakal menyerap sekurangnya 1 juta ton sawit petani setiap harinya.

    “Hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran. Batu bara diolah menjadi metanol dan gas serta beberapa kilang dibangun guna mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi,” lanjutnya lebih jauh.

    Menurut Presiden, pencapaian ini bakal memperbaiki defisit transaksi yang tengah berjalan, mempertinggi peluang lapangan kerja, dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

    Baca juga: Jokowi Tugasi Ahok Kawal Pembangunan Kilang Minyak Baru yang 34 Tahun Gagal Dibangun Pertamina

    Halaman selanjutnya…

  • Aneh, Istana Larang Semua Instansi Pemerintah Pajang Gambar Jokowi di Atribut 17 Agustusan

    Aneh, Istana Larang Semua Instansi Pemerintah Pajang Gambar Jokowi di Atribut 17 Agustusan

    TIKTAK.ID – Sekretariat Presiden meminta kepada seluruh instansi Pemerintah untuk mengibarkan bendera Merah Putih selama bulan Agustus. Namun, Sekretariat Presiden tidak menyarankan untuk memajang foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) di baliho atau spanduk terkait perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

    “Betul, sebaiknya menggunakan gambar yang lain,” ujar Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono saat dikonfirmasi, seperti dilansir Jawapos.com, Senin (10/8/20).

    Diketahui imbauan pelarangan memajang foto Presiden Jokowi itu sangat serius. Sebab, kementerian atau lembaga pemerintahan lainnya yang sudah memasang spanduk atau baliho bergambar Presiden Jokowi diminta agar segera diturunkan.

    “(Bagi) Kementerian (yang sudah memasang), kita meminta masing-masing untuk menurunkannya sendiri,” tutur Heru.

    Baca juga: Ormas ini Anggap Logo HUT RI Mirip Salib, Istana Beri Klarifikasi

    Meski begitu, Heru enggan menjelaskan lebih detail soal alasan Istana melarang pemasangan gambar Joko Widodo tersebut. Heru hanya menyebut masih banyak gambar yang bisa digunakan oleh kementerian atau lembaga pemerintahan.

    “Sebaiknya menggunakan gambar yang lain saja, seperti pemandangan dan lain-lain,” ucap Heru.

    Seperti diketahui, tema HUT ke-75 RI kali ini adalah Indonesia Maju, yakni sebuah representasi Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya itu, ada juga penyempurnaan dengan tambahan logo “Bangga Buatan Indonesia”.

    Penyempurnaan itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno melalui surat edaran (SE) bernomor B-456/M.Setneg/Set/TU.00.04/06/2020 tertanggal 23 Juni 2020 dengan hal Penyempurnaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020.

    Baca juga: Viral Video Poster Rizieq Shihab Dibakar, FPI cs Laporkan Boedi Djarot

    Halaman selanjutnya…

  • Ormas ini Anggap Logo HUT RI Mirip Salib, Istana Beri Klarifikasi

    Ormas ini Anggap Logo HUT RI Mirip Salib, Istana Beri Klarifikasi

    TIKTAK.ID – Kementerian Sekretariat Negara diketahui mengklarifikasi logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI yang dinilai menyerupai simbol salib. Sebelumnya, organisasi masyarakat Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) keberatan dengan logo tersebut karena dianggap menyerupai salib.

    Kemudian Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama menjelaskan bahwa logo itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75.

    “Hal itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI,” ujar Setya melalui pesan singkat, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (10/8/20).

    Setya mengatakan dalam pedoman tersebut memaparkan bahwa logo yang disebut menyerupai simbol salib itu merupakan “supergraphic”. Supergraphic sendiri terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah menjadi 10 bagian.

    Baca juga: Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Bendera Merah Putih Berlogo Palu Arit di UNHAS

    “Pecahan tersebut merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila,” begitu isi pedoman visual logo peringatan ke-75 RI.

    Sedangkan untuk pengaplikasiannya, supergraphic ini pun cukup fleksibel. Sebab, supergraphic itu bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan yang menjadi satu kesatuan bentuk. Artinya dalam pemasangan logo supergraphic, 10 pecahan itu dapat disusun sesuai dengan model yang diinginkan.

    Selain itu, logo ini juga dapat dipasang pada foto, banner, media sosial, maupun spanduk ucapan peringatan kemerdekaan ke-75 RI.

    Seperti diketahui, sebelumnya ormas DSKS mempersoalkan logo peringatan kemerdekaan yang menyerupai salib. Mereka pun meminta logo yang telah terpasang di spanduk itu untuk segera dicabut dan diganti dengan yang lain.

    Baca juga: Telak, Fadli Zon Kritisi Logo Bantuan Presiden, Yunarto Wijaya Balas Tunjukkan Foto Prabowo

    Halaman selanjutnya…