Tag: Fitur baru Whatsapp

  • WhatsApp Luncurkan Fitur Komunitas, Bisa Tampung 5.000 Anggota

    WhatsApp Luncurkan Fitur Komunitas, Bisa Tampung 5.000 Anggota

    TIKTAK.ID – Whatsapp diketahui telah meluncurkan fitur baru bernama komunitas yang mampu menampung sampai lima ribu anggota. Menurut manajer kebijakan publik Whatsapp Indonesia, Esther Samboh, fitur komunitas di Whatsapp itu adalah wadah untuk para pengguna grup supaya dapat saling terhubung dalam satu saluran komunitas.

    “Akhirnya Whatsapp bisa merilis fitur Komunitas tersedia di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” terang Esther, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Kamis (3/11/22).

    Esther mengatakan bahwa fitur ini sama seperti kumpulan grup di Whatsapp. Bedanya, grup ini dapat terhubung dan disematkan dalam satu platform komunitas. Kalau dalam 100 sekolah punya baberapa grup kelas, makam grup kelas itu bisa terhubung dalam satu fitur komunitas.

    “Jadi kalo di sekolah ada istilah mading atau papan pengumuman. Di fitur ini admin akan dengan mudah memberikan pengumuman,” ucapnya.

    Artinya fitur komunitas dapat dipakai sebagai wadah pengumuman atau penyebaran informasi satu pintu dari kelompok atau komunitas tertentu. Akan tetapi yang bisa membunyikan pengumuman hanya admin. Pengumuman itu bisa berupa pesan, file foto, video, atau dokumen dengan kapasitas maksimal 2GB sekali kirim.

    Kemudian admin juga mendapat kuasa menghapus pesan yang dianggap keliru dalam saluran komunitas. Terdapat juga fitur panggilan video yang dapat diakses sampai 32 orang dan polling dalam chat.

    Esther mengingatkan kalau fitur ini diperuntukan sebagai wadah para anggota group. Jadi individu tidak dapat mengakses fitur tersebut.

    Untuk membuat fitur komunitas di Whatsapp, pengguna bisa mengklik ikon Komunitas yang ada di Whatsapp. Setelah itu masukkan nama komunitas, deskripsi, dan foto, lalu tekan lanjut. Pengguna dapat membuat grup atau tambah grup yang sudah ada. Grup pengumuman pun dibuat secara default.

    Esther menjelaskan, jika Komunitas diisi informasi yang tak relevan bagi komunitas, maka admin grup mampu menghapus pesan sampai mengeluarkan pengguna dari komunitas. Akan tetapi dia tidak menyampaikan berapa kapasitas group yang bisa terhubung dengan fitur tersebut.

    Esther menyebut pengguna tidak dapat mencari saluran Komunitas di kolom pencarian untuk tergabung dalam komunitas. Sebab, pangguna harus mendapat undangan dari admin komunitas atau masuk melalui tautan yang dibagikan admin.

  • WhatsApp Tambah Kapasitas Grup Sampai 512 Pengguna

    WhatsApp Tambah Kapasitas Grup Sampai 512 Pengguna

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui bakal menambah jumlah kapasitas fitur grup hingga mencapai 512 pengguna. WhatsApp menyampaikan hal itu melalui situs resmi mereka.

    “8 fitur sudah diumumkan dan berita terbaik minggu ini yakni tentang kemampuan untuk menambahkan hingga 512 orang ke grup WhatsApp, dirilis untuk semua pengguna!” tulis WabetaInfo, situs yang kerap membagikan bocoran terkait fitur baru WhatsApp dalam keterangannya 13 Juni 2022, mengutip Kompas.com.

    “Salah satu dari permintaan yang kami terus terima yakni pilihan untuk menambah lebih banyak orang ke dalam percakapan. Oleh sebab itu, kami sekarang secara perlahan menambah kapasitas grup hingga menjadi 512 orang,” terang Whatsapp, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut WhatsApp, penambahan tersebut dibuat dengan tetap berkomitmen kepada privasi dan keamanan para penggunanya. Kemudian dalam rilis resminya, WhatsApp juga menambah kapasitas pengiriman dokumen hingga 2GB, dan pengiriman tersebut diproses melalui sistem enkripsi.

    Sekadar informasi, sebelumnya pengguna hanya dapat berkirim dokumen maksimal hingga 100MB. WhatsApp pun berharap penambahan ini akan meningkatkan kolaborasi antara pelaku bisnis kecil dan grup sekolah.

    “Kami merekomendasikan untuk berkirim dokumen yang lebih besar memakai WiFI. Kami juga akan menunjukkan informasi berapa lama waktu yang diperlukan Anda untuk mengirim dokumen itu,” ungkap WhatsApp.

    WhatsApp sendiri sudah menambahkan sejumlah fitur dalam pembaruan mereka, salah satunya yakni emoji yang dapat disematkan dalam sebuah obrolan.

    Mengutip Antara, kini WhatsApp menjadi aplikasi dengan pengguna terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 2 miliar.

    Adapun kemampuan untuk menambahkan 512 orang ke grup akan mulai tersedia pada WhatsApp beta versi 2.22.12.10 di Android dan versi 22.12.0.70 di iOS. Namun jika pengguna ingin lebih dahulu merasakan fitur ini, maka dapat mendaftar untuk program beta.

    Meski begitu, peningkatan kapasitas grup di WhatsApp sebenarnya masih tertinggal jauh dengan aplikasi lain seperti Telegram, yang memungkinkan pengguna mencapai 200.000 orang dalam satu grup.

    Merespons hal itu WhatsApp mengaku lebih memilih untuk mendukung grup ketimbang membuat obrolan untuk ratusan ribu orang.

    “Sementara aplikasi lain membuat obrolan untuk ratusan ribu orang, kami lebih memilih untuk fokus mendukung grup yang merupakan bagian dari kehidupan kami sehari-hari,” ungkap WhatsApp dalam keterangan resminya 14 April 2022 silam.

  • WhatsApp Garap Ulang Fitur Reaksi, Bisa Pakai Semua Emoji

    WhatsApp Garap Ulang Fitur Reaksi, Bisa Pakai Semua Emoji

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui sedang menggarap ulang fitur Reaksi. Nantinya, pengguna dapat menggunakan semua emoji dan bisa dilihat rinciannya dalam hal unggahan foto dan video yang beruntun dalam bentuk album.

    Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari 9To5Mac, saat ini pengembang tengah mempersiapkan fitur Reaksi yang dapat memakai emoji apa pun yang tersedia. Hingga kini fungsinya sedang dalam pengembangan, namun pasti bakal diaplikasikan pada pembaruan berikutnya.

    Untuk saat ini, fitur Reaksi baru menyediakan enam jenis emoji, yaitu jempol, hati, tertawa berderai air mata, wow, bersedih, dan mengatupkan kedua telapak tangan.

    Bila tahap uji ini telah tuntas, maka fitur Reaksi terbaru itu bakal terlihat seperti fitur yang sama yang tersedia di Pesan Langsung (DM) Instagram. Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna hanya perlu menekan lama sebuah chat, lalu klik tombol “+”, dan pilih emoji yang ingin Anda gunakan.

    Meski begitu, masih perlu beberapa pekan sampai fitur-fitur ini diluncurkan ke lebih banyak penguji beta dan, akhirnya, diterapkan ke versi aplikasi. Mengutip Android Police, tidak hanya penambahan emoji, fitur Reaksi yang diluncurkan pada 5 Mei ini juga bakal lebih detil dalam hal unggahan foto album.

    Adapun pembaruan fitur Reaksi WhatsApp, baik untuk untuk Android (WhatsApp beta 2.22.12.14) maupun iOS (versi 22.12.0.70), disebut-sebut masih dalam versi beta alias tahap uji coba, seperti dikutip WABetaInfo.

    Pada versi terbarunya, fitur Reaksi WhatsApp memungkinkan siapa saja untuk melihat reaksi spesifik untuk setiap gambar atau video di galeri tanpa harus membuka album. Ketika pengguna mengirim beberapa foto kepada orang lain atau grup, WhatsApp menghimpunnya sebagai album.

    Pada versi saat ini, pengguna aplikasi tidak akan tahu siapa saja yang bereaksi terhadap foto yang mana. Namun pada versi yang sedang diuji coba, pengguna WhatsApp bisa mengetahui siapa yang memberi reaksi terhadap foto yang mana dalam bentuk thumbnail alias gambar mini. Pendaftaran peserta penguji alias beta untuk fitur-fitur tersebut kini sudah ditutup.

    Fitur Reaksi WhatsApp ini pun dianggap lebih efektif dalam membalas pesan lewat kata-kata. Selain menghemat energi yang dikeluarkan jari, fitur tersebut juga bisa mencegah kesalahpahaman dalam obrolan grup.

  • WhatsApp Rilis Cloud API, Bantu Bisnis UMKM Hingga Skala Besar

    WhatsApp Rilis Cloud API, Bantu Bisnis UMKM Hingga Skala Besar

    TIKTAK.ID – Meta, perusahaan induk dari WhatsApp, Facebook dan Instagram, diketahui telah resmi mengumumkan layanan WhatsApp Cloud API (antarmuka pemrograman aplikasi).

    CEO Meta, Mark Zuckerberg menyampaikan layanan tersebut melalui konferensi bertajuk Conversations 2022.

    Mengutip TechCrunch, WhatsApp Cloud API adalah versi cloud dari WhatsApp Business API. API (Application Program Interface) merupakan program yang ditujukan untuk membangun software. Dalam kasus ini, software yang dibangun yakni WhatsApp.

    WhatsApp Business API sendiri yaitu platform premium untuk bisnis skala menengah dan besar yang mengharuskan pelanggan membayar biaya langganan. Sementara WhatsApp Cloud API bisa digunakan untuk semua skala bisnis dan tersedia secara gratis.

    Perusahaan menyatakan WhatsApp Cloud API merupakan tool berbasis cloud untuk pengembang, tapi tetap di-host oleh Meta. Artinya, pelaku bisnis atau pengembang dapat menggunakan WhatsApp Cloud API untuk menyediakan layanan WhatsApp Business dengan fitur dan antarmuka yang bisa dikustom.

    WhatsApp Cloud API pun disebut-sebut bakal membantu pelaku bisnis dan pengembang untuk mengoperasikan WhatsApp secara lebih ringkas.

    “Saya dengan senang hati mengumumkan kalau kami membuka WhatsApp untuk bisnis apa pun, dengan ukuran berapa pun di seluruh dunia dengan WhatsApp Cloud API,” ujar Zuckerberg dalam sambutannya di Conversations 2022, seperti dilansir KompasTekno, Sabtu (21/5/22).

    “Hanya dalam beberapa menit, setiap pelaku bisnis atau pengembang sudah bisa dengan mudah mengakses layanan kami, membangun langsung WhatsApp yang dapat disesuaikan. Hal itu akan mempercepat waktu respons mereka ke pelanggan, dengan menggunakan WhatsApp Cloud API,” sambung Zuckerberg.

    Nantinya, pelaku bisnis dan pengembang bisa menyiapkan layanan pesan instan yang lebih cepat. Meta mengklaim Cloud API membantu mitra memangkas biaya server yang mahal. Fasilitas tersebut juga dapat menjadi solusi bagi pelaku bisnis, supaya mendapat akses cepat ke fitur baru WhatsApp Business.

    “Untuk mitra kami, layanan baru ini bakal menghilangkan biaya server yang mahal dan memberi mereka akses instan ke fitur-fitur baru,” terang Zuckerberg.

    Hingga saat ini memang masih belum banyak rincian fitur dari WhatsApp Cloud API yang dipaparkan oleh perusahaan. Akan tetapi, WABetaInfo, situs yang kerap membocorkan bakal fitur baru WhatsApp, menyebut Meta ke depannya berencana menghadirkan tool canggih dan opsional. Contohnya dukungan tautan pendek yang khusus dan privat untuk memudahkan pelanggan memulai chat.

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Pengambilan Polling dalam Obrolan Grup

    WhatsApp Kembangkan Fitur Pengambilan Polling dalam Obrolan Grup

    TIKTAK.ID – WhatsApp saat ini sedang mengembangkan fitur baru yang menarik. WhatsApp berencana menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk memulai dan mengambil polling atau jajak pendapat di obrolan grup.

    Berdasarkan laporan WABetaInfo, seperti dikutip Tempo.co dari Gizmochina, Senin (7/3/22), nantinya pengguna bisa mengetik pertanyaan jajak pendapat untuk dikirim ke obrolan grup.

    Sebenarnya fitur jajak pendapat ini telah tersedia di aplikasi obrolan saingannya, seperti Telegram dan Twitter. Di aplikasi tersebut, pengguna bisa membuat jajak pendapat dan orang lain pun dapat memilih serta melihat hasilnya. Rupanya WhatsApp berencana meluncurkan fitur serupa ke basis penggunanya juga, karena saat ini sedang dalam pengembangan.

    Kemudian WaBetaInfo membagikan tangkapan layar, yang menampilkan fitur “Buat Poll” di iOS. Hal itu tampak di aplikasi v2.22.6.70 beta dan saat ini tidak tersedia untuk semua penguji beta. Namun masih belum jelas bagaimana pengguna akan menulis pertanyaan untuk jajak pendapat, atau bahkan cara apa yang dapat digunakan untuk menyesuaikannya.

    Fitur ini mungkin menawarkan anggota kelompok kesempatan untuk memilih lebih dari satu jawaban pada jajak pendapat. Meski begitu, kita masih harus menunggu hingga WhatsApp meluncurkan fitur ini ke penguji beta dengan cara yang lebih rumit.

    Untuk diketahui, WhatsApp sempat dikabarkan sedang mengerjakan fitur baru berupa tab untuk komunitas bernama Community di aplikasi pesan instan tersebut. Laman WABetaInfo melaporkan, tab Community itu terdapat di aplikasi WhatsApp versi beta 2.22.6.9 untuk Android.

    WABetaInfo menyebut tab Community berada di paling kiri, menggantikan tab untuk kamera. Community Home sendiri berisi daftar komunitas yang diikuti pengguna.

    Komunitas pada aplikasi WhatsApp berisi sejumlah grup. Lantas bila fitur ini hadir, maka admin grup WhatsApp dapat menambahkan grup obrolan ke Community.

    Tidak hanya itu, saat ini WhatsApp juga tengah menggarap fitur baru untuk merekam pesan suara, yang ditemukan di aplikasi versi beta Android 2.22.6.7.

    WhatsApp merancang tombol jeda (pause), tidak hanya setop, pada perekam pesan suara. Dengan adanya tombol jeda, pengguna bisa berhenti sebentar ketika sedang merekam pesan suara, lalu melanjutkan merekam lagi. Fitur jeda merekam suara itu telah ada di WhatsApp versi desktop dan iOS, tapi masih belum ada di Android.

  • WhatsApp Rilis Fitur ‘Message-level Reporting’ dan ‘Flash Calls’

    WhatsApp Rilis Fitur ‘Message-level Reporting’ dan ‘Flash Calls’

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui kembali meluncurkan fitur baru pada layanan messaging-nya untuk miliaran pengguna di seluruh dunia. Fitur baru WhatsApp kali ini yaitu “Message-level Reporting” dan “Flash Calls”.

    Dengan adanya fitur Message-level Reporting, pengguna bisa melaporkan akun ke WhatsApp dengan menandai pesan tertentu. Untuk melakukan hal itu, pengguna bisa menekan lama suatu pesan untuk melaporkan atau memblokir akun seseorang.

    Kemampuan ini pun bakal menghemat beberapa klik untuk memblokir pengguna. Selain itu, fitur ini juga mungkin berguna dalam menangani pesan spam, pelecehan yang ditargetkan, pesan yang tidak diminta, atau pesan yang bersifat ilegal atau kriminal.

    Berdasarkan laporan transparansi terbarunya, WhatsApp mengklaim bahwa mereka sudah menghapus lebih dari 2,2 juta akun pada bulan September saja, seperti dikutip detikINET dari Gizmochina.

    Kemudian fitur lainnya adalah Flash Call (Panggilan Cepat). Fitur ini memungkinkan pengguna Android yang menginstal atau menginstal ulang WhatsApp di perangkat mereka untuk memverifikasi nomor telepon mereka menggunakan panggilan otomatis alih-alih SMS. WhatsApp mengatakan, opsi ini jauh lebih aman, apalagi mengingat semuanya dilakukan dari dalam aplikasi.

    Sekadar informasi, belakangan ini WhatsApp juga telah merilis fitur yang membantu meningkatkan pengalaman pengguna. Di antaranya menghilangnya pesan, lihat sekali pesan, dan fitur baru yang sedang diuji yang memungkinkan pengguna bisa menyembunyikan status last seen dari orang-orang tertentu pada daftar kontak.

    WhatsApp sudah menguji coba fitur yang bisa mengubah kecepatan pesan suara atau voice note saat diputar di aplikasi Android dan iOS. Fitur itu rupanya cukup sukses karena WhatsApp sudah menyiapkan versi terbarunya.

    Tidak hanya itu, sebelumnya WhatsApp juga membuat fitur baru pengatur kecepatan pemutaran atau playback speed. Fitur tersebut dapat digunakan untuk mengubah kecepatan pesan suara menjadi 1,5x atau 2x lebih cepat.

    Menurut WABetaInfo, pesan audio merupakan pesan suara yang sudah diteruskan ke kontak lain. Ketika diteruskan ke chat lain, maka pesan suara kehilangan fitur pengaturan kecepatan playback dan hanya bisa diputar dengan kecepatan normal. Oleh sebab itu, WhatsApp mengembangkan fitur pengubah kecepatan playback di pesan audio.

  • Tetap Bisa Kirim WhatsApp Meski HP Mati, Gimana Caranya?

    Tetap Bisa Kirim WhatsApp Meski HP Mati, Gimana Caranya?

    TIKTAK.ID – Biasanya, jika ingin mengirimkan pesan WhatsApp, disyaratkan ponsel dalam kondisi menyala. Akan tetapi, saat ini kamu tetap bisa mengirim pesan WhatsApp walaupun ponsel mati kehabisan baterai. Semua itu berkat adanya fitur terbaru, Multi Device. Walaupun masih belum dirilis resmi, tapi kamu sudah bisa mencobanya.

    Dengan begitu, saat HP dalam kondisi mati, kamu masih tetap dapat mengirimkan pesan WhatsApp dari aplikasi desktop maupun web browser.

    Untuk menggunakan fitur Multi Device pun sangat mudah.

    Seperti dilansir detik.com, kamu dapat mengikuti langkah atau cara mengirim WhatsApp ketika HP mati kehabisan baterai, menggunakan fitur Multi Device, sebagai berikut:

    1. HP Android
    • Pertama, buka WhatsApp
    • Tekan ikon tiga titik di pojok kanan atas, dan tekan Linked Device
    • Di bagian bawah ada opsi Multi-Device Beta, lalu klik Join Beta
    • Kemudian buka WhastApp Web melalui browser atau WhatsApp Dekstop di komputer
    • Pindai QR Code, dan dari sini kamu sudah bisa mengirimkan WhatsApp meski HP Android dalam kondisi tidak menyala atau offline dari internet
    1. iPhone
    • Buka WhatsApp terlebih dahulu
    • Tekan Settings, dan tekan Linked Device
    • Di bagian bawah terdapat opsi Multi-Device Beta, lalu klik Join Beta
    • Kemudian buka WhastApp Web melalui browser atau WhatsApp Dekstop di komputer
    • Pindai QR Code, dan dari sini kamu telah dapat mengirimkan WhatsApp meski iPhone dalam kondisi tidak menyala atau offline dari internet

    Namun jika saat penyetingan tidak melihat Multi-Device Beta, mungkin kamu tidak menggunakan WhatsApp versi terbaru.

    Nantinya, semua pesan dan obrolan WhatsApp bakal disinkronkan di perangkat yang tertaut. Usai pesan terdownload, maka kamu baru dapat mulai mengobrol.

    WhatsApp juga menjamin bahwa semua pesan yang terkirim di berbagai berangkat terenkripsi end-to- end, sehingga aman. Fitur ini pun dibatasi satu ponsel terhubung dengan empat perangkat saja.

    Tidak hanya itu, penting pula diketahui ada sejumlah batasan selama kamu mencoba fitur Multi Device ini. Di antaranya, perangkat yang ditautkan tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang yang menggunakan WhatsApp versi jadul.

    Selain itu, fitur Live Location tidak dapat dilihat pada perangkat yang ditautkan.

    Karena masih uji coba, maka kemungkinan ada pengaruh pada kualitas dan performa.

  • WhatsApp Rilis Fitur ‘Belanja’, Pelengkap ‘Katalog’

    WhatsApp Rilis Fitur ‘Belanja’, Pelengkap ‘Katalog’

    TIKTAK.ID – Pada November 2019 lalu, WhatsApp meluncurkan fitur Katalog untuk mempermudah pengguna akun bisnis berjualan. Akan tetapi, fitur itu masih sebatas etalase produk yang dijual, dan bukan untuk bertransaksi.

    Saat ini, WhatsApp diketahui menggulirkan fitur Belanja sebagai pelengkap dari Katalog. Fitur Belanja pada WhatsApp itu pun memungkinkan pengguna akun Bisnis agar dapat menjual barang, dan pengguna biasa membeli barang dari Katalog.

    Fitur jual-beli di WhatsApp ini telah resmi dirilis di beberapa negara mulai Kamis (22/10/20), termasuk diluncurkan di Indonesia, melalui pembaruan (update) terbaru di platform Android dan iOS.

    Pihak WhatsApp mengatakan fitur ini akan memberi kemudahan bagi para pelaku bisnis yang mengandalkan WhatsApp sebagai platform untuk berjualan. Menurut WhatsApp, pandemi global yang terjadi saat ini memperlihatkan bahwa suatu bisnis memerlukan cara yang cepat dan efisien dalam melayani pelanggan dan mendorong penjualan.

    “Fitur ini akan membantu banyak bisnis kecil sebagai pihak yang paling merasakan dampak dari pandemi,” ujar WhatsApp melalui keterangan resmi, seperti dilansir KompasTekno.

    Kemudian dengan adanya fitur ini, maka pengguna dapat memilih barang yang tersedia dalam Katalog suatu akun WhatsApp Business, serta menambahkan ke dalam keranjang belanja. Tidak hanya melakukan pembayaran, pengguna pun dapat memilih metode pengiriman yang mereka kehendaki.

    Secara sederhana, ketika konsumen menghubungi pemilik toko melalui WhatsApp, maka pemilik toko dapat memberikan informasi lengkap terkait fitur baru WhatsApp tadi, seperti katalog lengkap dengan daftar harganya. Setelah itu, konsumen dapat langsung menambahkan barang ke keranjang, membayar, dan produk pun bisa langsung dikirim ke alamat konsumen atau diambil sendiri.

    Meski begitu, masih belum diketahui metode pembayaran dan pengiriman apa saja yang bisa dipilih oleh pengguna lewat fitur belanja lewat WhatsApp.

    Perlu diketahui, belakangan ini Facebook sebagai induk WhatsApp telah mengalirkan kucuran dana kepada perusahaan Gojek. Konon, dana itu akan digunakan untuk mendorong adopsi sistem pembayaran digital GoPay.

    Untuk itu, ada kemungkinan GoPay akan menjadi salah satu metode pembayaran dalam fitur baru ini. Selain fitur belanja, WhatsApp juga disebut merilis layanan hosting untuk mengelola pesan WhatsApp.

  • Makin Manjakan Penggunanya, Berikut ini Tiga Fitur Baru Whatsapp Web Edisi Mendatang

    Makin Manjakan Penggunanya, Berikut ini Tiga Fitur Baru Whatsapp Web Edisi Mendatang

    TIKTAK.ID – Whatsapp dikabarkan tengah mengembangkan tiga fitur baru untuk WhatsApp Web edisi mendatang. Dikutip Detik.com dari WABetaInfo, fitur tersebut di antaranya dark theme atau tema gelap, voice and video calls, dan search image.

    Ketiga fitur itu saat ini masih terus dikembangkan WhatsApp dan belum tersedia untuk penggunaan sehari-hari. Namun, WABetaInfo menyebut terdapat fitur yang sudah bisa dicoba jika sudah sangat penasaran. Berikut ini perkembangan terbaru tiga fitur baru di WhatsApp Web:

    A. Dark theme
    Beberapa waktu lalu WABetaInfo memublikasikan sebuah artikel yang melaporkan bahwa pihak WhatsApp sedang mengembangkan dark theme atau tema gelap untuk versi web dan desktop. Fitur ini memang belum tersedia dan masih terus dikembangkan hingga bisa berfungsi stabil.

    Baca juga: Fitur Baru WhatsApp ini Siap Saingi Aplikasi Zoom

    Namun, bagi pengguna yang sudah keburu penasaran ingin mencoba dark theme untuk WhatsApp Web bisa mengikuti langkah berikut:
    1. Buka laman resmi WhatsApp Web, dan pindai kode QR.
    2. Klik kanan, kemudian pilih fitur inspect di luar percakapan.
    3. Carilah kalimat “body class = web” di bagian atas tampilan kode halaman usai mengklik fitur inspect.
    4. Ganti kata “web” dengan “web dark”, lalu klik enter.

    Jika telah tersedia di WhatsApp Web, fitur dark theme itu mungkin akan tersedia di WhatsApp Settings, kemudian klik theme.

    “WhatsApp menggunakan warna gelap alternatif untuk dark theme pada WhatsApp Web. Hal itu juga dilakukan pada iOS bubbles, warna alternatif ini lebih gelap dibanding sebelumnya”, rilis WABetaInfo.

    Baca juga: Aturan Baru WhatsApp, Hanya Bisa Sekali Forward

    Halaman selanjutnya…

  • Langkah Mudah Atur Fitur Baru Mode Gelap WhatsApp

    Langkah Mudah Atur Fitur Baru Mode Gelap WhatsApp

    TIKTAK.ID – Setelah ditunggu sekian lama, WhatsApp akhirnya menggulirkan fitur dark mode atau mode gelap bagi smartphone Android. Namun perlu diketahui, dukungan ini hanya tersedia untuk pengguna beta saja.

    Dark Mode merupakan salah satu fitur yang banyak ditunggu pengguna. Karena dengan fitur ini pengguna bisa menghemat daya baterai dan mereduksi cahaya pada layar sehingga tidak terlalu menyakiti mata.

    Dark mode atau mode gelap di WhatsApp memang belum dirilis secara resmi. Dark Mode ini sendiri ditemukan di WhatsApp Beta versi 2.20.13, atau penyebarannya masih terbatas. Namun jika Anda sudah tak sabar, ada cara untuk menjajalnya.

    Baca juga: Terobosan Teranyar Mojo Vision: Lensa Kontak Berteknologi AR

    Untuk pengguna Android yang ingin mencoba mode gelap WhatsApp, Anda bisa mendownload Android Q yang saat ini tersedia dalam versi beta.

    Masuk ke menu Settings (pengaturan) -> Display -> Select Theme -> Dark. Ini adalah tema gelap bawaan yang ditambahkan Google pada Android Q.

    Jika dark theme sudah diaktifkan, selanjutnya Anda perlu mengaktifkan opsi developer untuk memberikan izin. Caranya, kembali ke Settings -> About Phone.

    Halaman selanjutnya…