
Sementara untuk pendapatan terbesar ialah subsidi tiket dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk penumpang MRT tahun ini mencapai Rp 560 miliar.
William yakin kinerja keuangan MRT Jakarta akan terus meningkat jika pelayanan kepada masyarakat terus dijaga dan ditingkatkan. Sehingga kepercayaan publik dan pelaku usaha yang ingin bekerjasama semakin bertumbuh.
Pada tahun berikutnya, 2020, MRT Jakarta mematok target pendapatan yang lebih banyak yakni Rp 200-250 miliar. Nilai itu termasuk proyeksi pendapatan subsidi yang diperkirakan naik menjadi Rp 900 miliar.
Baca juga: Komnas HAM Desak Jokowi Keluarkan Perppu Penuntasan Kasus Kejahatan HAM Masa Lalu
“Kita sebelumnya rugi Rp 132 miliar ke untung Rp 60-70 miliar. Kita kejar terus di non-farebox, rutin periklanan, naming right kita jual di Bundaran HI dan lebih banyak lagi termasuk QR application. Ada juga nanti properti yang dibangun lewat TOD (Transit Oriented Development) yang potensinya sangat besar sekali,” tutur William.
Ke depan, William yakin pada 2021 mendatang MRT Jakarta bisa membukukan profit hingga Rp 300-500 miliar.










