Tag: Aksi 212

  • Sempat Ikut Aksi 212 Lalu Dukung Jokowi, Yusuf Mansur Kini Jadi Bacaleg Perindo

    Sempat Ikut Aksi 212 Lalu Dukung Jokowi, Yusuf Mansur Kini Jadi Bacaleg Perindo

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo menyatakan bahwa penceramah Yusuf Mansur akan menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari partainya. Hary Tanoe menyampaikan hal itu dalam sambutannya di acara HUT ke-8 Perindo di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin (7/11/22). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Sebelum menyebut nama Yusuf Mansur, Hary Tanoe juga mengumumkan beberapa bakal Caleg yang akan maju di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dari Perindo. Salah satunya yakni Oni Suwarman atau Oni SOS, komedian yang saat ini duduk sebagai anggota DPD RI.

    “Kang Oni adalah anggota DPD aktif yang berhasil memecahkan rekor perolehan suara sepanjang sejarah DPD, yaitu 4,13 juta suara,” ungkap Hary Tanoe, seperti dikutip Tempo.com dari channel YouTube Partai Perindo.

    Baca juga : NasDem Mendadak Larang Kadernya Kritik Jokowi, Kenapa?

    Setelah menjelaskan tokoh-tokoh yang bergabung dengan Perindo, baru Hary Tanoe memperkenalkan Yusuf Mansur sebagai Bacalegnya.

    “Bahkan kawan saya Ustaz Yusuf Mansur juga mau nyaleg katanya,” ucap Hary Tanoe, yang disambut tepuk tangan dari hadirin.

    Yusuf Mansur sendiri dikenal sebagai seorang pendakwah muda yang berpengaruh dan pebisnis. Akan tetapi, belakangan ini Yusuf Mansur kerap menjadi sorotan lantaran sederet kontroversi dalam usaha dan investasi yang ia jalani.

    Baca juga : Jokowi Sebut Pilpres 2024 Jatah Prabowo, Gerindra: Semoga Jadi Kenyataan

    Di ranah politik, Yusuf Mansur belum pernah menjadi kader dari partai manapun. Meski sebagai pendakwah, setidaknya Yusuf Mansur sempat bersinggungan dengan dua momen besar, yaitu Aksi 212 dan Pilpres 2019.

    Dalam Aksi 212 yang oleh sejumlah pihak dikaitkan dengan upaya menjegal Ahok di Pilkada DKI 2017, Yusuf Mansur ikut hadir. Kemudian ketika memasuki musim pemilihan presiden 2019, Yusuf Mansur secara terbuka mengumumkan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sikap tersebut pun berbeda dari Pilpres sebelumnya yang ia memilih merahasiakan pilihannya.

    Dukungan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran itu dinilai penting. Pasalnya, survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA Oktober 2018 tentang ulama dan efek electoral menyatakan Yusuf Mansur masuk dalam lima tokoh agama yang berpengaruh.

  • Slamet Maarif Akui Kemenangan Anies-Sandi Berkat Jasa Aksi 212 Gugat Ahok di Monas, Maksudnya?

    Slamet Maarif Akui Kemenangan Anies-Sandi Berkat Jasa Aksi 212 Gugat Ahok di Monas, Maksudnya?

    TIKTAK.ID – Ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menyinggung kemenangan pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersama Wakilnya, Sandiaga Salahudin Uno dalam pesta demokrasi Pilkada di DKI Jakarta pada 2017. Slamet menilai kemenangan Anies dan Sandi tidak terlepas dari perjuangan aksi 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

    “Tidak bisa dipungkiri, bahwa hasil kemenangan Anies dan Sandi pada Pilkada DKI Jakarta sangat diwarnai oleh gerakan 212,” ujar Slamet, seperti dilansir VIVA di Jakarta, Rabu (12/8/20).

    Oleh sebab itu, Slamet mengaku merasa bersyukur perjuangannya yang ikhlas dan istiqomah dimenangkan oleh Allah SWT.

    Baca juga : Daya Kritisnya Disangsikan Usai Terima Tanda Jasa, Fahri Hamzah Singgung ‘Orang Baperan’ di Seputar Jokowi

    “Ini kemenangan dari Allah, sedangkan tugas kita hanya ikhtiar dan berjuang,” tutur Slamet.

    Lebih lanjut, Slamet memperkirakan pemililhan presiden atau Pilpres 2024 mendatang bakal diisi calon dari kalangan generasi muda. Ia pun mengatakan Anies adalah salah satu tokoh yang berpotensi untuk maju menjadi Capres pada 2024.

    “Pilpres 2024 memang masih jauh, tapi kami yakin 2024 tahunnya generasi muda,” terangnya, mengutip Tempo.co, Senin (10/8/20).

    Baca juga : Ingat Nasib Ahok, Gerindra Antisipasi Isu SARA Saat Usung Keponakan Prabowo di Pilkada Tangsel

    Slamet menyatakan pihaknya masih belum mempuyai figur yang bakal diusung pada 2024. Namun, lanjutnya, salah satu calon yang potensial seperti Anies dapat menyelesaikan amanahnya memimpin Ibu Kota.

    “Doakan beliau agar bisa menyelesaikan amanahnya sebagai Gubernur DKI sampai akhir jabatannya dengan penuh tanggung jawab dan kesuksesan membangun Jakarta,” ucapnya.

    Sebelumnya, aksi 212 di Jakarta digelar besar-besaran. Aksi tersebut berawal dari adanya kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap telah melakukan penistaan agama terkait surah Al-Maidah.

    Baca juga : Teka-teki Nasib Karyawan Swasta yang Tak Dapat Rp600 Ribu dari Jokowi

    Saat itu, kasus Ahok bertepatan dengan adanya momen Pilkada DKI Jakarta 2017. Ahok sebagai petahana maju kembali sebagai calon gubernur bersama wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

    Sementara lawan Ahok saat itu yakni calon gubernur Anies Rasyid Baswedan bersama Sandiaga Salahudin Uno. Kemudian dalam pemilihan itu, pasangan Anies-Sandi yang menang dan pasangan Ahok-Djarot kalah.

  • Massa 212 Tuntut Ahok Mundur dari Pertamina, Begini Respons Erick Thohir dan Sandiaga Uno

    Massa 212 Tuntut Ahok Mundur dari Pertamina, Begini Respons Erick Thohir dan Sandiaga Uno

    TIKTAK.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan mantan Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno kompak membela Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pembelaan itu disampaikan seiring tuntutan massa Aksi 212 agar Ahok mundur dari jabatan Komut di perusahaan pelat merah itu.

    Erick mengatakan pergantian direksi maupun komisaris dilakukan berdasarkan key performance indicators (KPI). Ia pun mengaku tidak menginginkan jika pergantian disebabkan hal-hal personal.

    Erick menyatakan dapat memaklumi jika ada yang berpendapat Ahok laik dilengserkan, karena Indonesia merupakan negara demokrasi. Meski begitu, ia ingin direksi dan komisaris BUMN menjabat hingga akhir periode.

    Baca juga: Didesak Mundur dari Pertamina, Ahok Malah Dibela Sandiaga Uno

    Pendiri Mahaka Media itu juga mengungkapkan, tidak ingin ada bongkar pasang direksi dan komisaris perusahaan pelat merah. Sebab, dalam membangun sebuah bisnis dibutuhkan kesinambungan.

    “Apa yang dilakukan daripada komisaris dan direksi, saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi. Tiga bulan terakhir di Pertamina, saya rasa baik,” ujar Erick, dilansir CNBCIndonesia.com, Sabtu (22/2/20).

    Sementara itu, Sandiaga mengapresiasi kinerja Ahok sejauh ini yang ditandai dengan sejumlah transparansi. Menurutnya, Ahok memiliki rekam jejak di pemerintahan maupun di dunia usaha.

    Baca juga: Rencana Ahok Terbitkan Buku Baru Diprotes PA 212, Apa Alasannya?

    Halaman selanjutnya…

  • Aksi 212 Bakal Digelar, Pimpinan KPK Minta FPI dkk Bantu Cari Harun Masiku

    Aksi 212 Bakal Digelar, Pimpinan KPK Minta FPI dkk Bantu Cari Harun Masiku

    TIKTAK.ID – Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana kembali menggelar aksi dengan mengangkat isu korupsi pada 21 Februari 2020. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron pun menghormati rencana aksi tersebut.

    “Kami menghormati seluruh aspirasi untuk memacu KPK dalam pemberantasan korupsi,” ujar Ghufron, dilansir Detik.com, Rabu (5/2/20).

    Ghufron juga menjelaskan, pihaknya kini masih terus mencari tersangka kasus suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Harun Masiku. Untuk itu, dia berharap ormas Front Pembela Islam (FPI) dan lainnya bisa membantu menemukan keberadaan Harun Masiku.

    “Semoga FPI juga ikut membantu menemukan HM,” ucapnya.

    Baca juga: Inilah yang Diharapkan Suami Zikria dari Risma Terkait Nasib Istrinya

    Sementara Sekretaris Umum FPI, Munarman mengatakan rencana aksi ini dilatarbelakangi penggagas yang merasa penanganan sejumlah kasus mandek. Penggagas “Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI” itu juga berbicara mengenai lingkaran kekuasaan.

    “Negara, dalam hal ini para aparat penegak hukum, hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskan korupsi,” bunyi pernyataan bersama FPI, GNPF Ulama dan PA 212, Selasa (4/2/20).

    Dalam pernyataan itu disebutkan, diduga kuat mandek dan mangkraknya penanganan kasus-kasus megakorupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan. Perilaku itu dinilai terjadi sebagai bagian dari modus korupsi untuk pembiayaan politik guna meraih dan melanggengkan kekuasaan.

    Halaman selanjutnya…

  • Misteri Surat Cekal Versi Habib Rizieq Shihab

    Misteri Surat Cekal Versi Habib Rizieq Shihab

    TIKTAK.ID – Untuk kesekian kalinya Habib Rizieq Shihab (HRS) batal pulang ke Indonesia. Padahal semula ia berencana hadir di Reuni Aksi 212 pada 2 Desember mendatang. Namun harapannya pupus dan justru mengaku dicegah tangkal untuk kembali ke Indonesia.

    Hal itu disampaikan oleh Imam Besar Font Pembela Islam (FPI) dalam sebuah video yang disiarkan melalui channel YouTube Front Tv. Pada video itu HRS menunjukkan dua lembar kertas yang disebutnya “surat pencekalan”.

    Baca juga: Imigrasi Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Surat Cekal Habib Rizieq Shihab

    “Jadi kedua surat ini merupakan bukti otentik bahwa saya memang dicekal, oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia,” kata Rizieq dalam video itu.

    Pernyataan Rizieq Shihab itu diamini Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Slamet Ma’arif. Slamet mengatakan bahwa surat pencekalan Rizieq itu sebenarnya sudah lama. Namun tak pernah ditunjukkan demi menjaga martabat Indonesia dalam hubungannya dengan Kerajaan Saudi.

    Halaman selanjutnya…